Connect with us

Kota Banjarmasin

Tiga Direktur dan Empat Kapolres di Polda Kalsel Berganti

Diterbitkan

pada

Serah terima jabatan (Sertijab) dan sumpah janji tiga direktur dan empat Kapolres di wilayah hukum Polda Kalsel, Senin (23/9). Foto : Mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Irjen Pol Drs Yazid Fanani MSi memimpin serah terima jabatan (Sertijab) dan sumpah janji tiga direktur dan empat Kapolres di wilayah hukum Polda Kalsel, Senin (23/9). Sertijab berlangsung di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel ini dihadiri oleh Wakapolda, Irwasda, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kapolres Jajaran, Staf Polda Kalsel serta Bhayangkari.

Tiga Direktur tersebut yaitu Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus), Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) dan Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti). Sedangkan empat Kapolres yang disertijabkan yakni Kapolres Tapin, Kapolres Tanah Bumbu, Kapolres Kotabaru dan Kapolres Barito Kuala (Batola).

Adapun serah terima jabatan itu meliputi, Kombes Pol Rizal Irawan SIK SH MH yang selama ini menjabat sebagai Dir Reskrimsus Polda Kalsel posisinya digantikan Kombes Pol Masrur SH SIK. Sementara Dir Reskrimum Polda Kalsel yang dijabat Kombes Pol Sofyan Hidayat SIK kini digantikan AKBP Sugeng Riyadi SIK MH sebelumnya menjabat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Kalsel. Sedangkan Dir Tahti Polda Kalsel kini dijabat oleh AKBP Eka Surahman SIK.

Jabatan Kapolres Tanah Bumbu yang dipegang AKBP Kus Subiyantoro SIK digantikan AKBP Sugianto Marweki SIK sebelumnya menjabat Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel, sedangkan AKBP Kus Subiyantoro SIK kini menjabat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Kalsel.

Kapolres Kotabaru kini dijabat oleh AKBP Andi Adnan Syafruddin SH SIK MM menggantikan AKBP Suhasto SIK MH yang menjabat sebagai Wadir Reskrimum Polda Kalsel.

AKBP Bagus Suseno SIK MH yang selama ini menjabat Kapolres Tapin kini posisinya digantikan AKBP Eko Hadi Prayitno SIK, dan kini AKBP Bagus Suseno SIK MH menjabat sebagai Kapolres Batola menggantikan AKBP Mugi Sekar Jaya SSos SIK yang akan bertugas di Polda Sulteng.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs Yazid Fanani MSi menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian dedikasinya selama bertugas di wilkum Polda Kalsel.

“Terima kasih kepada pejabat lama yang telah sekian tahun mengabdikan diri dengan dedikasi tinggi dan mengukir prestasi yang sangat baik kepada Polda Kalimantan Selatan. Kami mendoakan semoga sukses di tempat yang baru,” tutur Kapolda Kalsel. “Untuk pejabat yang baru, kami ucapkan selamat datang dan bergabung dengan Polda Kalsel. Kami menunggu darma bakti dan prestasinya di Polda Kalsel. Tentunya pengalaman-pengalaman yang didapat di tempat tugas yang lama bisa menambah pengetahuan untuk memperkuat Polda Kalsel,” pungkas Kapolda Kalsel. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kota Banjarmasin

Dinyatakan Reaktif Covid-19, Tiga Calon Mahasiswa ULM Gagal Ikut UTBK

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga calon mahasiswa ULM gagal ikut ujian tertulis berbasis komputer karena dinyatakan reaktif Covid-19 Foto : fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tiga calon mahasiswa baru tidak bisa mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur seleksi bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Pasalnya, tiga orang calon mahasiswa tersebut terkonfirmasi reaktif Covid 19 berdasarkan hasil rapid test.

Penyelenggaraan sendiri dilakukan di Kampus ULM di Kawasan Kayu Tangi Banjarmasin pada Minggu (5/7/2020) siang. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr H Aminuddin Prahatama Putra.

“Ada tiga calon mahasiswa baru asal Kalimantan Selatan yang tidak bisa mengikuti tes, karena tiga orang tersebut dinyatakan reaktif Covid 19,” ucap Aminuddin.

Terkait tiga orang yang dinyatakan reaktif tersebut, Aminuddin enggan memberikan detail asal daerah bakal calon mahasiswa tersebut. Karena, ketiganya didapati reaktif sebelum pelaksanaan tes UTBK. “Untuk informasi tiga orang tersebut kita dapati sebelum dilaksanakannya, pelaksanaan tes UTBK ini,” terangnya.

Ia menyampaikan, untuk tiga orang yang tidak diperkenankan mengikuti tes UTBK itu, sudah disampaikan kepada masing-masing orang tua yang bersangkutan. Selain kepada orang tua yang bersangkutan, Aminuddin mengungkapkan, pihaknya menyampaikan informasi tersebut kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi di Jakarta.

“Sebab jika ada peserta yang dinyatakan reaktif ataupun positif maka akan kami sampaikan untuk dilakukan proses penanganan,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Tambah Rumah Karantina, Pemko Banjarmasin Incar Gedung BBPPKS Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarmasin berencana menambah rumah karantina baru Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Hingga kini, Pemko Banjarmasin masih menggunakan satu gedung sebagai pusat karantina bagi pasien positif Covid-19 yang merupakan orang tanpa gejala (OTG). Yaitu Gedung Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalimantan Selatan, di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kuin Utara.

Namun, muncul rencana jika Pemko Banjarmasin melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin mengincar satu gedung lagi sebagai rumah karantina bagi pasien Covid-19 yang merupakan OTG. Yaitu Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, yang berlokasi di Kompleks Mulawarman, Jalan Batu Besar, Kelurahan Teluk Dalam.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi, jajarannya sudah menyambangi Gedung BBPPKS Banjarmasin kemarin, bersama dengan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Setelah meninjau lokasi, Machli menyebutkan bahwa gedung ini layak dijadikan pusat karantina pasien Covid-19. Karena, gedung ini memiliki sanitasi yang layak dan tempat tidur yang nyaman dan bisa diisi oleh dua orang.

“Sangat representatif sekali. Jumlah tempat tidur yang bisa ditampung sebanyak 72 tempat tidur,” kata Machli saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Jumat (3/7/2020) sore.

Guna memuluskan rencana ini, Machli yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini menyatakan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI. Karena, gedung ini berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial RI.

“Kita tinggal menunggu jawaban surat dari Kementerian Sosial. Apakah diperkenankan menggunakan tempat itu, (karena) sangat bagus sekali,” ucap mantan Wadir Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu.

Diakui Machli, lokasi gedung BBPPKS Banjarmasin memang berlokasi dekat dengan kawasan permukiman. Namun demikian, ia berharap agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari, seperti penolakan dari warga sekitar yang terjadi beberapa waktu lalu di Kelurahan Pangeran dan Kelurahan Kuin Utara. Karena ia mengklaim, kepentingan masyarakat harus diutamakan.

Lalu, langkah apa yang ditempuh agar tidak terjadi penolakan seperti dua kejadian sebelumnya? “Kita sudah meminta pihak kecamatan dan lurah untuk mendisuksikan hal itu kepada ketua RT setempat dan mengedukasi atau mensosialisasikan kepada warga setempat, agar diinformasikan bahwa gedung BBPPKS kami gunakan untuk karantina bagi OTG,” tandas Machli. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Silang Informasi Status Zona Hitam Covid-19 Dua Kelurahan di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

perkembangan kasus Covid-19 di Banjarmasin Foto: gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tingginya angka kasus Covid-19 ternyata membuat dua kelurahan di Kota Banjarmasin resmi masuk dalam kategori zona hitam. Kedua wilayah tersebut merupakan Kelurahan Pekapuran Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Namun, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin membantah dengan mengatakan statusnya zona merah tua!

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi mengatakan, dari 52 kelurahan di Banjarmasin, kedua kelurahan tadi sudah masuk dalam zona hitam. Hal ini dikarenakan, Kelurahan Pekapuran Raya tercatat ada 76 kasus terkonfirmasi positif, 21 sembuh dan 7 meninggal dunia. Sedangkan untuk Kelurahan Pemurus Dalam tercatat ada 61 kasus terkonfirmasi positif, 8 sembuh dan 7 meninggal dunia.

“Ini sesuai dengan analisa dan pendapat ahli, jika jumlah warga yang positif Covid-19 di suatu kelurahan sudah di atas 50 kasus maka masuk zona hitam,” kata Machli, Kamis (2/7/2020) malam.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan kedua wilayah yang masuk dalam status zona hitam tersebut untuk mendapat perlakuan khusus. Yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menegaskan, bahwa disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan adalah kunci utama dalam mengatasi kondisi wabah Covid-19 di Kota Banjarmasin. Ditambah dengan edukasi yang dilakukan oleh jajarannya, dengan tujuan agar masyarakat mau mentaati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Strategi yang kita lakukan ini sesuai dengan kebijakan menteri kesehatan. Pokoknya edukasi harga mati, edukasi tanpa henti pada setiap harinya,” beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin itu.

Dari data seluruh kota Banjarmasin dari lima kecamatan yang mendekati zona hitam diantaranya Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru. “Saat ini kondisi dua kelurahan ini (Kelurahan Teluk Dalam dan Pemurus Baru) sudah masuk dalam zona merah tua. Yang sudah masuk zona hitam itu Pekapuran Raya dan Pemurus dalam,” kata Machli.

Di samping itu, ia membeberkan, saat ini terdapat sekitar 500 spesimen swab yang masih belum keluar hasilnya. Hal itu dikarenakan antrian yang begitu panjang. “Ada sekitar tiga ribu sample swab yang masih diperiksa,” jelasnya.

Dari 3 ribu sampel itu dibagi ke beberapa tempat untuk melakukan pemeriksaan hasil swab tersebut. “Salah satunya diperiksa di RSUD Ansari Saleh sekitar 3 ratus sampel dan sisanya dikirim ke Banjarbaru,” pungkas Machli.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh Jubir GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin terkait status zona hitam tersebut, berbeda dengan data perkembangan kasus Covid-19 yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada Kamis (2/7/2020) petang.

Karena, jumlah kasus yang terjadi di kedua kelurahan yang disebutkan masuk dalam zona hitam itu masih menunjukkan zona merah tua. Atau dengan kata lain, belum termasuk zona hitam.

Berdasarkan data yang diterima, suatu kelurahan bisa dikatakan masuk dalam zona hitam apabila terdapat sedikitnya 81 hingga 100 kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan Kelurahan Pekapuran Raya hanya terdapat 76 kasus dan Kelurahan Pemurus Dalam ada 61 kasus terkonfirmasi positif.

Sehingga dapat disimpulkan, kedua kelurahan tersebut belum termasuk zona hitam. Melainkan, masih pada zona merah tua. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->