Connect with us

kriminal banjarbaru

Tiga Wanita Penguntil di Q Mall Ternyata Warga Jakarta, Alat Kosmetik Kecantikan Jadi Barbuk

Diterbitkan

pada

Tiga pelaku penguntil di Q Mall Banjarbaru bersama barang bukti yang diamankan polisi. Foto : Polsek Banjarbaru Kota
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Aksi pencurian yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan modern di Q Mall Banjarbaru, menarik perhatian masyarakat. Tiga pelaku wanita yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, terbilang lihai dalam melancarkan aksinya.

Ketiga pelaku membagi peran masing-masing untuk menggarap barang curian di sebuah jenama perbelanjaan modern itu. Salah satu dari mereka ada yang bertugas mengawasi, lalu ada eksekutor memasukan barang curian ke dalam tas punggung, dan satu orang pengalih perhatian petugas jaga.

Tiga penguntil wanita itu ialah FH, M, dan FA. Mengejutkannya lagi, ketiga wanita tersebut rupanya bukan warga Banjarbaru ataupun tinggal di daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Ketiga pelaku wanita ini adalah warga DKI Jakarta. Hal itu berdasarkan alamat yang tertera di KTP mereka,” kata Kanit Reskrim Polsek Banjarbaru Kota, Iptu Yuli Tetro, Kamis (17/9/2020) siang.



Barang bukti yang disita dari tiga penguntil wanita itu ialah FH, M, dan FA. Foto: Polsek Banjarbaru Kota

Saat melancarkan aksinya di sebuah super market yang ada di Q Mall Banjarbaru, ketiga wanita penguntil tersebut mencuri barang-barang, yang kebanyakan adalah alat kosmetik kecantikan. Yakni, 9 buah studio line indstrcbble extreme, 16 buah Sl Fx gen normal strength, dan alat-alat kosmetik mahal lainnya. Termasuk juga mengembat 2 lembar baju dan 1 tas.

Atas kejadian tersebut, pihak pengelola super market hampir saja menelan kerugian mencapai Rp 6,1 juta. Beruntung selang beberapa menit usai keluar dari pintu keluar, trio wanita tersebut langsung dicegat oleh petugas keamanan dan akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

“Untuk ketiga pelaku, kami jerat dengan pasal 363 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukumannya 7 tahun,” terang AKP Tetro.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Purbo Raharjo melalui Kasi Humas Aipda Ahmat Supriyanto, mengimbau kepada pihak pengelola perbelanjaan untuk terus meningkatkan keamanan guna mencegah terjadinya pencurian. Apalagi, kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat para pelaku kejahatan mengincar tempat perbelanjaan sebagai target operasi.

“Pasang kamera CCTV dan menempatkan petugas keamanan. Hal itu perlu dilakukan lantaran adanya pergeseran modus operasi tindak pidana perampokan maupun pencurian di tengah pandemi Covid-19,” kata Aipda Supri. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

kriminal banjarbaru

Penjual Miras di Landasan Ulin Barat Diciduk

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Miras diamankan anggota Polsek Banjarbaru Barat. Foto : Polsek Banjarbaru Barat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polsek Banjarbaru Barat mengamankan pria berinisial RI dalam giat pekat di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kamis (22/10/2020) malam.

RI diamankan lantaran diduga sebagai penjual minuman keras di wilayah tersebut. Pengamanan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat, yang mana hal itu kemudian ditindak lanjuti petugas kepolisian.

Terbukti dari hasil operasi pada malam itu, petugas menemukan belasan botol miras berbagai merek di tempat tinggal tersangka.

“Benar, kami menyita sedikitnya 19 botol miras. Di antaranya merk mansion house 1 botol, anggur merah 12 botol dan anggur putih 6 botol,” ungkap Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung, Jumat (23/10/2020).



RI beserta barang bukti miras tersebut diamankan ke Mapolsek Banjarbaru Barat guna di data dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam kasua ini, tersangka akan dijerat Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarbaru tentang pengedaran miras.

“Kita sudah memastikan bahwa tersangka menjual miras berbagai merk itu tanpa adanya izin. Saya imbau juga kepada masyarakat untuk menjauhi minuman beralkohol ini. Karena selain merugikan diri sendiri, juga dapat merugikan orang lain,” tungkas Kapolsek. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

Mantan Wagub Kalsel Hilang Hp di Bandara, Pelaku Dibekuk Polisi, Ngaku Dapat di Kursi Pesawat

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polres Banjarbaru mengungkap pencurian handphone di Bandara Syamsudin Noor. Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru mengungkap dua kasus pencurian yang terjadi selama beberapa pekan terakhir di wilayah Banjarbaru. Bahkan, salah satu korban dari maraknya aksi pencurian itu ialah Wakil Gubenur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 HM Rosehan Noor Bahri.

Dalam konfensi pers, Kamis (22/10/2020) sore, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso mengungkapkan, kasus pencurian yang menimpa Rosehan itu terjadi pada Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam kasus ini, handphone milik elit politikus PDI Perjuangan tersebut raib dibawa seseorang saat dirinya tiba di Bandara Syamsudin Noor.

“Bapak Rosehan baru sadar handphone miliknya hilang saat sudah turun dari pesawat. Beliau kemudian mencoba menanyakannya kepada pihak maskapai penerbangan. Namun, setelah diperiksa kembali di kursi yang diduduki Rosehan, pihak maskapai tak menemukan handphone yang dimaksud,” cerita Kapolres.

Sebenarnya, Rosehan juga mencoba menghubungi nomor handphone miliknya tersebut. Hanya saja, usaha itu sia-sia lantaran telepon tersebut tidak tersambung dan diduga hanphone tersebut telah dimatikan. Atas kejadian ini, Rosehan mengalami kerugian yang ditafsir mencapai Rp 12 juta.



Tak berselang lama pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan mencocokan data penumpang yang ada di dalam pesawat yang ditumpagi Rosehan. Hasilnya, seorang penumpang berinisial BA (48), warga Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, diduga telah melakukan pencurian handphone tersebut.

Dugaan itu terbukti, tatkala pihak kepolisian mengamankan BA di tempat tinggalnya pada Selasa (20/10/2020), dan menemukan handphone milik Rosehan tersebut. Atas hal ini, BA kemudian digiring ke Mapolres Banjarbaru guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Banjarbaru menjelaskan bahwa BA mengakui telah mengambil handphone milik Rosehan yang sebenarnya tertinggal di pesawat. Tersangka berdalih telah melaporkan handphone Rosehan yang tertinggal itu kepada pramugari pesawat.

“Hanya saja saat disuruh pihak pramugari untuk menyerahkan handphone tersebut ke petugas AVSEC Bandara Syamsudin Noor, tersangka tidak melakukannya. Tersangka membawa handphone Rosehan keluar dari bandara menggunakan tas ransel. Lalu, setelah keluar, tersangka melanjutkan perjalannya ke Kabupaten Tanah Bumbu,” jelas AKPB Doni.

Selain itu, Kapolres Banjarbaru juga mengungkapkan, tersangka juga dengan sengaja mencabut SIM Card yang tertanam di handphone milik Rosehan, guna mengganti nomor baru handphone tersebut. Setelah itu, BA kemudian mengaktifkan mode ulang handphone tersebut, untuk dipakai sehari-hari.

“Tapi sebelum handphone itu digunakan, kami dari pihak kepolisian berhasil mengamankan tersangka. Handphone ini menjadi barang bukti, termasuk juga manifest pesawat, SIM Card, boardingpass, serta tas ransel yang digunakam tersangka,” lugas AKBP Doni.

Atas perbuatannya tersebut, BA disangkakan pasal 362 ayat 1 tentang tindak tindak pidana pencurian, dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->