Connect with us

Kalimantan Selatan

UPDATE. Temuan 21 Kasus Positif Covid-19 Didominasi Hasil Tracing, Kalsel Kini Catat 572 Kasus

Diterbitkan

pada

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Jumat (22/5/2020) petang. Foto: gugus tugas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali merangkak. Sama seperti pada Kamis (21/5/2020) sore, kenaikan kasus tidak begitu signifikan seperti sebelumnya.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan pada Jumat (22/5/2020) sore, jumlah kasus positif Covid-19 berjumlah 572 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 yaitu sebanyak 21 kasus,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Jumat (22/5/2020) petang.

Dari jumlah tersebut, 437 kasus diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus. Di mana, 101 kasus diantaranya menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kalsel. Sementara, 336 kasus lainnya menjalani karantina khusus, yang jika dipersentasekan sebesar 76,88 persen.

Tambahan kasus sendiri, berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak satu kasus, yang menjalani karantina khusus di Banjarmasin. Sementara itu, 20 kasus lainnya merupakan hasil tracing yang dilakukan Tim Surveilans Epidemiologi.

“Hasil tracing itu terdiri dari 15 kasus di Banjarmasin, 4 kasus dari Kabupaten Tapin dan satu kasus dari Kabupaten Banjar,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Di samping itu, Muslim mengakui ada penambahan kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 2 kasus. Sehingga, tercatat sebanyak 58 kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

Adalah 2 PDP yang meninggal dunia pada 17 dan 19 Mei 2020 lalu, yang mana hasil PCR (polymerase chain reaction) dinyatakan positif Covid-19. “Yaitu KS Covid #451 atau Ulin-134, laki-laki usia 71 tahun asal Banjarmasin yang meninggal pada 17 Mei 2020,” lugas Muslim.

Terakhir, KS Covid #404 atau SS-9, laki-laki usia 46 tahun dari Banjarmasin. PDP ini sendiri sebelumnya dirawat di RSUD Sultan Suriansyah dan meninggal dunia pada 19 Mei 2020. Sementara itu, jumlah kasus sembuh dari Covid-19 tidak bertambah. Jumlahnya sendiri masih tercatat sebanyak 77 kasus. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

 

Advertisement
Komentar

Kalimantan Selatan

Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Segera Panggil Bupati HSU, Ini Alasannya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan saat berada di Kabupaten HSU. foto: dew

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan berencana akan memanggil Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Langkah ini diambil usai melakukan monitoring dan evaluasi 6 kabupaten di Banua Aman pada Senin (24/5/2020) lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Hanif Faisol Nurofiq.

“Mungkin dalam waktu dekat Tim Gugus Tugas yang bertugas melakukan evaluasi dan merekomendasikan untuk segera memanggil Bupati HSU. Jadi kami merekomendasikan kepada Ketua Gugus Tugas Provinsi untuk memanggil Bupati HSU,” kata Hanif kepada awak media di Banjarmasin, Selasa (26/5/2020) siang.

Mengapa Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 HSU harus dipanggil? Hanif menyebut, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel tidak melihat upaya yang nyata dari Tim Gugus Tugas Covid-19 HSU. Dimana, ia menyebut masih mendapati sebagian besar masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Kita jumpai banyak pos-pos yang ditutup. Ini mau kerja serius apa enggak HSU ini?” ujarnya.

Hanif menjelaskan, jajarannya sudah berkali-kali memanggil Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 HSU dan tak pernah hadir memenuhi panggilan itu. Maka, ia menggarisbawahi, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak merekomendasikan kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalsel untuk memanggil Bupati HSU, guna meminta penjelasan lebih lanjut.

Di samping itu, Hanif mengungkapkan, hasil tracing dan tracking yang diterima dari Tim Gugus Tugas Covid-19 HSU juga sangat sedikit. Padahal, kabupaten yang beribu kota di Amuntai ini termasuk daerah yang terbuka dan semua orang bebas keluar masuk.

“Kok hasil tracing dan tracking-nya seperti ini. Maka inilah yang harus diceritakan kepada kita dilengkapi dengan bukti-bukti yang nyata,” kata Hanif. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran, Kalsel Wacanakan Tambah Gedung Karantina

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemprov Kalsel berencana menambah gedung karantina antisipasi lonjakan kasus Covid-19 Foto: rico

KANALAKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berencana menambah gedung karantina baru untuk warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan kasus positif Covid-19 tanpa gejala.

Saat ini, tercatat ada dua gedung karantina khusus yang digunakan yakni Gedung Diklat di Jalan Ambulung dan Gedung Bapelkes. Kedua gedung karantina ini sama-sama berada di Kota Banjarbaru dan telah sebulan terakhir beroperasi.

Untuk di gedung Diklat Ambulung, fasilitas yang tersedia ada sebanyak 80 kamar dengan masing-masing kamar 2 tempat tidur. Sedangkan, di Bapelkes tersedia 160 kamar. Kedua gedung karantina ini dijaga oleh aparat keamanan dan di tempatkan masing-masing tenaga kesehatan untuk melakukan layanan selama proses karantina.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Bencana BPBD Kalsel Syahruddin SE, mengatakan Gugas Tugas Provinsi saat ini sedang melakukan survei lokasi untuk gedung karantina khusus tambahan baru. Adapun wacana penambahan gedung karantina baru ini merujuk pada prediksi Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel bahwa akan terjadi lonjakan kasus signifikan Covid-19 pasca peringatan Hari Raya Idul Fitri.

“Terlebih lagi bahwa dua gedung karantina yang saat ini beroperasi telah dihuni lebih dari separo dari kapasitas ruang yang ada. Contohnya, di gedung Diklat Ambulung sudah terisi 80 persen. Lalu, di gedung Bapelkes sudah terisi 70 orang dari kapasitas 160 kamar,” kata Syahruddin, Jumat (22/5/2020) siang.

Dikatakan Syahruddin bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan survei lokasi untuk gedung karantina khusus tambahan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penambahan kapasitas kamar di dua gedung karantina yang ada.

“Saya mengajak masyarakat untuk mewaspadai orang tanpa gejala namun positif Covid. Karena itu diimbau agar mematuhi protokol pencegahan penularan Covid yang gencar disosialisasikan,” katanya.

Terakhir, Syahruddin juga berharap bagi masyarakat yang telah dinyatakan sembuh usai karantina agar dapat mensosialisasikan kepada orang di lingkungan dan sejawatnya agar tak takut apabila ingin secara sukarela menjalani karantina.(Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : cell

 

Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

140 Kasus Positif Covid-19 akan Dipindahkan ke Pusat Karantina Khusus Pemprov Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan Muhamad Muslim menyampaikan kondisi terbaru Covid-19, Selasa (5/5/2020) sore. Foto : gugus tugas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kini telah tercatat 219 kasus. Dari jumlah tersebut, 140 kasus di antaranya menjalani karantina khusus, yang tidak menutup kemungkinan akan dipindahkan ke pusat karantina khusus Pemprov Kalsel di Gedung Ambulung Banjarbaru.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim di Banjarbaru, Selasa (5/5/2020) sore.

“Dari 140 kasus ini, secara bertahap mulai dipindahkan ke tempat karantina khusus Provinsi Kalimantan Selatan. Saat ini jumlahnya ada 53 kasus dan tentu saja akan bertambah lagi seiring dengan proses pemindahan ke tempat karantina khusus yang ada di provinsi,” kata Muslim.

Saat ini, dari 53 kasus yang menjalani karantina khusus di Gedung Ambulung Banjarbaru, didominasi dari Kota Banjarbaru sebesar 32,69 persen. Kemudian disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 30,18 persen dan Kota Banjarmasin sebesar 16,98 persen.

“(Kemudian) Kabupaten Tapin sebesar 13,20 persen, Kabupaten Barito Kuala sebesar 5,66 persen dan Kabupaten Banjar sebesar 1,88 persen dari 53 kasus yang saat ini menjalani karantina khusus,” beber Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->