Connect with us

HEADLINE

Uji Coba Aplikasi BOBOBOT, Ini Penjelasan Kominfo Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Aplikasi chatbot yang diberi nama BOBOBOT. Foto: diskominfo banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru saat ini sedang melakukan uji coba media penyampaian informasi melalui aplikasi chatbot yang diberi nama BOBOBOT. Aplikasi ini memanfaatkan platform perpesanan singkat yang sangat populer di masyarakat yaitu WhatsApp.

Protokol peraturan pemerintah yang mengharuskan seluruh masyarakat untuk mentaati dan mengikuti peraturan tersebut. Beberapa layanan masyarakat juga telah melakukan pembatasan interaksi tatap muka, terutama untuk hal-hal yang hanya bersifat pemberian informasi.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Banjarbaru Iwan Hermawan mengatakan, uji coba chatbot BOBOBOT berbasis platform WhatsApp dengan pertimbangan pengguna tidak perlu instal aplikasi tambahan pada smartphone.

“Karena aplikasi baru selain akan memakan memori, juga mengharuskan masyarakat untuk mempelajari cara penggunaannya. Berbeda dengan jika menggunakan platform WhatsApp yang sudah familiar dengan aplikasi ini,” jelas Iwan Hermawan.



 

Aplikasi chatbot yang diberi nama BOBOBOT. Foto: diskominfo banjarbaru

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan masyarakat saat ini. Perubahan kebiasaan, tingkah laku dan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan oleh masyarakat pun ikut berubah.

“Dengan penggunaan chatbot yang dibekali dengan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence), memiliki kemampuan untuk menirukan percakapan manusia, maka masyarakat akan merasa seperti sedang mengobrol bersama petugas biasa melalui fasilitas chatting,” kata Plt Kadiskominfo Banjarbaru.

Tentunya dengan lebih cepat dan informasi yang lebih akurat. Selain itu kelebihan dari penggunaan teknologi ini adalah layanan akan selalu tersedia selama 24 jam selama 7  hari.

“Selain itu jumlah masyarakat yang dapat dilayani dalam satu waktu lebih banyak dibandingkan dengan melalui cara konvensional,” kata Iwan.

Bagaimana cara penggunaan BOBOBOT?, cukup mudah, kata Iwan, masyarakat hanya perlu mengirimkan pesan ke nomor 0888-80-80-807 (BO-BO-BOT), kemudian aplikasi akan secara otomatis memberikan balasan berupa informasi yang diinginkan.

“Saat ini sudah ada beberapa informasi yang dapat diakses melalui BOBOBOT, diantaranya data perkembangan Covid-19 di Kota Banjarbaru, informasi penggunaan CCTV online, informasi tentang sebaran hotspot gratis di Banjarbaru, serta berbagai informasi lain yang nanti akan bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat Banjarbaru,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Cek Rumah Kebanjiran Malah Tewas Tersetrum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Korban Meninggal Akibat Banjir di Kabupaten Banjar Bertambah


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi menunjukkan posisi AA ditemukan tewas tesetrum.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Korban meninggal dunia karena banjir yang melanda Kabupaten Banjar bertambah.

Seorang lelaki warga Desa Antasan Senor, RT01/RW01, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, AA (45) meninggal dunia akibat tersengat listrik, Sabtu (23/1/2021) sekitar pukul 17:30 Wita.

Kapolsek Martapura Timur, Ipda Samsul Bahri, membenarkan hal tersebut.

“Untuk kronologinya, yakni sekitar pukul 16:00 Wita, korban menengok rumahnya yang masih terendam banjir setinggi 20 centimeter di Desa Antasan Senor untuk membersihkan dan mengecek isi rumah,” ucap Samsul Bahri, saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Sabtu (23/1/2021) malam.



 

Bola lampu dan kabel yang kemungkinan menyebabkan korban tesetrum
Foto: Istimewa

Kemudian, lanjut Kapolsek, sekitar pukul 17.00 Wita, tetangga korban mendengar suara terjatuh dan teriakan minta tolong kemudian melihat korban sudah dalam posisi telungkup.

“Warga sekitar menduga korban tersengat arus listrik kemudian warga langsung mematikan KWH rumah korban,  selanjutnya korban langsung dievakuasi,” bebernya.

Dia juga mengatakan, sekitar pukul 17.15 Wita korban dibawa ke rumah sakit Ratu Zalecha Martapura karena kondisinya pingsan akan tetapi masih bernafas.

Sekitar pukul 17.45 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Sekitar pukul 18.00 Wita, korban dibawa ke rumah saudaranya di Jalan Berlian RT 01 Pesayangan Selatan, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar untuk disemayamkan.

Kapolsek mengimbau masyarakat berhati-hati jika mau membersihkan rumah yang terendam banjir, untuk KWH agar dalam posisi off guna menghindari terulangnya kembali hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasar data yang dirilis Bappeda Litbang Kabupaten Banjar pada Jumat (22/1/2021) tadi sudah ada 5 korban meninggal akibat banjir.

Meninggalnya AA kemarin menjadikan jumlah korban meninggal akibat banjir di Kabupaten Banjar menjadikan korban meninggal yang terdata berjumlah 6 orang.
(kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: Wahyu
Editor: Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Muncul Sendiri, Matnoor 2 Jam Bertahan di Balik Air Bendungan Karang Intan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Matnoor saat dievakuasi warga sesaat setelah muncul ke permukaan air, setelah dua jam menghilang di air bendungan Karang Intan, Sabtu (23/1/2021) sore. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Sungguh kuasa Tuhan, hilang hampir dua jam di air deras, pria tercebur di bendungan irigasi Karang Intan, akhirnya selamat tiba-tiba muncul secara sendiri dari atas air.

Kanalkalimantan.com saat berada di lokasi kejadian melihat korban muncul tiba-tiba dengan sendirinya ke atas permukaan air.

Saat muncul ke permukaan kondisi Matnoor (28) bertelanjang dada tanpa baju menggenakan celana pendek warna hitam.

Korban selamat bernama Matnoor ini berasal dari Desa Abirau, RT 02, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.



 

Matnoor saat dievakuasi warga sesaat setelah muncul ke permukaan air, setelah dua jam menghilang di air bendungan irigasi Riam Kanan, Karang Intan, Sabtu (23/1/2021) sore. Foto: wahyu

Warga sekitar dan keluarga yang ada di lokasi langsung heboh begitu korban muncul di atas permukaan air dengan selamat.

Nampak terlihat dari wajah korban yang begitu tegang, serta matanya merah. Begitu pula orangtua korban, kakak kandung korban, istri korban, langsung menangis terisak-isak begitu melihat korban kemunculan. Matnoor di atas permukaan air dengan kondisi masih hidup.

Matnoor langsung dilarikan warga ke Puskesmas Sungaialang menggunakan ambulans, untuk diperiksa kondisinya.

Kepada Kanalkalimantan.com, M Naufal, seorang relawan Emergency yang sempat mendengar pembicaraan keluarga korban dengan orang banyak, korban menceritakan, ketika saat korban tersebut jatuh ke air berarus deras yang bergulung-gulung itu, Matnoor berusaha tenang dan tidak panik.

Matnoor saat dievakuasi warga sesaat setelah muncul ke permukaan air, setelah dua jam menghilang di air bendungan irigasi Riam Kanan, Karang Intan, Sabtu (23/1/2021) sore. Foto: wahyu

“Korban katanya langsung melepas seluruh pakaian yang ada di badannya, hanya tinggal celana pendek saja,” beber M Naufal.

Masih keterangan pihak keluarga korban, setelah itu Matnoor langsung survival alias bertahan dari bawah tangga tempat turunnya air terjun dengan posisi dirinya di balik air.

Di balik air terjun bendungan itulah, Matnoor bertahan selama hampir dua jam, sambil menunggu momen keluar.

“Dari situ korban mencoba tenang, tidak panik, sambil mengatur nafas, menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari balik tempat itu,” kata M Naufal berdasarkan keterangan keluarga korban dari cerita Matnoor. Sementara itu, masih menurut keluarga korban, Matnoor masih syok belum bisa bayak diajak bicara.

Matnoor saat dievakuasi warga sesaat setelah muncul ke permukaan air, setelah dua jam menghilang di air bendungan irigasi Riam Kanan, Karang Intan, Sabtu (23/1/2021) sore. Foto: wahyu

Upaya pencarian sempat dilakukan warga, namun karena air sangat deras di bendungan Karang Intan itu, tidak banyak yang bisa dilakukan warga sekitar. Hanya terlihat menunggu, beberapa saat tim penyelamat dari BPBD Banjar tiba di lokasi kejadian, Matnoor malah muncul ke permukaan dengan masih kondisi bernafas, meski terlihat syok berat. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->