Connect with us

Kalimantan Selatan

Total 308 Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Kalsel, Termasuk Wali Kota Banjarbaru Nadjmi

Diterbitkan

pada

Kasus Covid-19 di Kalsel belum menunjukkan penurunan Foto: Ilustrasi yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Senin (10/8/2020) sore mencatat, total ada 6.765 kasus positif Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Sementara untuk kasus meninggal dunia telah menembus angka 308 kasus atau 4,55 persen. 

Kasus kematian akibat Covid-19 ini disumbang dari Kota Banjarbaru satu orang, yang tak lain adalah Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani yang berpulang pada pagi ini.

Saat ini, ada 2.320 kasus positif Covid-19 atau sebesar 34,29 persen yang masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 50 orang. Didominasi Kota Banjarbaru 22 orang, Kabupaten Balangan 11 orang dan Kabupaten Tanah Laut 8 orang” beber Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel M. Muslim di Banjabaru, Senin (10/8/2020) sore.



Infografis: kanalkalimantan/yuda

Penambahan sendiri juga disumbang dari Kabupaten Banjar 6 orang,Kota Banjarmasin 2 orang. Serta 1 orang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kasus sembuh dari Covid-19 juga dilaporkan bertambah sebanyak 83 orang. Saat ini, ada 4.137 kasus atau 61,15 persen kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

“Pasien Covid-19 sembuh sebanyak 83 orang. Yaitu berasal dari karantina di Kota Banjarbaru 32 orang dan karantina di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarmasin yang masing-masing berjumlah 10 orang.

Disusul dari karantina di Kabupaten Barito Kuala 8 orang, karantina Kabupaten Hulu Sungai Selatan 6 orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Kasus sembuh juga disumbang dari karantina di Kabupaten Tanah Bumbu 5 orang, karantina di Kabupaten Tanah Laut orang, karantina di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan masing-masing 3 orang dan karantina dari Kabupaten Hulu Sungai Utara 2 orang. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Hari Ini Tambah 52 Kasus Positif, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kalsel Tembus 8.781 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasus Covid-19 di Kalsel saat ini mencapai 10.289 kasus Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel bertambah, kendati tak begitu signifikan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Selasa (29/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel secara kumulatif telah mencapai 10.289 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.088 kasus atau 10,6 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 52 orang. Berasal dari Kotabaru 24 orang, Banjar 10 orang, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah masing-masing 1 orang, Tanah Bumbu 7 orang, Kota Banjarmasin 2 orang dan Kota Banjarbaru 7 orang” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.781 kasus atau 85,3 persen kasus positif Covid-19 yang sembuh.



“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 56 orang. Yang berasal dari KarantinaKotabaru 1 orang, Karantina Banjar 8 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 2 orang, Karantna Hulu Sungai Tengah 17 orang, Karantina Hulu Sungai Utara 5 orang, Karantina Tabalong 11 orang dan Karantina Kota Banjarbaru 12 orang,” beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 420 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,08 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 2 orang, masing-masing 1 orang berasal dari Kotabaru dan Tapin,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Sektor Perikanan Sempat Terpuruk, DKP Kalsel Kembangan Budidaya Ikan Air Payau

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

DKP akan mengembangkan budidaya ikan air payau menyikapi lesunya sektor perikanan Foto: DKP
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Budidaya perikanan jenis ikan di air payau, seperti bawal bintang, kerapu bebek, kerapu macan dan kakap, kini begitu dilirik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, M Fadhli, Selasa (29/9/2020).

Langkah tersebut menurut dia, juga sekaligus bagian strategi pemulihan ekonomi khususnya di kalangan masyarakat yang bergerak di bidang perikanan. “Ini juga menjadi arahan Gubenur Kalsel dan juga menjadi strategi pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Guna menyiapkan hal tersebut, pihaknya terlebih dulu akan membuat demplot -suatu metode penyuluhan- budidaya ikan air payau di tambak. Sebab, selama ini budidaya ikan air payau seperti halnya bawal bintang, hanya dilakukan melalui jaring apung yang dilaksanakan oleh DKP melalui UPTD Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut yang berada di Teluk Tamiyang Kotabaru.



“Rencana kita adalah mengembangkan budidaya ikan jenis air payau melalui tambak milik masyarakat. Nanti kita akan sediakan benih ikan air payau untuk masyarakat agar dibudidayakan di tambak mereka. Penyediaan benih dilakukan di daerah pesisir seperti Tala, Tanah Bumbu, Kotabaru hingga Batola,” tambahnya.

Memang diakui Fadhli bahwa budidaya ikan melalui pengelolaan UPTD telah sukses memanen 1 ton lebih ikan bawal bintang. Kendati demikian, pemasarannya ikan tersebut mengalami kendala pasca merebaknya pandemi Covid-19.

“Dan sesuai arahan pimpinan, hasil panen bawal bintang itu dibagikan secara gratis untuk meningkatkan imun tubuh selama pandemi,” akunya.

Sepinya pemasaran ikan ini juga turut menjadi sorotan DKP Provinsi Kalsel. Tak adanya pembeli lokal di masa pandemi, sempat mengakibatkan hasil panen ikan mengalami penumpukan.

Berdasarkan data, saat awal terjadinya pandemi Covid-19 di Kalsel antara Maret – Juni, terjadi penumpukan ikan hasil tangkapan sebanyak 300 ton yang tersebar di pelabuhan perikanan Batulicin, Kotabaru dan Banjaraya Banjarmasin.

“Tapi kita liat saat ini kondisi perdagangan perikanan di Kalsel mulai lancar. Untungnya ada pembeli luar daerah yang mau membeli setelah itu dan pihak Dinas juga membuat surat agar distribusi perikanan tak terhambat selama masa PSBB,“ terangnya.

Di sisi lain, Fadhli juga mengimbau kepada masyarakat yang bergerak di bidang perikanan baik penangkap, budidaya maupun pengolahan agar tetap semangat bekerja dalam meningkatkan produksi. “Saat pandemi seperti sekarang, Masyarakat justru sangat membutuhkan protein hewani dari ikan untuk menjaga imun tubuhnya,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->