Connect with us

HEADLINE

Tunggakan Listrik Stadion 17 Mei Capai Rp 68 Juta, Renovasi Tribun Terancam Molor

Diterbitkan

pada

Proyek renovasi tribun stadion 17 Mei Banjarmasin Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Di tengah renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin, adanya tagihan tunggakan pembayaran listrik sebesar Rp 68 juta menjadi masalah tersendiri. Hal tersebut terungkap lewat surat Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada pengelola stadion. Jika tak lekas dibayar, PLN mengancam akan menghentikan pasokan listrik.

Tentu saja, ancaman pemutusan listrik ini akan berdampak pada pelaksanaan proyek yang sedang dikebut. Bahkan untuk bisa kejar target selesai 23 Desember, proyek renovasi dilakukan siang dan malam.

“Sesuai laporan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel bahwa ada tunggakan pembayaran dari PLN itu sebesar Rp 68 juta. Nah ini tanggungjawabnya dari badan pengelola,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Luthfi Saifuddin, saat ditemui usai rapat paripurna, Kamis (7/11) siang.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, kendati pengelolaan stadion telah beralih dari Badan Pengelola Stadion 17 Mei Banjarmasin kepada Pemprov Kalsel di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga, tetapi pembayaran tunggakan tetap menjadi tanggungjawab Badan Pengelola. “Kami harapkan Badan Pengelola untuk bertanggungjawab membayarkan tunggakan PLN tersebut,” jelasnya.

Terkait hal ini Komisi IV sebelumnya telah memanggil Dispora Kalsel. “Tapi kami lihat dulu, mudah-mudahan ini bisa beres secepatnya, harapannya permasalahan listrik ini tidak menghambat pembangunan,” harapnya.

Luthfi mengakui, proses renovasi Stadion 17 Mei tentu sangat membutuhkan listrik. Terlebih, pengerjaan dikebut hingga 24 jam, sehingga membutuhkan penerangan di malam hari. “Kalau tidak ada penerangan listrik, ya otomatis bisa terganggu renovasi ini. Bahkan bisa membuat gagal renovasinya sesuai dengan batas waktu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispora Provinsi Kalsel Hermansyah mengakui soal tunggakan listrik ini. Namun dirinya menjamin, pengerjaan tidak terpengaruh. Apalagi dengan didukung alat seperti genset, guna penerangan di malam hari. “Itu memang proses lama, tapi tidak masalah. Selama ini sudah pakai genset selama pengerjaan (terutama malam hari),” kata Hermansyah.

Ditanya soal tunggakan, Hermansyah mengatakan akan dibayar oleh Badan Pengelola. “Nanti dibayar sama mereka (Badan Pengelola). Kalau Pemprov Kalsel tetap mengerjakan ini saja dulu (proses renovasi), artinya tidak terganggu lah,” kata mantan Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin ini.

Pengerjaan sendiri memang mengejar target, dan Hermansyah optimis pengerjaan renovasi pada tribun VIP ini dapat selesai tepat waktu. “Bangunan dasar saja dulu, baru tahun depan nanti dikerjakan (renovasi),” kata Hermansyah.

Berdasarkan hasil penelusuran Kanalkalimantan, pengerjaan renovasi tribun VIP di Stadion 17 Mei ini menelan anggaran sebesar Rp 12.604.915.000,00 atau Rp 12 miliar yang bersumber pada APBD Provinsi Kalsel TA 2019. Proses pengerjaan yang dimulai pada 23 Agustus 2019 in sendiri dilaksanakan selama 120 hari kalender, dengan pelaksana PT. Mirtada Sejahtera dan pengawas CV. Tika Kreatif Desain Konsultan. (fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

HEADLINE

Kisah Siti Aminah, Tenaga Kesehatan Puskesmas di HSU yang Berhasil ‘Melawan’ Covid-19

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aminah, nakes di sebuah puskesmas di HSU yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 Foto : dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dinyatakan positif Covid-19, Siti Aminah, salah satu pasien yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sempat tak percaya. Sebagai salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di sebuah puskesmas di HSU, Aminah pun sempat diisolasi di Bapelkes Banjarbaru dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Ya, Aminah sempat shock! Itu setelah Pemkab HSU sebelumnya melakukan rapid massal kepada ratusan tenaga kesehatan dan para ASN.

Melihat aktivitas Aminah sebagai tenaga kesehatan, rasanya sesuatu yang luar biasa dirinya terpapar Covid-19. Mengingat selama menjalankan tugas ia selalu mengutamakan keselamatan kerja dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Saya sempat tidak percaya dan tidak percaya setelah tahu hasil rapid dan swab tes yang telah dilakukan beberapa saat lalu,” ungkap Aminah kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (5/7/2020).

Padahal menurutnya, selama ini dirinya selalu mematuhi protokol kesehatan. Baik saat bertugas sebagai nakes, ataupun saat di rumah berkumpul keluarga. “Bermacam perasaan ada di diri saya, namun saya sadari mungkin ini adalah resiko yang harus saya terima karena pekerjaan ini menuntut saya harus berinteraksi secara langsung. Harus bersentuhan dengan orang, termasuk orang yang menyebarkan virus ini ke saya, baik orang tersebut pasien atau orang lain,” bebernya.

Diketahui, Covid-19 mempunyai beberapa gejala umum apabila tertular kepada orang tua atau orang yang berisiko seperti mempunyai riwayat penyakit tertentu.

Hal inilah yang dapat membahayakan bahkan dapat menimbulkan kematian bagi orang yang terinfeksi virus ini. Covid-19 juga dapat menular tanpa adanya gejala apapun sehingga bagi seseorang yang mempunyai daya tahan tubuh yang prima hal ini tidak mempengaruhi aktivitas tubuhnya, namun dampak atau bahaya yang akan ditimbulkannya sangat besar bagi orang yang daya tahan tubuhnya rendah.

Hal inilah juga dirasakan Siti Aminah. Ia menyadari keadaannya saat itu, yang berdampak bagi psikologinya karena harus terpisah dengan keluarga selama di isolasi Meski selama menjalani perawatan, Aminah selalu mendapat dukungan moral dari keluarga juga dari teman-teman sejawat, namun itu tidak membuat perasaannya khawatir akan kondisi keluarganya yang ditinggalkan

“Buat saya dimana harus meninggalkan keluarga yang selama ini selalu bersama, dan harus berpisah untuk beberapa waktu, ada perasaan was-was. Apakah keluarga saya juga terpapar akibat saya, bagaimana anak-anak tanpa saya, itu yang selalu terpikirkan,” ungkapnya.

Menurut pengakuannya, dirinya bersama beberapa orang lainnya dirawat di Balai Pelatihan Kesehatan ( BAPELKES) di Banjarbaru yang disiapkan Pemprov Kalsel sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. “Setiap harinya kami selalu mengikuti kegiatan yang dilaksanakan seperti senam pagi, mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi, serta istirahat yang nyaman. Kami tetap masih bisa berkomunikasi dengan keluarga,” katanya.

“Setelah beberapa hari mengikuti seluruh kegiatan di saat karantina, akhirnya saya dinyatakan sembuh setelah dilakukan swab tes, dan saya bisa berkumpul dengan keluarga serta dapat beraktivitas seperti biasa yang tentunya harus tetap menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” tambahnya.

Atas kejadian yang dialaminya tersebut, Aminah mengharapkan agar seluruh masyarakat tidak menganggap remeh Covid-19, sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Dirinya juga berharap masyarakat peduli akan kesehatan diri sendiri dan keluarga dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, selalu memakai masker ketika beraktivitas, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak apabila berinteraksi.

“Saya tidak ingin ada lagi korban-korban lainnya disebabkan prilaku yang tidak mempedulikan kesehatan diri sendiri,” tandasya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Menggeliat di Tengah Pandemi, Liga 1 2020 Kembali Bergulir. Mampukah?

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PSSI memutuskan melanjutkan kompetisi Liga I di tengah pandemi, tetapi sejumlah tim sudah menyatakan menolak. Foto: pssi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merilis Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. Tapi sejumlah tim di liga satu sudah menyatakan penolakan, termasuk tim kebanggakan Banua, Barito Putera!

Terbitnya SKEP baru PSSI memang mengundang pro kontra. Sebelumnya, pada 27 Maret 2020, PSSI telah mengeluarkan SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepak bola di Indonesia terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia dalam keadaan kahar atau force majeure.

Dikutip dari laman resmi PSSI, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, SKEP terbaru yang ditandatangani pada 27 Juni 2020 dan diumumkan secara resmi pada Minggu, 28 Juni 2020 diambil dengan melalui berbagai pertimbangan.

Data dan fakta Liga 1 2020. Foto: grafis kanalkalimantan/andy

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” tegasnya.

Iwan Bule sapaan karib Ketum PSSI juga menjelaskan bahwa hal ini semata mengingat akan pengalaman sepak bola Indonesia yang pernah mendapat sangsi FIFA karena tidak ada kompetisi saat itu.

PSSI juga mendengar masukan dari pemerintah, AFC, FIFA dan masukan pihak-pihak lainnya sebelum memutuskannya bersama Exco PSSI. Menurut Iwan Bule kompetisi akan menggerakan  roda ekonomi seperti pemasukan hotel, transportasi, catering, dan lain-lain.

Atas dasar itulah, Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI kemudian membuat Surat Keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa tahun 2020.

“Kompetisi Liga 1,  Liga 2, dan Liga 3  akan dimulai pada Oktober 2020 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Iriawan menambahkan, terkait hal-hal yang belum termasuk dalam Surat Keputusan ini tentang pelaksaaan Kompetisi Tahun 2020 akan diatur kemudian dalam ketentuan terpisah. “Dengan ini saya nyatakan Surat Keputusan SKEP/53/VI/2020  mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan,” kata Iriawan.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal dipilih karena fasilitasnya yang cukup lengkap. “Rencananya memang ke sana, ke Yogyakarta. Namun, kami harus berkomunikasi lagi dengan klub-klub di luar Pulau Jawa,” kata Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

Adapun, enam dari 18 peserta Liga 1 musim ini berasal dari luar Pulau Jawa. Keenamnya adalah Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Barito Putera, Bali United, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura.

Penolakan dari Sejumlah Klub Peserta Liga 1 2020

Jika sebelumnya hanya tiga klub yang secara terbuka menolak Liga 1 2020 dilanjutkan, maka kini bertambah menjadi lima klub. Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persik Kediri,  Persipura Jayapura, dan Persita Tangerang.

Logo liga 1 2020. Foto: grafis kanalkalimantan/andy

Presiden Persebaya, Azrul Ananda membeberkan beberapa alasan mengapa mereka menolak Liga 1 2020 dilanjutkan. Setidaknya ada dua alasan: PSSI tak kunjung memberikan panduan teknis yang detail dan situasi Covid-19 yang belum menurun.

“Sampai saat ini, selama tiga bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail kepada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal, ini sangat diperlukan untuk memberikan kepastian kepada semua stakeholder sepak bola.”

“Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir,” ujar Azrul Ananda. (kanalkalimantan.com/andy)

Reporter : andy
Editor : cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Covid-19 ‘Tumbangkan’ Wisata Banjarbaru, 20 Agenda Batal dan 51 Honorer Terancam Dirumahkan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Promosi Wisata Banjarbaru yang sebelumnya digelar di Bali untuk menarik wisatawan Foto : humas pemko
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyebaran Covid-19 yang makin masif membuat agenda parisisata di Banjarbaru tahun 2020, dibatalkan. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru mengumumkan ada sebanyak 20 agenda wisata batal digelar. Anggaran kegiatan pun sebagaian digeser untuk penaganan Covid-19.

Kepala Dinas Porabudpar Banjarbaru, Hidayaturrahman, menyebut dana yang telah diprogramkan untuk 20 agenda acara di kota berjuluk Idaman telah direfocusing sebesar 70 persen (sekitar Rp 10 Miliar, untuk penaganan Covid-19. (Lihat Grafis: Agenda Pariwisata Banjarbaru Tahun 2020 yang Batal Digelar).

“Jadi dana kita tersisa Rp 4 miliar saja dan itu digunakan untuk gaji dan honor tenaga kontrak dan honorer,” terangnya, Sabtu (4/7/2020).

Meskipun ada Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar, kata Hidayaturrahman, juga tak bisa dijalankan. Ia bahkan memprediksi jika keadaan kondisi ekonomi di Banjarbaru tak kunjung membaik hingga Oktober mendatang, besar kemungkinan tenaga kontrak di Disporabudpar akan dirumahkan.

Menurut data di Disporabudpar Banjarbaru, dari 102 pegawai yang ada, kurang lebih 50 persen di antara mereka ada tenaga kontrak. Artinya, potensi tenaga kontrak yang akan dirumahkan bisa mencapai 51 orang.

“Tak hanya event wisata yang tak bisa digelar, beberapa kegiatan yang sudah diagendakan seperti Paskibra, pertukaran pemuda, dan duta wisata juga tak bisa dilaksanakan,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sektor pariwisata mengalami hantaman yang sangat keras akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini, hampir seluruh destinasi wisata di Indonesia tutup. Lebih dari 7.000 hotel tidak beroperasi. Sementara hotel yang beroperasi, bertahan dengan tingkat okupansi di bawah 5%.

“Ini situasi yang sangat berat. Di Indonesia, hampir semua destinasi wisata, fasilitas, dan hiburannya, tutup karena Covid-19. Lebih dari 7.000 hotel sekarang ditutup. Beberapa hotel yang buka, mencoba bertahan dengan okupansi di bawah 5%,” katanya dalam diskusi online, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, pandemi yang juga telah mengganggu industri penerbangan turut berimbas terhadap sektor pariwisata. Ratusan pesawat terbang kini mangkrak di bandara akibat turunnya pergerakan penumpang dan penerapan pembatasan sosial atau social distancing.

Terpukulnya industri pariwisata, juga menyebabkan terganggunya para pekerja di sektor ini. Wishnutama menyebutkan, lebih dari 13 juta pekerja di sektor pariwisata terdampak langsung. Sekitar 34 juta pekerja di sektor pendukung juga mengalami efek yang sama.

“Lebih dari ratusan pesawat terhenti di bandara. Lebih jauh, pandemi menyebabkan 13 juta pekerja di sektor pariwisata terdampak langsung, dan ditambah 34 juta pekerja lainnya yang tidak terdampak langsung oleh pandemi,” ucapnya.

Pandemi, bagaimanapun telah mengubah pola hidup manusia. Untuk itu, lanjutnya, sektor pariwisata harus beradaptasi dengan situasi yang disebut new normal ini.

Dia mengatakan, sektor pariwisata akan memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam skema bisnisnya. “Sektor pariwisata harus beradaptasi dengan kondisi ini. Kami harus bisa membuat strategi bisnis model dengan kondisi new normal dengan mengeksploitasi teknologi digital agar dapat hidup di era new normal ini,” ujarnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->