Connect with us

Kabupaten Banjar

Tolak Kucuran Dana Segar 30 Miliar ke PDAM Intan Banjar, Ini Alasan DPRD Banjar

Diterbitkan

pada

Ketua DPRD Kabupaten Banjar M Rofiqi. foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – DPRD Banjar menolak rencana kucuran dana segar Rp 30 miliar ke PDAM Intan Banjar dari Pemkab Banjar sebagai pemilik saham mayoritas.

Penolakan secara tegas penyertaan modal berupa uang untuk PDAM Intan Banjar disampaikan DPRD Banjar saat rapat paripurna bersama eksekutif secara virtual, Selasa (15/9/2020), membahas Rancangan Peraturan (Raperda) tentang penyertaan modal Pemkab Banjar berupa barang milik daerah pada PDAM Intan Banjar dan APBD 2021.

“Kami tidak memberikan izin penyertaan modal dalam bentuk uang. Kami hanya menyetujui penyertaan modal dalam bentuk barang untuk PDAM Intan Banjar,” tegas M Rofiqi, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, usai gelaran paripurna di lantai dua DPRD Banjar.

Penyertaan modal dalam bentuk barang yang diberikan Pemkab Banjar kepada PDAM Intan Banjar senilai Rp 40 miliar sebelumnya tidak tercatat pada penyertaan modal.



“Jadi, kami hanya memberikan penyertaan modal berupa barang saja. Kalau penyertaan modal berupa duit, saya rasa tidak,” tegas Rofiqi.

“Karena itu, kemarin dalam rapat paripurna, beberapa fraksi dengan tegas menolak, tidak ada penambahan modal berupa uang. Pelayanan PDAM Intan Banjar hingga kini belum maksimal terhadap masyarakat Kabupaten Banjar,” paparnya.

Syaratnya agar PDAM Intan Banjar bisa menyetor dividen, cakupan layanan harus 80 persen. Sedangkan luas daerah Kabupaten Banjar tujuh kali lebih luas  kota Jakarta, sehingga target 80 persen itu hal yang sangat mustahil untuk dicapai dan tidak masuk akal.

Sebelumnya Banmus, bersepakat tidak ada kata uang untuk PDAM Intan Banjar. Makanya, beberapa fraksi sudah menyatakan dengan tegas tidak ada penambahan modal berupa dana segar.

“Karena, selain APBD defisit, pelayanan PDAM Intan Banjar saat ini kurang maksimal,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kabupaten Banjar

VIRAL. Tabrakan Sepeda Motor yang Diduga Akibat Terobos Lampu Merah Terekam CCTV

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tabrakan motor yang terjadi di simpang 4 Sekumpul. Foto:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALANTAN.COM, MARTAPURA – Viral kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani Simpang 4 traffic light Sekumpul Martapura, atau lebih tepatnya di depan Masjid Pancasila Sekumpul, Sabtu (26/6/2020) pukul 21:50 Wita.

Informasi yang didapat kanalkalimantan.com di salah satu grup emergency, korban laka lantas tersebut bernama Abdul Rozak (30), warga Jl Mentri 4 Martapura dan Aliyani (40), warga Banjarmasin.

Amin Humble selaku anggota PMI Kabupaten Banjar, mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21:50 Wita.

“Untuk korban bernama Abdul Rozak warga Jln Mentri 4 Martapura mengalami luka lecet serta ada perubah pada tangan kanan dan bengkak pada bagian kepala,” kata Amin kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (27/9/2020) malam.



 

Sedangkan Aliyani warga Banjarmasin, mengalami luka lecet pada tangan kanan, luka pada jari telunjuk sebelah kanan, dan pendarahan pada gusi dan bibir.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, pembersihan luka dan pembidayan di tempat. Kemudaian kedua korban dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dari rekaman CCTV yang berdurasi 26 detik itu, terlihat satu buah sepeda motor Scoopy milik Aliyani melaju kencang dari arah Hulu Sungai menuju Banjarmasin nekat menerobos lampu lalu lintas yang dalam keadaan berwarna kuning. Alhasil, pengendara motor Scoopy ini menabrak pengendara motor lainnya jenis Honda Beat milik Abdul Rozak.

Hingga berita ini diturunkan kanalkalimantan.com masih coba mengkonfirmasi aparat kepolisian dari Polres Banjar guna mengetahui penyebab kecelakaan tersebut terjadi. (Kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: Wahyu
Editor: Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kabupaten Banjar

Kebakaran di Aluh-aluh, Damkar Tak Bisa Masuk Karena Akses Jalan Kecil

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rumah Ahmad di desa Aluh-aluh Kecil habis terbakar, Minggu (27/9/2020). Foto : UPT damkar banjar sektor gambut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sebuah rumah penduduk di Simpang Pipih, desa Aluh-aluh Kecil, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Minggu (27/9/2020) siang, habis terbakar.

Diketahui rumah tersebut milik Ahmad yang dihuni 4 jiwa. Api dengan cepat membakar rumah Ahmad yang terbuat dari kayu tersebut.

Kejadian kebakaran di Aluh-aluh Kecil ini diterima UPT Damkar Banjar Sektor Gambut sekitar pukul 10:45 Wita dari telpon warga.



Slamet Riyadi UPT dari Damkar Sektor Gambut, kepada Kanalkalimantan.com mengatakan, petugas damkar kesulitan mencapai titik lokasi kebakaran.

“Kecilnya akses jembatan yang berada di Desa Aluh-auh Kecil membuat petugas Damkar kesulitan mencapai ke titik lokasi kejadian.

“Unit pemadam kami kesulitan mencapai lokasi rumah yang terbakar, karena jalan dan jembatan kecil, kurang lebih 1 km menuju ke titik lokasi kebakaran tersebut,” ungkapnya

Kesulitan petugas Damkar mencapai lokasi kebakaran, membuat para warga sekitar berjibaku memadamkan api hanya dengan menggunakan ember.

Api pun berhasil dipadamakan oleh warga dengan peralatan seadanya. Untungnya, rumah yang terbakar tersebut berdekatan dengan sungai. “Sehingga warga berhasil memadam api di rumah tersebut ,” katanya.

“Kami tidak bisa masuk sampai lokasi kebakaran,” kata Riyadi.

Apalagi Damkar swadaya warga juga tidak dipunyai.

“Kami pun hanya bisa mengimbau pencegahan untuk penanganan api agar tidak terjadi, ya kalau bisa membentuk Damkar swadaya di tempat mereka, karena menuju ke lokasi seperti ini dari Gambut memerlukan waktu lama,” pungkasnya
(kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : Wahyu
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->