Connect with us

Kab. Barsel

Tidak Sampai Sejam, Pasar Murah di Dusel Habis Diserbu Warga

Diterbitkan

pada

Kepala Disdagkop dan UK Barsel menyerahkan salah satu paket sembako pasar murah kepada salah satu kades untuk desa penyelenggara pasar murah. Foto: digdo
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Pasar murah yang digelar Disdagkop dan UKM Barito Selatan (Barsel) bekerja sama dengan PKK setempat, di Desa Penda Asam Kecamatan Dusel, tidak sampai berlangsung sejam. Tak memerlukan waktu lama, semua barang habis diserbu warga.

Kepala Disdagkop dan UKM Barsel Swita Winarsih mengatakan, untuk pasar murah di Desa Penda Asam merupakan desa pertama dari delapan desa yang dilaksanakan tahun ini di tiga kecamatan. “Jadi untuk Desa Penda Asam ini merupakan desa pertama untuk pelaksanaan dari pasar murah ini,” kata Swita Winarsih kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (14/5).

Ia menambahkan, tujuan digelarnya pasar murah ini adalah untuk masyarakat prasejahtera atau masyarakat yang kurang mampu. “Jadi paket sembako yang dijual pada pasar murah ini kiranya dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok, baik untuk bulan ramdhan ataupun dalam menyambut lebaran nanti,” ujar Swita.

Sembako yang dijual di pasar murah ini telah mendapatkan subsidi dari pemerintah. “Jadi sembako yang awalnya senilai Rp 150 ribu dan mendapat subsidi Rp 50 ribu sehingga pembeli hanya menebus dengan harga Rp 100 ribu saja,” jelas Swita.

Swita mengatakan, desa yang tidak kebagian disinggahi pasar murah, rencana tahun depan akan di usulkan. “Jadi untuk desa yang belum, akan kita usulkan ditahun depan, sehingga untuk semua desa yang ada di Barsel kiranya akan terlaksana semua namun secara bertahap,” pungkas Swita.(digdo)

Reporter:Digdo
Editor:Chell

Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kab. Barsel

Tak Punya Biaya untuk Persalinan Anaknya di RS, Idul Fitri Dibantu Parpol dan Ormas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Partai Golkar, PAN dan Ormas PP membantu untuk biaya proses kelahiran anak Idul Fitri. Foto: digdo
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Ramadhan menjadi bulan untuk menebar kebaikan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Seperti dialami Idul Fitri, ayah dari bayi 4,1 kg yang baru lahir dengan operasi di RS Jarse Buntok.

Idul yang dengan ekonomi pas-pasan, merasa kesulitan memenuhi biaya untuk proses kelahiran anaknya. Terlebih dimasa pandemi Covid-19, pria asal Kabupaten Tanah Laut yang kini mengadu nasib di Desa Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai, merasa bingung belum ada kesiapan untuk proses kelahiran anaknya. Namun ia tak mengira, ada saja bantuan menyelamatkannya.

“Saya sangat berterima kasih untuk segela pihak yang mau membantu di tengah kesusahan ini. Saya juga tidak menyangka sekali apakah ini bantuan dari tuhan lewat para penderma yang membantu saya,” ucap Idul kepada Kanalkalimantan.com, di Rs Jarse Buntok Minggu (2/5/2020).

Idul menyampaikan banyak terima kasih kepada Partai Golkar Buntok, PAN, dan Ormas Pemuda Pancasila, serta Dirut RS Jarse Buntok yang telah membantu segala biaya proses kelahiran hingga keluar Rumah sakit.

“Untuk biaya jujur saya bisa dibilang tidak punya sama sekali. Beruntung banyak pihak yang ikut membantu dari biaya proses melahirkan hingga keluar rumah sakit, bahkan untuk warga Desa Pamait bersedia menampung kami saat keluar nanti untuk tinggal sementara,” ucap Idul.

Di tempat yang sama, pengurus Partai Golkar Barsel, Evatro mengatakan, bantuan dari pihak Golkar ini merupakan wujud peduli mereka kepada semasa terlebih dimasa pandemi Covid-19. “Kita akui dimasa pandemi covid-19 ini semua serba susah, oleh itu kiranya lewat bantuan ini paling tidak bisa meringankan beban dari pihak keluarga pasien,” ujar Evatro.

Pun disampaikan perwakilan PAN Buntok Zain Mukthair. Ia mengatakan, bantuan jangan dipandang dari nominalnya, namun kepedulian untuk menolong yang sedang dalam kesusahan. “Paling tidak lewat bantuan ini kiranya bisa meringankan beban dari keluarga pasian dan tanda peduli dari kita kepada sesama,” ujar Zain.

Begitu pula dari Ormas Pemuda Pancasila Barsel yang langsung oleh Ketua Jailani Abdul Kadir mengatakan, kiranya bantuan ini merupakan wujud peduli kami dan bukti bahwa keberadaan Pemuda Pancasila di Barsel untuk terus sebisanya mungkin membantu sesama. “Kita dari Pemuda Pancasila akan terus buktikan sebisa kita membantu semua masyarakat Barsel, terlebih untuk kemajuan Barsel,” tandas Jailani.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Sekber Barsel Bagikan 1.000 Sembako kepada Warga Terpapar Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sekber membagikan paket sembako di Desa Wungkur Baru dan Pamangka Kecamatan GBA. Foto: digdo
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Sekretariat bersama penanganan sosial Covid-19 yang tergabung dalam 4 dinas terkait yakni Disnakertrans, DSPMDes, Disdagkop dan Disbudpar Barsel, membagikan paket sembako kepada sejumlah warga terpapar Covid-19.

Kepala Disnakertrans Barsel melalui Sekretaris Ida Sapitri mengatakan, Sekber bekerja sama dengan PKK Barsel sejak beberapa hari lalu membagikan 1.000 paket sembako.

“Jadi kita Sekber dan PKK Barsel sudah mendistribusikan paket sembako di beberapa kecamatan kepada warga tidak mampu dan lebih utama yang terpapar covid-19,” kata Ida kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya Rabu (29/4/2020).

Ia juga mengungkapkan dari 1.000 paket ini, yang lebih utama telah disalurkan sebanyak 141 paket untuk warga yang memang terpapar covid-19, baik ia berstatus ODP, PDP bahkan keluarga dari warga yang telah positif Covid-19.

“141 paket sembako dari kemaren telah kita salurkan hingga hari ini juga masih disalurkan, langsung door to door ke rumah warga yang terpapar covid-19 itu,” jelas Ida.

Dalam dua hari pihaknya telah selesai menyalurkan di dua kecamatan pada beberapa desa. Yakni Kecamatan Gunung Binta Awai dan hari ini di Kecamatan Dusel hingga Desa Tanjung Jawa. “Jadi dalam dua hari kita telah menyalurkan di dua Kecamatan yakni kemaren GBA dan hari ini Dusel, hingga sampai ke Desa Tanjung Jawa,” beber Ida.

Ditambahkan olehnya sekaligus berharap kiranya bantuan ini masih bisa terus berlanjur dan tentunya sangat mengharapkan dukungan donatur dari segala pihak, sehingga kegiatan ini dapat terus berlanjur dalam membantu warga yang memang sangat perlu bantua dari dampak pandemi covid-19 ini.

“Kita berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan kiranya untuk para donator yang ingin mendonasikan dalam membantu warga kita yang membutuhkan bisa langsung ke Sekretariat Sekber di Disnakertrans Barsel,” pungkas Ida.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Pakai SOP Covid-19, UPT PPD Buntok Tetap Operasional Beri Pelayanan Masyarakat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kepala UPT PDD Trisnawati SE mengenalkan sistem pajak online dan pelayanan samsat buntok bertarap SOP covid-19. Foto: digdo
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Meski saat ini Kabupaten Barsel berstatus zona merah Covid-19, namun sejumlah pelayanan dalam Unit Pelayanan Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPT PPD) atau Samsat Buntok tetap berjalan sesuai Standar Pelayanan Oprasional (SOP).

Kepala UPT PDD Trisnawati SE mengatakan, untuk pelayanan di samsat Buntok saat pandemi Covid-19 tetap berjalan normal. Namun dilaksanakan sesuai SOP yakni sesuai dengan anjuran pemerintah terkait jaga jarak baik antara petugas Samsat maupun pengunjung.

“Jadi kita tetap melakukan pelayanan seperti biasanya namun sekarang lebih menyesuaikan seperti anjuran Pemerintah, yakni dilakukan sesuai SOP sekarang,” kata Trisnawati kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya Selasa (28/4/2020).

Dijelaskan olehnya, para pemohonan yang datang untuk mengurus izin akan dilakukan pengecekan suhu memakai alat termogan. Selain itu disediakannya alat cuci tangan dan hand sanitizer dan para pemohon juga dilakukan jarak saat menunggu proses pelayanan. “Jadi dari tempat cuci tangan dan antis kita sediakan, selain itu pemohon juga dilakukan pengecekan suhu tubuh serta saat menunggu proses dilakukan jarak sesama pemohon lain,” beber Trisnawati.

Lebih lanjut olehnya untuk capain target realisasi penerimaan UPT PDD pada tri wulan pertama tahun 2020 ini masih bisa dibilang mencapai target untuk samsat Buntok sendiri. Yakni 31,55% tidak jauh dengan capain target yang ditargetkan oleh samsat Buntok. “Jadi walaupun ditengah pandemi covid-19, untuk capain target kita pada tri wulan pertama masih bisa dibilang mencapai target yang di inginkan,” ujar Trisnawati.

Ditambahkan olehnya selain pelaksanaan pembayaran pajak langsung ke Samsat Buntok, pihaknya juga telah membuka pelayanan Samsat Online atau Samolnas jadi pemohon tidak usah sampai antri lagi nanun bisa lakukan proses pembayaran dengan sistem online.

“Jadi kita juga telah membuka sistem online sehingga pemohon bisa mengurus pajaknya lewat online dan tidak perlu ikut antri melakukan pemohonan pembayaran pajak,” pungkas Trisnawati.(kanalkalimantan.com/digdo)

 

Reporter : Digdo
Editor : Cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->