Connect with us

HEADLINE

Unit Cyber Turun Tangan, Telusuri Ujaran Sara Akun FB yang Dilaporkan PDIP

Diterbitkan

pada

Satreskrim Polresta Banjarmasin menerima laporan dugaan ujaran kebencian di akun medsos dari pelapor DPC PDIP Banjarmasin. foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Laporan dugaan ujaran kebencian pada akun media sosial Facebook yang dilaporkan DPC PDIP Kota Banjarmasin sudah diterima Satreskrim Polresta Banjarmasin, Selasa (22/9/2020) siang.

Kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (22/9/2020) sore, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Alfian Tri Permadi mengatakan, laporan yang dilayangkan oleh Wakil Ketua Bidang Polhukam DPC PDIP Kota Banjarmasin Rizki Eri Munadi tengah didalami oleh jajarannya.

Terutama dari delik dan unsur-unsur pidana tengah dipelajari oleh Satreskrim Polresta Banjarmasin.

“Kita harus pelajari, karena ini UU ITE dan yang dilaporkan adalah sebuah akun. Sehingga kita harus berkoordinasi dengan Unit Cyber untuk mengetahui identitas akun itu sendiri,” kata AKP Alfian.



Kendati begitu, Alfian belum bisa memastikan apakah akun media sosial Facebook bernama Ryan Saputra ini merupakan akun asli atau akun fake (palsu). Sehingga pihaknya harus melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Terkait unsur pidananya, kita harus gelar perkara dulu mengenai unsur pidananya, dan kita berkoordinasi dengan Kominfo sebagai ahli dalam ITE itu sendiri,” imbuh Alfian.

Tangkapan layar akun FB yang dilaporkan PDIP Banjarmasin. foto: dok. DPC PDIP Banjarmasin

Pihaknya sendiri lebih akan melakukan pengecekan identitas maupun tautan unggahan yang diduga mengandung ujaran kebencian itu dengan Unit Cyber Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Tidak menutup kemungkinan, Alfian menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Lalu, bagaimana pengawasan Satreskrim Polresta Banjarmasin terhadap adanya dugaan ujaran kebencian di media sosial terlebih tahapan Pilkada serentak sudah berjalan? Alfian mengaku, pihaknya juga memiliki unit yang bertugas memonitor adanya indikasi tindak pidana secara daring.

“Kita memiliki Unit Cyber Patrol. Dimana unit ini memonitor adanya indikasi dugaan tindak pidana. Apalagi pada Pilkada ini sangat rentan,” kata Alfian.

Terkait adanya dugaan unsur tindak pidana di luar tindak pidana Pemilu ini, Alfian menerangkan, pihaknya menunggu aduan. Jika ada aduan yang masuk, pihaknya akan memfasilitasinya.

“Nantinya kita lihat apakah masuk unsur pidana atau bukan,” pungkas Alfian.

Sebelumnya akun media sosial Facebook atas nama Ryan Saputra dilaporkan karena diduga mengunggah sebuah postingan dugan ujaran kebencian bernada SARA. Postingan di media sosial itu dilaporkan karena diduga menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon) Pilkada Banjarmasin bersama partai politik pengusung.

Pelapor adalah Wakil Ketua Bidang Polhukam DPC PDIP Kota Banjarmasin Rizki Eri Munadi ke Satreskrim Polresta Banjarmasin, Selasa (22/9/2020) pagi.

“Kami melaporkan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang mencatut PDIP dengan berita yang tidak benar di salah satu akun media sosial Facebook dengan nama Ryan Saputra,” tutur Rizki.

Pelapor akun medsos bernada Sara, Wakil Ketua Bidang Polhukam DPC PDIP Kota Banjarmasin Rizki Eri Munadi. foto: fikri

Menurutnya, barang bukti yang disertakan dari pelaporan ini yaitu hasil tangkapan layar yang memuat unggahan diduga ujaran kebencian dan fitnah ini.

“Dugaan kami, tujuan dari postingan ini masih berkaitan dengan Pilkada 2020 di Kota Banjarmasin. Salah satunya mencatut nama salah satu paslon Wali Kota Banjarmasin pak Ibnu Sina dan juga menyertakan logo PDIP dengan hal-hal yang berbau hoaks dan menyesatkan,” papar Rizki.

Tentunya, DPC PDIP Kota Banjarmasin merasa dirugikan, lantaran unggahan dari akun Facebook Ryan Saputra dinilai tidak benar. Karena dikhawatirkan akan terjadi penggiringan opini terkait dugaan isu yang diunggah oleh akun Facebook ini.

“Hari ini kami reaksioner, menyikapi dengan mengambil langkah hukum, agar ada efek jera di masyarakat dan pendidikan kepada masyarakat dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.

Rizki juga menambahkan, akun Facebook Ryan Saputra sudah tidak dapat diakses lagi. Namun demikian, pihaknya telah mengantongi hasil tangkapan layar dan link URL dari unggahan dugaan ujaran kebencian itu. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

HEADLINE

Karton Merah Tanda Out, Sindiran Aksi Mahasiswa Peringati 1 Tahun Jokowi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi demo mahasiswa membawa kertas karton berwarna merah peringati setahun pemerintahan Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). Foto : Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemandangan tak biasa terlihat pada demonstrasi mahasiswa gabungan BEM se Kalsel, Selasa (20/10/2020) siang. Seluruh mahasiswa yang diprediksi berjumlah 250 mahasiswa (sebelumnya diberitakan 150 mahasiswa) membawa karton berwarna merah.

Lalu, apakah alasan mahasiswa membawa kertas karton warna merah?

Koordinator BEM se Kalsel Ahdiat Zairullah mengatakan, demonstrasi hari ini bertepatan dengan 1 tahun berjalannya roda pemerintahan di bawah kendali Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ahdiat menyebut, kertas karton berwarna merah sebagai ungkapan kekecewaan mahasiswa akan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang masih jauh dari harapan.

“Aksi kita hari ini tidak hanya menolak UU Omnibus Law, tetapi juga mereview kembali pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Banyak kemunduran pemerintahan yang ada,” tutur Ahdiat di sela unjuk rasa.



Ahdiat menyebut kemunduran pemerintahan yang ia maksud, seperti demokrasi yang ia sebut telah dikebiri, pelanggaran hak asasi manusia, dan konflik agraria yang masih saja terjadi di Indonesia.

“Kemudian tindakan represif aparat terhadap peserta demontrasi juga masih sangat masif terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Ditanya sikap terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja, Ahdiat menegaskan bahwa mahasiswa menuntut dikeluarkannya Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang).

“Hari ini kita selesaikan semua orasi kawan-kawan. Kita juga membacakan narasi satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dan mengangkat kertas merah ini. Karena aksi ini serentak di seluruh Indonesia,” tandas Ahdiat.

Ahdiat memastikan, mahasiswa tak akan lama bertahan di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel. “Selepas siang ini kita balik kanan,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Dua Remaja Dikejar Polisi, Diduga Menyusup Aksi Mahasiswa 1 Tahun Jokowi di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi mengamankan dua remaja diduga penyusup ke aksi mahasiswa 1 tahun Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN –  Aparat kepolisian mengamankan dua remaja didudga menyusup dalam demonstrasi 1 tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin dan UU Cipta Kerja yang digelar oleh BEM se Kalsel, Selasa (20/10/2020) siang.

Awalnya, aparat kepolisian sempat mencurigai dua remaja berpakaian hitam yang terlihat berjalan di area unjuk rasa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas segera menginterogasi kedua remaja tersebut.

Setelah selesai diinterogasi, petugas bermaksud untuk menggeledah barang bawaan keduanya.

Alih-alih menunjukkan barang bawaan, keduanya justru lari dari petugas. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara sejumlah petugas dan dua remaja tersebut.



Polisi mengejar dua remaja yang diduga penyusup di aksi mahasiswa, Selasa (20/10/2020). foto: fikri

Hingga akhirnya petugas berhasil mengamankan keduanya di kawasan Pasar Blauran.

Petugas langsung bergegas memeriksa identitas kedua remaja tersebut, namun hanya salah satu dari mereka yang membawa identitas diri berupa SIM C atas nama Muhammad Pikrianoor. Sedangkan remaja lainnya tidak membawa identitas diri.

Polisi mengamankan dua remaja diduga penyusup ke aksi mahasiswa 1 tahun Jokowi di Banjarmasin, Selasa (20/10/2020). foto: fikri

Petugas juga menggeledah barang bawaan dua remaja tersebut dan menemukan diduga minuman keras yang dikemas dalam botol air mineral. Guna pemerikaaan lebih lanjut, petugas membawa kedua remaja tersebut ke Mapolda Kalsel.

Sampai berita ini diterbitkan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se Kalsel masih berorasi di Jalan Lambung Mangkurat. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->