Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Tiga Musang Dikembalikan ke Hutan

Diterbitkan

pada

Tiga ekor musang dikembalikan ke habitatnya oleh KPH Hulu Sungai Foto : dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANDANGAN, Dua ekor Musang Bulan (Paguma larvata) dan seekor Musang Akar (Arctogalidia trivirgata) berhasil dievakuasi dalam kegiatan pengamanan satwa liar, Selasa (25/6). Tim yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, Rudiono Herlambang ini bergerak atas dasar laporan kecurigaan warga akan adanya hewan liar yang dipelihara warga tanpa.

Menurut warga yang selama ini memelihara musang, Adul, dia memperoleh satwa liar itu dari warga lain yang berhasil menangkapnya di hutan.

“Saya dapat binatang ini dari orang. Beliau mendapatkannya dari hutan pada saat berladang, ” tuturnya dengan bahasa Banjar yang kental.

Jani yang berasal dari Desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung Kabupaten HSS menyatakan bahwa satwa ini hanya untuk koleksi, tidak diperjualbelikan. “Saya tidak tahu jika binatang ini tidak boleh dipelihara. Karena di hutan masih banyak,” katanya.



Rudiono langsung memberi pengarahan kepada warga agar tidak memelihara binatang – binatang liar, apalagi yang dilindungi tanpa izin. “Sesuai aturan yang berlaku, perijzinan pemeliharaan satwa liar berada pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan itupun berupa rekomendasi dengan memberikan sertifikat bagi satwa dilindungi kategori F2, yaitu satwa turunan atau generasi ketiga,” terang Rudiono.

Setelah berkoordinasi dengan Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dishutprov Kalsel, pada hari itu juga, akhirnya ketiga satwa ini dilepaskan di kawasan Hutan Produksi di Dusun Mandapai Desa Batu Bini Kecamatan Padang Batung. (kphhulusungai)

Reporter : Kphhulusungai
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)



Reporter : Antara
Editor : Antara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.



Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->