Connect with us

Kanal

Tim Pembina UKS HSU Studi Pembelajaran di Dua Sekolah Percontohan

Diterbitkan

pada

Kunjungan kerja Tim Pembina UKS HSU di SD Hang Tuah 10 Juanda, Sidoarjo dan SMKN 3 Buduran, Sidoarjo. foto : dewahyudi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

AMUNTAI, Pembinaan Program sekolah sehat dan mendukung terwujudnya Madrasah menuju Madrasah Sehat, tim pembina UKS Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) studi banding ke Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Salah satu kunjungan ke SD Hang Tuah 10 Juanda, Kabupaten Sidoarjo yang menjadi sekolah standar nasional sekolah percontohan UKS nasional, serta sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.

Studi pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran sekaligus melakukan observasi atau pengamatan terhadap lingkungan ini dipimpin Ketua Pembina UKS HSU H Rahmat, Kadinkes HSU H Agus Fidliyansyah, Kepala MIN 9 HSU bersama rombongan tim pembina UKS Kabupaten HSU.

Sambutan hangat diberikan Keluarga Besar SD Hang Tuah 10 Juanda. Wiwid, Kepala Sekolah SD Hang Tuah 10 Juanda Sidoarjo berharap banyak informasi yang dapat didapat dari SD Hang Tuah 10 Juanda oleh Tim Pembina UKS bisa diterapkan di Kabupaten HSU.

Menurut Kepala Dinkes HSU H Agus Fidliyansyah mengatakan, banyak pelajaran yang dapat diambil oleh Tim UKS HSU dari kunjungan kali ini, diantaranya sebagai ajang silaturahmi antar pembina UKS.

Selain berkesempatan mengunjungi SD Hang Tuah 10 Juanda, tim UKS HSU juga mengunjungi SMKN 3 Buduran, sekaligus kantor sekretariat tetap UKS yang berada di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Banyak inovasi yang diterapkan dua sekolah tersebut, sehingga membuat mereka dijadikan sekolah rujukan pembelajaran. Salah satunya SD Hangtuah 10 yang memiliki auditorium dan memiliki kelas plus-plus yakni pembelajaran 2 bahasa.

“Semua kader mempunyai pengetahuan, kemampuan komunikasi yang baik sebagai kader kesehatan dan mempunyai motif pakaian batik yang tersendiri untuk UKS yang mendapatkan sertifikat Kemenkes tahun 2014,” kata Kadinkes HSU.

Agus menyebut, kunjungan studi ini tidak hanya sekedar membenahi berbagai persiapan untuk MIN 9 HSU ke ajang lomba UKS tingkat nasional, tetapi lebih berharap agar kedepannya menjadikan sekolah-sekolah di HSU memiliki UKS-UKS yang berjalan dengan baik. (dew)

Reporter : dew
Editor : bie

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kabupaten Kapuas

16 ODP Dikarantina, Pemkab Kapuas Salurkan Sembako untuk Keluarga

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Gugus tugas Covid-19 Kapuas memberikan sembako pada keluarga ODP yang menjalani karantina 14 hari. Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Pemkab Kapuas melalui Gugus Tugas COVID-19 menjamin sembako keluarga orang yang dikarantina. Langkah ini dilakukan menyusul dikarantinanya 16 warga Kapuas dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Saat ini sudah 16 warga berstatus ODP di karantina. Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, di Posko satgas covid-19 Kapuas, Minggu (12/4/2020).

Budi Kurniawan mengatakan, karantina ini dilakukan selama 14 hari kedepan untuk memutus matai rantai penyebaran Virus Corona. Ia menegaskan, selama masa karantina, Pemkab Kapuas akan menjamin keluarga ODP yang dikarantina. “Selama karantina 14 mereka yang berstatus ODP ditanggung Pemkab atau disalurkan makanan dan keluarga mereka juga diberikan sembako,” jelasnya.

Lanjutnya, pemberian sembako kepada keluarga ODP yang dikarantina adalah bentuk tanggungjawab Pemkab untuk menjamin hak hidup warganya. Langkah ini juga dilakukan untuk memberikan ketenangan warga Kapuas agar secara sukarela melaporkan diri. Karena Pemkab Kapuas akan menjamin warga ODP beserta keluarganya. “Hal ini dilakukan, karena karantina mandiri diragukan. Apakah benar dilakukan selama 14 hari di rumah. Serta berpotensi menularkan di lingkungan keluarga,” tegas Budi.

Maka dari itu, ia mengingatkan Kepada warga Kapuas, lebih baik dikarantina dan ditangani tim medis, karena penanganannya lebih pasti dan terpantau. Kepala Dinsos menjamin, tempat karantina yang disiapkan Pemkab Kapuas sangat layak dan dijamin kenyamanan bagi warga ODP. Selain itu, pihaknya beserta tenaga medis dipastikan akan menjaga privasi dan kerahasiaan warga ODP.

“Saya berharap masyarakat yang baru datang dari wilayah zona merah COVID-19 untuk segera melaporkan diri ke Posko Gugus tugas Covid-19 yang berada di Kabupaten Kapuas,  Agar dilakukan pemeriksaan dan bila perlu akan dikarantina. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus baik kepada keluarga maupun orang lain. Karena Orang Tanpa Gejala (OTG) berpotensi menyebarkan virus corona,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/Ags)

 

Reporter : Ags
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Sekda Kota Palangkaraya Positif Covid-19, Wali Kota pun Berstatus ODP

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sekda Kota Palangkaraya positif covid-19 Foto: wartaekonomi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Virus Corona atau Covid-19 kembali menjangkiti pejabat publik di Kalimantan. Kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Hera Nugrahayu, dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin melalui video yang diunggah di instagram pribadinya @fairidnaparin. Tak hanya Sekda, namun juga salah satu Kepala Dinas (Kadis) di kota tersebut telah dinyatakan positif Covid-19. “Benar bahwa Sekda Palangkaraya positif Covid-19 dan ada satu kadis juga terkena positif Covid-19,” kata Fairid, Rabu (1/4/2020).

Fairid mengakui telah mendapatkan izin dari yang bersangkutan. Selain itu, pemberitahuan ini ditujukan agar masyarakat lebih waspada dengan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dan tanpa pandang bulu.
Ia mengatakan, Hera terke

na Corona karena intensitas interaksi di lapangan tinggi, sehingga menjadi rentan. “Sekda salah satu berdiri di depan untuk memerangi kasus ini dan menjaga keselamatan masyarakat. Beliau sering turun ke lapangan, makanya rentan,” kata dia.

Kasus positif satu lagi, kata dia, merupakan seorang yang bertugas menjaga kebersihan dan estetika kota. Sementara terkait dengan status kesehatannya sebagai ODP, Fairid mengatakan, “Saya juga berkontak dengan Sekda. Saya masih menunggu tahapan medis kesehatan berikutnya,” tambahnya.

Meski demikian, roda pemerintah Palangkaraya, tetap berjalan seperti biasa. Fairid mengatakan pihaknya juga sudah ada membentuk Gugus Tugas Penanganan COVID-19. “Sekarang zaman digital, komunikasi bisa melalui handphone,” ujarnya.

Di tengah pandemi Corona, Fairid menyebut sudah menyiapkan kebijakan untuk melindungi masyarakat seperti bantuan sembako, kelonggaran kredit hingga akan menutup akses darat di Palangkaraya demi mencegah penularan Corona.

Berdasar data pemerintah RI terbaru, ada penambahan kasus positif Corona sebanyak 149, total hadi 1.677. Kasus pasien sembuh bertambah 22, jadi 103, kemudian kasus meninggal bertambah 21 orang, jadi 157. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

1 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Rujukan Banjarmasin Merupakan Warga Jakarta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Banjarmasin Dr. Machli Riyadi Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan mengungkapkan adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif. Salah satu pasien yang dinyatakan positif, disebut merupakan rujukan dari Kota Banjarmasin.

Kendati demikian, Ketua Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Kota Banjarmasin Dr Machli Riyadi mencoba meluruskan informasi yang saat ini telah beredar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini, pasien rujukan dari Kota Banjarmasin tersebut bukanlah warga asli Banjarmasin, melainkan warga DKI Jakarta.

“Satu tambahan positif yang disebutkan itu sebenarnya bukan warga kota Banjarmasin. Beliau adalah orang Jakarta yang singgah di Banjarmasin,” beber Machli, Senin (30/3/2020) malam.

Kendati begitu, Machli belum bersedia membeberkannya lebih jauh, termasuk kapan warga DKI Jakarta ini datang ke Kota Banjarmasin. Karena, masih harus dikonfirmasi agar dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan memastikan, adanya penambahan empat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel Muhammad Muslim dalam video conference di Command Center Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (30/3/2020) sore.

“Yang positif terkonfirmasi Covid-19 bertambah 4 kasus. Sehingga jumlahnya menjadi 5 kasus,” kata Muslim.

Muslim merincikan, kasus pertama yang terkonfirmasi positif yaitu Pasien Ulin-9 yaitu seorang wanita berusia 50 tahun asal Martapura Kabupaten Banjar. Kemudian, pasien Ulin-10 yaitu seorang laki-laki berusia 45 tahun, juga dari Martapura, Kabupaten Banjar. “Kondisinya saat ini masih ada batuk, namun sesak berkurang,” kata Muslim.

Lebih lanjut Muslim menambahkan, pasien Ulin-11 juga terkonfirmasi positif Covid-19. Yaitu seorang laki-laki berusia 56 tahun rujukan dari Kota Banjarmasin. Pasien ini sudah memasuki hari kedelapan perawatan. “Kondisi masih ada sesak nafas,” lugas Muslim.

Nah, pasien inilah yang dimaksudkan sebagai warga Jakarta yang datang ke Kalsel. Terakhir, pasien Ulin-13 seorang laki-laki berusia 21 tahun asal Kabupaten Tabalong, yang juga memasuki hari ke delapan masa perawatan di rumah sakit (RS) rujukan di RSUD Ulin Banjarmasin. “Kondisi masih ada batuk dan sesak nafas,” jelas Muslim.(Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter : Fikri
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->