Connect with us

Kriminal Banjarmasin

Tiga Pembawa Sajam Diamankan Polisi, Salah Satunya Perempuan

Diterbitkan

pada

Tiga pelaku pemilik Sajam tanpa izin yang ditangkap Polsek Banjarmasin Timur. Foto : polsek banjarmasin timur
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Menekan angka kriminalitas di jalanan, Polsek Banjarmasin Timur gencar melakukan operasi cipta kondisi (Cipkon) di wilayah hukumnya.

Tiga orang diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) tanpa izin. Pertama, Polsek Banjarmasin Timur mengamankan seorang pria MST (30) di kawasan jalan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (19/11). Dari pelaku petugas mengamankan senjata tajam jenis samurai lengkap dengan sarungnya.

“Sajam tersebut diselipkan di bagian belakang celana pelaku dan ditutup dengan kaos,” ujar Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol HM Uskiansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Timur Yono, Senin (2/12).

Kemudian pada (28/11) sekitar pukul 21.00 Wita jajaran Polsek Banjar Timur juga mengamankan seorang pelaku yang kedapatan membawa Sajam jenis pisau di halan Manggis atau tepatnya di depan Pasar Batuah. Menariknya, pelaku merupakan seorang perempuan, SM (24) warga Komplek Lutfia Kelurahan Sungai Sipai, Kabupaten Banjar.

“Sajam bersarung lilitan kertas yang dilakban tersebut kita temukan di dalam tas sandang yang di bawa pelaku,” ujar Iptu Timur.

Hanya berselang sehari, petugas kembali mengamankan seorang pria yang membawa Sajam jenis pisau di kawasan jalan Veteran Simpang Pengambangan, Gang Ubah, Kecamatan Banjarmasin Timur. Saat diciduk, pelaku sempat membuang Sajam tersebut. Namun beruntung petugas cukup jeli hingga mampu memergoki tindakan pelaku. Setelah diintrogasi petugas pelaku akhirnya mengakui Sajam tersebut adalah miliknya.

Iptu Timur menegaskan, gencarnya cipkon yang dilakukan pihaknya merupakan instruksi dari pimpinan agar perkelahian, pembunuhan maupun tindak kekerasan lain tidak terjadi, khususnya di kawasan Banjarmasin Timur. “Kita terus giatkan sebagaimana intruksi dari pimpinan, baik itu siang maupun malam hari,” tegas Iptu Timur.

Ia pun mengimbau warga untuk tidak membawa Sajam, baik untuk alasan menjaga diri atau alasan apapun. “Kita juga terus beri imbauan kepada masyarakat. Tapi kalau masih nekat membawa Sajam, maka jangan salahkan kami jika bertindak tegas,” pungkasnya.

Seluruh pelaku yang sudah dinamakan dikenakan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 Tentang tanpa hak membawa senjata. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

Kriminal Banjarmasin

Tak Terima Ditegur, Pemuda Tusuk Penjaga Malam Komplek

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tersangka pelaku penusukan di basirih banjarmasin. Foto : polsek banjarmasin barat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polsek Banjarmasin Barat menetapkan seorang pemuda pengangguran berinisial MNF (23) sebagai tersangka kasus penusukan pada Rabu (14/11/2019) silam.

MNF yang merupakan warga Jalan Teluk Tiram Darat Gang Ampera 1 Ujung, Kelurahan Basirih tersebut diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap Hadi (54) warga Jalan Purnasakti Jalur 9, Gang Raudah, Kelurahan Basirih.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Mars Suryo Kartiko melalui Kanit Reskrim, Iptu Yadi Yatullah mengungkapkan, setelah sempat melakukan pengejaran, pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat berada tak jauh dari rumahnya, Selasa (7/7/2020) kemarin.

Kasus penganiayaan ini, lanjut Iptu Yadi, bermula saat korban yang merupakan penjaga malam di kawasan Komplek Purna Sakti, Jalur 9, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat itu sedang berada di pos jaganya.

“Saat itu ia (korban) duduk lantaran baru selesai memadamkan api akibat korsleting listrik di salah satu rumah warga. Saat duduk itulah pelaku melintas dalam kondisi mabuk dan membawa senjata tajam jenis pisau,” tutur Iptu Yadi.

Korban kemudian menegur pelaku dengan ucapan ‘jangan membawa lading kesini orang takutan (jangan membawa pisau kesini, membuat warga lain takut’, dalam bahasa Banjar). Alih-alih menyadari perbuatannya, pelaku malah mengejar korban dan menganiayanya hingga mengalami beberapa luka.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri, dada bagian kanan, luka tusuk pada bagian kepala atas sebanyak 2 kali dan bagian kepala belakang sebanyak 2 kali,” beber Iptu Yadi.

Kendati telah berhasil menangkap pelaku, saat ini petugas masih mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Pelaku sendiri dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal Banjarmasin

Sempat Cekcok, Rafiki Tega Hilangkan Nyawa Erfani di Jalan Belitung Darat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kapolresta Banjarmasin melalui Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko memaparkan kronologi pembunuhan yang dilakukan Rafiki terhadap Erfani. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Jajaran Polsek Banjarmasin Barat berhasil meringkus Akhmad Rafiki (23), warga Jalan Belitung Darat Gg Inayah Banjarmasin atas dugaan tindak pidana pembunuhan pada Jumat (26/6/2020). Rafiki diringkus pada 3 Juli 2020 di Bungur, Kabupaten Tapin.

Kapolresta Banjarmasin melalui Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko memaparkan, awal mula Rafiki membunuh korban berinisial Akhmad Erfani (35) lantaran sempat cekcok.

“Karena tidak terima dan sempat cekcok dengan istri Rafiki, terjadilah percekcokan dan pembunuhan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang yang kita kenakan pasal 338 KUHP,” kata Kompol Mars di Polsek Banjarmasin Barat, Senin (6/7/2020) siang.

 Tersangka sendiri diringkus saat bersembunyi di rumah keluarganya di Bungur, Kabupaten Tapin. Ia sendiri diringkus oleh Reskrim Polsek Banjarmasin Barat yang dibantu oleh Unit Resmob Polda Kalsel, Unit Jatanras Polresta Bjm, Unit Jatanras Polres Tapin dan Unit Jatanras Polres Hulu Sungai Selatan.

“(Pelaku) menempati salah satu rumah yang kosong. Di sebelah rumah bibinya, jadi dia bersembunyi dan menetap di situ,” ungkapnya.

Barang bukti yang didapat aparat kepolisian sendiri masing-masing satu buah senjata tajam jenis badik tanpa kumpang berwarna coklat sepanjang 25 cm, serta satu buah senjata tajam badik lengkap dengan kumpang warna coklat dengan panjang yang sama. “Barang bukti kita temukan di TKP. Ditinggal di TKP,” lugas Kompol Mars.

Kapolsek memastikan, baik korban Erfani dan pelaku Rafiki tidak saling mengenal satu sama lain. Korban Erfani yang merupakan warga Jalan Pekapuran Raya Komp. Yatera Rt. 015 Rw. 001 Banjarmasin ini sehari-harinya berjualan parfum.

Saat ini, Rafiki ditahan di Mapolsek Banjarmasin Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia sendiri dikenakan pasar 338 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kriminal Banjarmasin

Pelaku Pembunuhan di Belitung Darat Diduga Residivis Kasus Penganiayaan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rafiki (23) diamankan petugas dari Polsek Banjarmasin Barat Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tersangka Akhmad Rafiki (23), warga warga Jalan Belitung Darat Gg Inayah Banjarmasin berhasil diringkus oleh jajaran Polsek Banjarmasin Barat pada 3 Juli 2020. Belakangan diketahui, Rafiki merupakan seorang residivis.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Mars Suryo Kartiko di Polsek Banjarmasin Barat, Senin (6/7/2020) siang. “Pelaku seorang residivis. Sebelumnya saat berumur 16 tahun, dikenakan pasal 338 juga, pada saat di bawah umur,” kata Kapolsek.

Tak hanya itu, Rafiki juga pernah dikenakan pasal 351 KUHP. Lantaran diduga melakukan tindak pidana penganiayan. “Dan terakhir ini 338 (tindak pidana) pembunuhan pada saat kemarin, 26 Juni 2020,” tandas Kapolsek.

Sementara itu, tersangka Rafiki mengakui bahwa sebelumnya ia pernah ditahan di Polsek Banjarmasin Barat. “Iya, dulu berkelahi,” singkatnya.

Rafiki mengakui, setelah menghabisi nyawa Akhmad Erfani, ia sempat melarikan diri ke beberapa tempat. Pertama, ia melarikan diri ke rumah mertuanya di kawasan Handil Bhakti. “Habis itu minta antarkan ke Banjarbaru. Kemarin naik angkutan umum,” kata Rafiki.

Ia sendiri tega menghabisi nyawa Erfani, lantaran tak terima sang istri ditusuk oleh korban. “(Tak terima) melihat istri saya ditusuk sama korban. Pas saya tanya, korbannya dalam keadaan mabuk juga,” tuturnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->