Connect with us

HEADLINE

Tinjau Lokasi Pencemaran Oli Bekas PT Gaya Bakti, Dewan: Ini Ada Unsur Kesengajaan!

Diterbitkan

pada

Komisi III DPRD Kota Banjarmasin cek lokasi pencemaran oli bekas milik PT Gaya Bakti. foto: riki
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN -  Dinas Lingkungan Hidup kerahkan tiga petugas untuk melakukan pengerukkan sisa oli bekas yang masih tersisa, menyusul temuan dugaan pencemaran lingkungan di jalan Kapten Piere Tendean, Kota Banjarmasin, Selasa (14/1/2020).

Usai dilakukan pengurasan, kemudian petugas menghamburkan pasir untuk menyerap sisa oli dan mengisolir dampak yang ditimbulkan saat turun hujan.

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin yang ikut meninjau lokasi pencemaran oli bekas milik PT Gaya Bakti merasa hal ini merupakan bentuk kesengajaan.

“Oli tidak bisa didaur ulang, ini seperti unsur kesengajaan. Kami akan kembali memanggil LH untuk menanyakan bagaimana tindak lanjutnya,” ucap Ketua Komisi III M Isnaini.



Ia juga mendesak agar kasus ini dapat diselesaikan sesegera mungkin, karena hal ini sudah masuk dalam kuantitas yang cukup besar.

“Mengapresiasi tindakan polisi secara cepat dan harus sesegara memproses, karena berimbas pada lingkungan dan kondisi pencemaran sungai Martapura sebagai sumber air baku PDAM,” ujarnya.

Cek lokasi Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. foto: riki

Baca: Kasus Pencemaran Oli PT Gaya Bakti, Dit Reskrimsus Naikkan Status ke Tahap Penyidikan!

Usai melakukan peninjauan, wakil rakyat memerintahkan para petugas untuk menghentikan sementara proses pengurasan.

Sementara itu, Kasi Pengkajian Handal Dinas LH Kota Banjarmasin Adi Rahman mengatakan akan menghentikan pengerjaan yang dilakukan mereka atas perintah Komisi III.

“Kita hentikan dulu,” tuturnya.

Petugas DLH Banjarmasi mengambil oli bekas yang mencemari sungai Martapura. foto: riki

Ia menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pengerukkan setelah pihak kepolisian sudah menetapkan status tersangka.

“Setelah kasusnya jalan dan selesai, harus ada tanggung jawab dari tersangka atau kita melakukan pemulihan,” tambahnya.

Baca : Limbah Oli Mengalir ke Sungai, Penimbunan Oli PT Gaya Bakti Tak Berizin?

Sekadar informasi, hingga saat ini sudah 12 jerigen berkapasitas 20 liter yang menampung oli bekas tersebut.

Sementara pihak kepolisian belum menetapkan para tersangka. Jika terbukti bersalah, pelaku terancam pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit satu miliar rupiahdan paling banyak tiga miliar rupiah terkait Undang-Undang no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Mukhyar melalui Kabid Pengawasan Lingkungan Wahyu Hardi Cahyono mengakui, pihaknya tidak mengetahui persis keberadaan tempat penimbunan oli kedaluarsa itu. Lantaran, perusahaan PT Gaya Bakti diduga tidak memiliki izin.

Pihaknya menyayangkan limbah oli yang malah mengalir hingga ke bibir Sungai Martapura yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.

“Yang namanya B3 itu bahan berbahaya beracun, jika berproses jadi limbah. Tapi kalau dia B3 tapi kedaluarsa, bisa dikatakan limbah juga,” papar Wahyu.

Akibatnya, akan berdampak pada kualitas air sungai di Kota Banjarmasin yang secara tidak langsung terjadi penurunan kualitas. “Kalau dibiarkan terus menerus, tentunya berdampak macam-macam,” jelasnya.

Untuk mengetahui dampak pencemaran, DLH Banjarmasin akan bekerjasama dengan pihak ketiga yang memiliki izin untuk menganalisis dampak akibat pencemaran limbah oli ini.

Sebelumnya DLH Banjarmasin mendapati dugaan pencemaran lingkungan di Sungai Martapura yang berdekatan dengan dermaga Siring Tendean Banjarmasin. (kanalkalimantan.com/riki)

Reporter : tag
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Terbujuk Rayu ‘Lolos’ Masuk Akpol, Polisi Aktif Tertipu Rp1,3 Miliar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengungkap aksi penipuan senilai Rp1,35 miliar. Kedoknya yaitu calo seleksi untuk bisa masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Tercatat, ada dua pelaku yang diamankan di Jakarta.

“Ada dua tersangka kami tangkap di Jakarta yang telah menipu korban dengan janji meluluskan seleksi Taruna Akpol,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Sugeng Riyadi, Rabu (12/8/2020).

Sugeng memaparkan, kasus penipuan bermula dari laporan korban ke Polda Kalsel pada 20 Juli 2020. Tak lama, laporan itu ditindaklanjuti oleh Kasubdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqien yang memimpin penyelidikan, hingga akhirnya menangkap terlapor berinisial IR dan IL.

Aksi penipuan ini memanfaatkan seleksi masuk calon Taruna Akpol itu, dengan korban PS. Saat itu, korban yang berdinas di Polres Banjarbaru bertemu tersangka IR yang menawarkan jika anak korban bisa lulus masuk polisi.



“Awalnya anak korban ini daftar Akpol 2019 dan gugur di tes akademik. Namun oleh pelaku dijanjikan bisa lulus dengan bayaran Rp1 miliar karena pelaku punya kenalan di Mabes Polri yaitu tersangka IL,” ungkap Sugeng.

Terbujuk rayu pelaku, uang Rp1 miliar pun diberikan oleh korban. Namun, ada tambahan uang operasional Rp200 juta ikut diminta pelaku IR.

Bahkan terakhir, pelaku meminta uang Rp150 juta. Sehingga total kerugian korban Rp1,35 miliar dari hasil penipuan yang dilakukan oleh tersangka.

“Jadi korban, anaknya mau masuk Akpol ini sempat beberapa kali berangkat ke Semarang karena kata pelaku sudah diterima tinggal masuk pendidikan. Bahkan dijanjikan pula pada pendaftaran tahun 2020 ini bisa lulus. Namun itu semua hanya modus pelaku untuk meyakinkan korban,” imbuh Sugeng.

Tersangka IR sendiri diamankan di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Sementara IL di daerah Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan oleh tim gabungan Subdit 3 Jatanras dan Subbid Paminal Bidang Propam Polda Kalsel.

Namun begitu, untuk tersangka IL ternyata terungkap berstatus tersangka Polda Banten dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang kasusnya memasuki tahap II di Kejari Serang. Dimana, IL selaku Direktur PT Satria Lautan Biru terjerat kasus pinjaman modal kerja BUMD PT BGD pada Oktober 2015 senilai Rp5,9 miliar untuk proyek tambang di perairan Bayah bagian selatan Banten.

Tersangka IL sendiri kini ditahan di Mapolda Banten dalam perkara lain. Sedangkan IR langsung dibawa dan ditahan di Mapolda Kalsel.

“Keduanya dijerat Pasal 378 sub 372 jo 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandas Sugeng.

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka IR mengaku anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang berdinas di Mabes Polri. Kemudian dia mengaku kepada korban yang merupakan teman semasa sekolah memiliki kenalan yaitu tersangka IL dekat dengan Karo Dalpers SSDM Brigjen Sudarsono yang punya dua slot untuk taruna Akpol. Bahkan tersangka IL pernah mengirimkan foto-fotonya bersama pejabat tinggi Polri termasuk Irwasum. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

SK Mendagri Terbit, Wawali Banjarbaru Jaya Pegang Kendali Pemerintahan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekda Banjarbaru: Posisi Wali Kota Masih Kosong


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Said Abdullah. foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU –  Memastikan roda pemerintahan tetap berjalan pasca wafat Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, mandat penuh kini diberikan kepada Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan kendali di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Dalam konfernsi pers, Rabu (12/8/2020) siang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan, kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor T. 131. 63/4035/OTDA yang terbit pada 10 Agustuts.

“Jadi, untuk sementara waktu roda pemerintahan Kota Banjarbaru dikendalikan Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan. Namun, tetap saja jabatan Wali Kota sementara ini masih kosong,” ujarnya.

Saat ini, Pemko Banjarbaru akan memproses pemberhentian Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani karena meninggal dunia melalui sidang paripurna di DPRD Banjarbaru. Kemudian nantinya akan diteruskan ke Gubenur Kalimantan Selatan hingga Mendagri.



Jika sudah selesai, maka proses akan dilanjutkan dengan penetapan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan sebagai Wali Kota Banjarbaru definitif. Dalam proses ini, Mendagri akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan dan akan digelar kembali sidang paripurna.

Sekda Banjarbaru menambahkan, pihaknya berusaha menyelesaikan seluruh proses ini sebelum dimulainya pendaftaran kandidat Pilkada 2020, pada 4-6 September mendatang. Pasalnya, Darmawan Jaya Setiawan sendiri rencananya tetap berencana maju kembali dalam pencalonan.

“Kita usahakan di Agustus ini, pak Jaya sudah ditetapkan sebagai Wali Kota Banjarbaru secara definitif. Nah, jika beliau September ini mendaftar sebagau kandidat Pilkada, maka secara otomatis beliau harus mengambil cuti sebagai Wali Kota Banjarbaru,” lanjut Said. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->