Connect with us

Pilkada Banjarbaru

Tiba di Bandara, Aditya Tepis Isu “Main-main” di Pilkada Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Aditya Mufti Ariffin (tengah) tiba di Bandara Syamsuddin Noor disambut pasangan Wartono (kiri). foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bakal calon Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin tiba di Banjarbaru disambut hangat Wartono, bakal calon Wakil Wali Kota di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu (16/9/2020) siang.

Kedatangan Aditya seorang diri dari Jakarta, dengan misi melanjutkan tahapan pencalonan di Pilkada Banjarbaru yang tertunda.

Sebagaimana diketahui, Aditya sebelumnya dinyatakan terpapar Covid-19 hingga mengharuskan dirinya menjalani karantina sampai dinyatakan sembuh melalui uji swab.

“Alhamdulillah, saya sudah dinyatakan sembuh dan saat ini siap melanjutkan tahapan pencalonan di Pilkada Banjarbaru. Hari ini, pak Wartono menjemput saya di Bandara. Ini menandakan bahwa komunikasi kami selama ini berjalan dengan baik,” kata Aditya.



Setelah tiba di Banjarbaru, kata Aditya, dirinya akan mengikuti tes kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, sebagai salah satu syarat pencalonan dalam kontestasi lima tahunan. Rencananya, ia akan menjalani tes kesehatan selama 2 hari yakni pada 17-18 September.

Aditya Mufti Ariffin (kiri) tiba di Bandara disambut Wartono. foto: rico

“Semoga tes kesehatan nanti berjalan lancar dan hasilnya dapat dinyatakan memenuhi syarat. Melihat kondisi saat ini, saya yakin tidak ada ditemukan kendala nantinya saat tes kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wartono sang calon pendamping mengaku bersyukur bahwa pasangannya tersebut tiba di Banjarbaru dengan kondisi sehat dan bugar. Menurutnya, kedatangan Aditya menjadi pemantik semangat para relawan dan partai koalisi pengusung pasangan berjargon “Banjarbaru Juara”.

“Kedatangan pak Aditya menambah gairah semangat kita, karena beliau bisa beraktivitas kembali dan melanjutkan tahapan Pilkada Banjarbaru. Mungkin banyak yang mengira bahwa pasangan Aditya-Wartono tidak serius dalam pencalonan Pilkada. Nah, hari ini kabar yang beredar itu kita patahkan,” lugasnya.

Pasangan Aditya-Wartono yang diusung gerbong partai koalisi Gerindra-PPP-PDI Perjuangan, siap mengejar ketertinggalan mereka dalam tahapan pencalonan. Jika nantinya tes kesehatan Aditya telah dilewati, maka pasangan ini dapat melanjutkan proses verifikasi dokumen syarat pencalonan di KPU Banjarbaru. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pilkada Banjarbaru

Ada Penambahan 1 TPS, 600 Napi di Lapas Banjarbaru Masih Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Suara

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPU Banjarbaru memutuskan menambah 1 TPS di Lapas Banjarbaru Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – KPU Kota Banjarbaru telah menetapkan penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, sebanyak 1 TPS. Keputusan itu sendiri masih bersifat sementara lantaran masih banyak napi yang belum terverifikasi identitasnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Amico Balalembang, mengungkapkan keputusan KPU itu berdasarkan hasil rapat pleno yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Jadi memang di Lapas Banjarbaru akan ada penambahan TPS. Dari yang awalnya cuma 1 TPS saja, kini ditambah menjadi 2 TPS,” ujarnya, Senin (26/10/2020).

Dalam rapat pleno tersebut, kata Amico, pihak KPU telah menetapkan sebanyak 833 napi di Lapas Banjarbaru dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada kontestasi Pilgub Kalimantan Selatan. Sementara untuk Pilwali Banjarbaru, DPT yang ditetapkan ada sekitar 250 napi.

“Penetapan DPT itu berdasarkan alamat tempat tinggal yang tertera di KTP mereka. Jadi 250 napi yang ditetapkan dalam DPT di Pilwali Banjarbaru itu memang sudah diverifikasi adalah warga Banjarbaru. Napi asal Banjarbaru itu juga termasuk dalam 833 napi yang ditetapkan dalam DPT Pilgub Kalsel,” terangnya.



Jumlah napi itulah yang menjadi faktor utama mengapa KPU melakukan penambahan TPS di Lapas Banjarbaru. Sebab, berdasarkan aturan terbaru menyiati pesta demokrasi yang digelar di tengah kondisi pandemi, 1 TPS hanya dibatasi menampung 500 pemilih saja.

Dengan adanya penambahan 1 TPS lagi di Lapas Banjarbaru, secara otomatis juga akan menambah jumlah petugas KPPS dan logistik. Termasuk pula unsur keamanan yang melibatkan pihak TNI-Polri.

Disamping itu, Amico mengakui bahwa masih ada 600 napi di Lapas Banjarbaru yang belum bisa dipastikan menggunakan hak suaranya pada ajang pesta demokrasi tahun ini. Hal itu dikarenakan para napi tersebut tidak memiliki identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga.

“Yang sudah ditetapkan dalam DPT itukan sudah lebih dari 800 napi. Nah, masih ada 600 napi yang belum ditetapkan. Itu karena mereka tidak punya identitas diri. Kebanyakan dari mereka mengaku KTP nya hilang,” terang Kalapas.

Ihwal persoalan ini, pihak Lapas Banjarbaru sendiri melakukan koordinasi dengan stakeholder. Dijelaskan Amico bahwa pihaknya telah meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjarbaru untuk melakukan perekaman ulang bagi narapidana tanpa identitas.

“Kita menyarankannya ke Disdukcapil untuk perekaman ini. Kami siap memfasilitasinya di sini dan kita juga sudah serahkan data napi dengan alamatnya. Memang di Lapas Banjabaru, napinya berasal dari berbagai daerah, seperti Banjarmasin dan Banjar. Harapan kita Dinas yang berwenang bisa mengakomodir usulan kita tersebut,” pungkasnya.

Pada puncak pesta demokrasi 9 Desember mendatang, Lapas Banjarbaru telah menyusun mekanisme proses pencoblosan dengan mengedapankan protokol kesehatan Covid-18 yang sangat ketat. Salah satunya ialah, para napi yang terdaftar dalam DPT akan dibagi dan dipanggil secara bertahap ke masing-masing TPS. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilkada Banjarbaru

KPU Tetapkan Jadwal Debat 3 Paslon Pilkada Banjarbaru, Puncaknya 5 Desember!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPU menetapkan jadwal debat kandidat di Pilkada Banjarbaru Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarbaru telah menetapkan jadwal pelaksanaan debat tatap muka para pasangan calon (paslon) yang berkontestasi dalam ajang Pilkada 2020 di Kota Banjarbaru.

Dijelaskan Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, pelaksanaan debat nantinya akan digelar sebanyak 3 kali, dalam jeda sepekan.

“Untuk debat pertama digelar pada tanggal 21 November. Lalu, dilanjutkan debat kedua pada tanggal 28 November.

Dan debat terakhir dilaksanakan tanggal 5 Desember, sekaligus juga mengakhiri tahapan masa kampanye para paslon,” katanya, Sabtu (24/10/2020).



Terkait lokasi pelaksanaan debat nantinya, Hegar mengaku belum dapat menentukannya. Namun, ia memastikan penyelanggaran momen bersejarah itu tetap diselenggarakan di wilayah Banjarbaru.

KPU Banjarbaru juga sampai saat ini belum menetapkan tema apa saja yang diangkat dalam debat nantinya. Namun berdasarkan aturan, tema debat harus mencangkup 6 materi yang telah ditetapkan dalam aturan.

Yakni, peningkatan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, peningkatan layanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Kota dengan nasional, memperkokoh kesatuan negara republik indonesia.

Teristimewa, satu materi tambahan yakni tentang kebijakan dan strategi penanganan pencegahan pengendalian Covid-19.

“Tema yang kita angkat harus mencangkup seluruh materi itu. Memang sudah ada beberapa tema yang kita siapkan, tapi kita liat kondisi beberapa waktu ke depan, karena bisa saja ada beberapa perubahan,” lanjut Ketua KPU Banjarbaru.

Agenda debat tatap muka tiga paslon di Pilkada Banjarbaru digelar sebanyak 3 kali. Untuk debat pertama mempertemukan antar sesama Calon Wali Kota Banjarbaru.

Debat kedua antar Calon Wakil Wali Kota Banjarbaru. Lalu, puncaknya di debat ketiga mempertemukan para Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai satu pasangan.

Selain itu, Hegar menghimbau kepada seluruh tim relawan pemenangan tiap paslon untuk tidak menghadiri acara debat nantinya. Sebab, pihak KPU Banjarbaru membatasi jumlah peserta yang datang, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kita batasi, setiap paslon hanya boleh membawa 4 orang saja dari tim mereka. Jadi peserta yang dibolehkan masuk ke dalam ruangan hanya 6 orang, yakni calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota didampingi 4 orang dari tim mereka. Itu saja,” imbuhnya.

Namun, jangan khawatir. Tim relawan pemenangan maupun publik Banjarbaru masih dapat menyaksikan jalannya debat tatap muka para paslon di Pilkada Banjarbaru, melalui layanan streaming yang disiarkan secara langsung. Layanan streaming itu tersedia di platform yang dikelola oleh KPU Banjarbaru.

“Kita juga kerjasama dengan televisi lokal, untuk menampilkan pelaksanaan debat. Jadi kami sangat berharap kepada simpatisan agar yidak datang ke area pelaksanaan debat. Mari tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dengan menghindari kerumunan,” lugas Ketua KPU Banjarbaru.

Sebagai informasi, panggung kontestasi Pilkada 2020 di kota Banjarbaru telah mempertemukan 3 paslon yang saling memperebutkan tahta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Paslon nomor urut 1, ialah duet Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwanyah. Paslon nomor urut 2, duet Aditya Mufti Ariffin-Wartoni. Dan paslon nomor urut 3, duet Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->