Connect with us

Kalimantan Selatan

UPDATE: 7 PDP Masih di RSUD Ulin, Pasien Ulin-7 Dinyatakan Negatif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Muslim: Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tetap 1 Orang


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan dalam video conference di Command Center Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (25/3/2020) sore. Foto : tim gugus tugas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin mengalami penurunan. Jika data pada Rabu (25/3/2020) pukul 10:00 Wita berjumlah 8 orang, maka pada pukul 16:00 Wita hari yang sama mengalami penurunan yakni 7 orang.

Hal ini disampaikan Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan dalam video conference di Command Center Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (25/3/2020) sore.

“Pertama, pasien dengan kode Ulin-7 asal Banjarmasin, dinyatakan negatif dan dibolehkan pulang,” kata juru bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel M Muslim.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini melanjutkan, pasien dengan kode Ulin-8 asal Banjarmasin kondisinya makin membaik dan sesak nafas yang dialaminya berkurang. Pasien Ulin-9 asal Martapura, Kabupaten Banjar diakui Muslim kondisinya masih lemah. “Masih ada sesak nafasnya,” kata Muslim.



Selanjutnya, pasien Ulin-10 yang merupakan laki-laki berumur 45 tahun asal Martapura, Kabupaten Banjar, kondisinya sudah membaik dan stabil. Pasien Ulin-11 berjenis kelamin laki-laki berusia 56 tahun asal Banjarmasin, kondisnya masih melemah dan masih ada batuk. Kondisi yang sama juga dialami pasien Ulin-12 berjenis kelamin wanita asal Banjarmasin.

“Sedangkan Ulin-14, seorang wanita berusia 36 tahun yang masuk pada dinihari pukul 03:00 Wita, ketika dirujuk kondisi yang lemah disertai sesak nafas. Namun pada sore ini sudah membaik, dimana (pasien) ada riwayat perjalanan ke Jakarta dan juga ada kontak dengan orang asing. Saat ini kondisnya stabil,” jelas Muslim.

Sementara itu, Muslim membeberkan, kondisi pasien Ulin-1 yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini kondisinya membalik dan stabil. Kendati begitu, hasil laboratorium masih positif.

Muslim juga mengklarifikasi adanya informasi yang menyebut pasien positif Covid-19 bertambah 1 orang. Setelah dilakukan konfirmasi dan pengecekan, Tim Gugus Tugas belum menemukan adanya tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami masih menyatakan bahwa Kalimantan Selatan baru 1 terkonfirmasi. Tentu saja kami akan kembali memverifikasi dan konfirmasi, tetapi kami sudah mengonfirmasi kepada Kementerian Kesehatan,” imbuh Muslim.

Sehingga, jika ditotal, ada 8 pasien yang tengah dalam perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin sebagai RS rujukan. Dimana, 7 pasien merupakan PDP, sementara 1 pasien lainnya yaitu Ulin-1 yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, hingga pukul 16:00 Wita, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 839 orang, atau mengalami lonjakan. Di mana, Kabupaten Tabalong masih menduduki peringkat pertama ODP terbanyak yaitu 141 orang, disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 118 orang, Kota Banjarbaru 97 orang, Kota Banjarmasin 86 orang, dan Kabupaten Banjar sebanyak 81 orang.

Kemudian, Kabupaten Kotabaru sebanyak 69 orang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 67 orang, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 64 orang, Kabupaten Balangan sebanyak 49 orang, Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 40 orang dan Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 16 orang.

Terakhir, jumlah ODP di Kabupaten Tanah Laut hanya sebanyak 7 orang dan Kabupaten Tapin sebanyak 4 orang. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Covid-19 di Kalsel Tembus 10 Ribu Kasus, 84 Persen di Antaranya Sudah Sembuh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Perkembangan Covid-19 di Kalsel saat ini tembus 10 ribu Foto: grafis yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kasus positif Covid-19 di Kalsel kembali bertambah. Catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel pada Kamis (24/9/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel telah menyentuh angka 10 ribu kasus, atau sebanyak 10.047 kasus.

Hingga kini, tercatat ada 1.132 kasus atau 11,27 persen kasus positif Covid-19 di Kalsel yang masih menjalani perawatan. Baik di rumah sakit, maupun di pusat karantina ataupun isolasi mandiri.

“Penambahan positif Covid-19 hari ini sebanyak 64 orang. Berasal dari Kotabaru 2 orang, Barito Kuala 4 orang, Tapin 10 orang, Hulu Sungai Selatan 9 orang, Hulu Sungai Tengah 24 orang, Tanah Bumbu 4 orang dan Kota Banjarmasin 11 orang,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, M. Muslim.

Ditambahkannya, kasus positif Covid-19 yang sembuh juga dilaporkan bertambah. Saat ini sudah ada 8.505 kasus atau 84,65 persen kasus positif Covid-19 yang telah sembuh.



Infografis: kanalkalimantan.yuda

“Pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 90 orang. Yang berasal dari Karantina Tanah Laut 5 orang, Karantina Kotabaru 5 orang, Karantina Barito Kuala 8 orang, Karantina Tapin 19 orang, Karantina Hulu Sungai Selatan 4 orang dan Karantina Kota Banjarmasin 40 orang,” jelas Muslim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini.

Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 juga kembali bertambah. Total saat ini ada 410 kasus yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, dengan case fatality rate (CFR) sebesar 4,08 persen.

“Pasien Covid-19 dilaporkan meninggal 1 orang, yang berasal dari Kotabaru,” pungkas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter: Fikri
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Harga Buah dan Sayur Anjlok, Petani Nilai Pemerintah Kurang Perhatian

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aksi demo peringatan Hari Tani Nasional 2020 di Sekretariat Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (24/9/2020). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Harga jual hasil pertanian sangat rendah, pemerintah daerah diminta peka nasib petani.

Massa organisasi mahasiswa dan buruh tani dalam aksi demo peringatan Hari Tani Nasional 2020 di Sekretariat Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (24/9/2020) siang, menuntut pemerintah sadar kondisi yang dihadapi petani.

Dwi Putra Kurniawan, salah satu petani peserta aksi mengungkapkan, kedatangn bersama petani lainnya ingin secara langsung bertemu dengan kepala daerah. Pihaknya, ingin menunjukan buah dan sayuran yang mereka hasilkan, dimana saat ini harga jualnya anjlok di pasaran.

“Kami ingin ketemu pak Gubernur, kalau tidak bisa hadir bisa dengan pak Wakil Gubernur. Kami datang jauh-jauh ke sini dengan membawa produk pertanian kami yang saat ini harganya anjlok,” ujarnya.



Kelompok petani yang datang menuntut kepekaan pemerintah daerah, kata Dwi, berasal dari berbagai daerah, baik itu Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kabupaten Tabalong.

Dirinya bersama para petani menilai anjloknya harga komuditas sayur dan buah-buahan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Contohnya, buah semangka yang saat ini harga per kilogramnya hanya 500 rupiah saja. Padahal, sebelum pandemi harganya 3.000 rupiah. Kondisinya seperti ini, tidak ada perhatian,” keluhnya.

Oleh karena itu, massa menuntut pemerintah daerah untuk turun langsung menemui serta melihat keadaan petani di Kalimantan Selatan.

Lalu, pemerintah juga diminta untuk menjamin ketersediannya lahan pertanian dan perlindungannya.

Sementara itu, Plt Sekda Pemprov Kalsel Roy Rizali Anwar mengakui bahwa merebaknya Covid-19 tak hanya berdampak pada petani saja, melainkan di setiap sektor usaha. Namun begitu, ia menjanjikan bahwa Pemprov Kalsel akan menangani kondisi sulit tersebut.

“Kita akui perputaran ekonomi saat ini tidak normal. Saat ini, kita tengah melakukan pemetaan dengan mendata siapa saja petani dan nelayan yang terdampak. Kita coba tangani melalui program stimulus ekonomi,” tuturnya.

Roy menegaskan, penanganan Covid-19 memang tak hanya di bidang kesehatan saja. Pemerintah sendiri katanya telah menjalankan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang anggaran dialokasi cukup banyak demi menambah kebutuhan masyarakat yang terdampak
“Nah, untuk pogram stimulus ekonomi kita ingin memetakan yang terdampak.

Semisalnya gerakan makan ikan membantu petani yang produknya tidak laku. Artinya, bantuan kita kepada petani itu sudah berjalan, namun kita perlu liat dari prioritasnya karena kalau semuanya langsung dilaksanakan, anggaran tidak cukup,” kata Roy.

Hampir senada, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalsel Syamsir mengungkapkan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh petani adalah hal yang lumrah. Ia sendiri tak membantah bahwa harga komoditas buah maupun sayur mengalami penurunan.

“Itu sudah biasa, dengan adanya pandemi, komoditas semua pasti turun.

Sebenarnya dari pemerintah kabupaten/kota harus melakukan intervensi terkait harga yang anjlok ini.

Aspirasi massa semua kita tampung, untuk selanjutkan kita tindaklanjuti di lapangan,” terangnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->