Connect with us

Kalimantan Selatan

UPDATE Covid-19 Kalsel Jum’at Sore: 1 Tambahan PDP, Bukan Lagi Imported Case

Diterbitkan

pada

Data Covid-19 Kalsel Jum'at 3 April 2020 pukul 16.00 Wita.
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalimantan Selatan kembali merilis data terbaru jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif Covid-19. Data per Jum’at (3/4/2020) pukul 17.00 Wita, ada terjadi penambahan dari jumlah ODP maupun PDP.

Untuk PDP Covid-19 di Kalsel bertambah 1 orang. Jika sebelumnya pada pagi tadi hanya berjumlah 5 orang, kini berubah menjadi 6 orang. Bertambahnya 1 orang berstatus PDP, diketahui berasal dari rujukan kota Banjarmasin

Penambahan satu PDP dari kota Banjarmasin tentu bukan hal yang mengejutkan. Pasalnya, kota Banjarmasin telah dinyatakan menjadi local transmission penyebaran Covid-19.

Bahkan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, tidak menampik bahwa fakta kasus-kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berikutnya bukan lagi merupakan kasus dari luar (imported case) yang menginfeksi ke dalam kota Banjarmasin. Namun, saat ini sudah ada penularan dari dalam kota. “Ini yang harus kita jaga betul sehingga ada langkah yang luar biasa untuk kemudian membendung penyebaran virus Covid-19,” katanya.

Jika dirincikan untuk jumlah 6 PDP di Kalsel, 5 orang diantaranya berasal dari rujukan kota Banjarmasin. Sedangkan, sisanya 1 orang berasal dari  Kabupaten Tabalong.

Sedangkan, untuk jumlah ODP, terjadi kenaikan sebanyak 3 orang. Yang mana pada pagi tadi awalnya hanya berjumlah 1.356 orang, kini berubah menjadi 1.359 orang.

Dalam hal ini, daerah yang menyandang jumlah ODP terbanyak di Kalsel adalah Kota Banjarbaru sebanyak 201 orang. Disusul oleh Kabupaten Tabalong sebanyak 171 orang dan Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 139 orang.

Kabar baiknya, sampai Jumat sore ini, jumlah pasien di Kalsel yang terpapar virus corona belum ada mengalami penambahan. Artinya, masih dengan jumlah yang sama yakni 8 orang. Diantaranya 4 orang dari rujukan Kota Banjarmasin, 3 orang dari Kabupaten Banjar, dan 1 orang dari Kabupaten Tabalong. Mereka yang terpapar virus corona saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Segera Panggil Bupati HSU, Ini Alasannya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan saat berada di Kabupaten HSU. foto: dew
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan berencana akan memanggil Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Langkah ini diambil usai melakukan monitoring dan evaluasi 6 kabupaten di Banua Aman pada Senin (24/5/2020) lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Hanif Faisol Nurofiq.

“Mungkin dalam waktu dekat Tim Gugus Tugas yang bertugas melakukan evaluasi dan merekomendasikan untuk segera memanggil Bupati HSU. Jadi kami merekomendasikan kepada Ketua Gugus Tugas Provinsi untuk memanggil Bupati HSU,” kata Hanif kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020) siang.

Mengapa Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 HSU harus dipanggil? Hanif menyebut, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel tidak melihat upaya yang nyata dari Tim Gugus Tugas Covid-19 HSU. Dimana, ia menyebut masih mendapati sebagian besar masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Kita jumpai banyak pos-pos yang ditutup. Ini mau kerja serius apa enggak HSU ini?” ujarnya.

Hanif menjelaskan, jajarannya sudah berkali-kali memanggil Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 HSU dan tak pernah hadir memenuhi panggilan itu. Maka, ia menggarisbawahi, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak merekomendasikan kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalsel untuk memanggil Bupati HSU, guna meminta penjelasan lebih lanjut.

Di samping itu, Hanif mengungkapkan, hasil tracing dan tracking yang diterima dari Tim Gugus Tugas Covid-19 HSU juga sangat sedikit. Padahal, kabupaten yang beribu kota di Amuntai ini termasuk daerah yang terbuka dan semua orang bebas keluar masuk.

“Kok hasil tracing dan tracking-nya seperti ini. Maka inilah yang harus diceritakan kepada kita dilengkapi dengan bukti-bukti yang nyata,” kata Hanif. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

UPDATE. Temuan 21 Kasus Positif Covid-19 Didominasi Hasil Tracing, Kalsel Kini Catat 572 Kasus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Jumat (22/5/2020) petang. Foto: gugus tugas
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali merangkak. Sama seperti pada Kamis (21/5/2020) sore, kenaikan kasus tidak begitu signifikan seperti sebelumnya.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Jumat (22/5/2020) sore, jumlah kasus positif Covid-19 berjumlah 572 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 yaitu sebanyak 21 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Jumat (22/5/2020) petang.

Dari jumlah tersebut, 437 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus. Di mana, 101 kasus diantaranya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kalsel. Sementara, 336 kasus lainnya menjalani karantina khusus, yang jika dipersentasekan sebesar 76,88 persen.

Tambahan kasus sendiri, berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak satu kasus, yang menjalani karantina khusus di Banjarmasin. Sementara itu, 20 kasus lainnya merupakan hasil tracing yang dilakukan Tim Surveilans Epidemiologi.

“Hasil tracing itu terdiri dari 15 kasus di Banjarmasin, 4 kasus dari Kabupaten Tapin dan satu kasus dari Kabupaten Banjar,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Di samping itu, Muslim mengakui ada penambahan kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 2 kasus. Sehingga, tercatat sebanyak 58 kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

Adalah 2 PDP yang meninggal dunia pada 17 dan 19 Mei 2020 lalu, yang mana hasil PCR (polymerase chain reaction) dinyatakan positif Covid-19. “Yaitu KS Covid #451 atau Ulin-134, laki-laki usia 71 tahun asal Banjarmasin yang meninggal pada 17 Mei 2020,” lugas Muslim.

Terakhir, KS Covid #404 atau SS-9, laki-laki usia 46 tahun dari Banjarmasin. PDP ini sendiri sebelumnya dirawat di RSUD Sultan Suriansyah dan meninggal dunia pada 19 Mei 2020. Sementara itu, jumlah kasus sembuh dari Covid-19 tidak bertambah. Jumlahnya sendiri masih tercatat sebanyak 77 kasus. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran, Kalsel Wacanakan Tambah Gedung Karantina

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemprov Kalsel berencana menambah gedung karantina antisipasi lonjakan kasus Covid-19 Foto: rico
Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALAKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana menambah gedung karantina baru untuk warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan kasus positif Covid-19 tanpa gejala.

Saat ini, tercatat ada dua gedung karantina khusus yang digunakan yakni Gedung Diklat di Jalan Ambulung dan Gedung Bapelkes. Kedua gedung karantina ini sama-sama berada di Kota Banjarbaru dan telah sebulan terakhir beroperasi.

Untuk di gedung Diklat Ambulung, fasilitas yang tersedia ada sebanyak 80 kamar dengan masing-masing kamar 2 tempat tidur. Sedangkan, di Bapelkes tersedia 160 kamar. Kedua gedung karantina ini dijaga oleh aparat keamanan dan di tempatkan masing-masing tenaga kesehatan untuk melakukan layanan selama proses karantina.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Bencana BPBD Kalsel Syahruddin SE, mengatakan Gugas Tugas Provinsi saat ini sedang melakukan survei lokasi untuk gedung karantina khusus tambahan baru. Adapun wacana penambahan gedung karantina baru ini merujuk pada prediksi Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel bahwa akan terjadi lonjakan kasus signifikan Covid-19 pasca peringatan Hari Raya Idul Fitri.

“Terlebih lagi bahwa dua gedung karantina yang saat ini beroperasi telah dihuni lebih dari separo dari kapasitas ruang yang ada. Contohnya, di gedung Diklat Ambulung sudah terisi 80 persen. Lalu, di gedung Bapelkes sudah terisi 70 orang dari kapasitas 160 kamar,” kata Syahruddin, Jumat (22/5/2020) siang.

Dikatakan Syahruddin bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan survei lokasi untuk gedung karantina khusus tambahan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penambahan kapasitas kamar di dua gedung karantina yang ada.

“Saya mengajak masyarakat untuk mewaspadai orang tanpa gejala namun positif Covid. Karena itu diimbau agar mematuhi protokol pencegahan penularan Covid yang gencar disosialisasikan,” katanya.

Terakhir, Syahruddin juga berharap bagi masyarakat yang telah dinyatakan sembuh usai karantina agar dapat mensosialisasikan kepada orang di lingkungan dan sejawatnya agar tak takut apabila ingin secara sukarela menjalani karantina.(Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 


Bagikan artikel/berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->