Connect with us

Bisnis

Utang Pemerintah Melonjak jadi Rp 5.264 T Akibat Pembiayaan Pandemi Covid-19

Diterbitkan

pada

Utang pemerintah bertambah Rp 484,8 triliun dari posisi akhir 2019 Rp 4.779 triliun. Foto : suara
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 meningkat menjadi Rp 5.264,07 triliun. Utang tersebut bertambah Rp 484,8 triliun dari posisi akhir 2019 Rp 4.779 triliun seiring kebutuhan dana untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

Seiring kenaikan tersebut, rasio utang pemerintah terhadap PDB pun membengkak menjadi 32,67% dibandingkan akhir 2019 sebesar 29,8%. Rasio utang ini juga diprediksi akan terus meningkat hingga 2021, tergambar dalam databoks di bawah ini.

“Dalam mengelola keuangan negara, pemerintah menerapkan strategi kebijakan countercyclical yaitu APBN digunakan sebagai buffer untuk mengakselerasi pembangunan negara,” tulis buku APBN KiTa edisi Juli 2020 seperti dikutip Katadata.co.id, Rabu (22/7).

Adapun komposisi utang pemerintah masih didominasi dalam bentuk Surat Berharga Negara yakni 83,9% atau Rp 4.472,22 triliun. Sementara itu, porsi pinjaman 16,1% atau Rp 791,85 triliun. Utang pemerintah dalam bentuk SBN terdiri dari SBN domestik Rp 3.280,02 triliun dan SBN valas Rp 1.192,21 triliun. SBN domestik berbentuk Surat Utang Negara Rp 2.665,48 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara Rp 614,54 triliun.



 

Sementara SBN valas berbentuk SUN tercatat Rp 939,06 triliun dan SBSN Rp 253,15 triliun. Pinjaman terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp 9,8 triliun dan luar negeri Rp 782,04 triliun. Pinjaman luar negeri tercatat dalam bentuk bilateral RP 305,26 triliun, multilateral Rp 434,35 triliun, dan bank komersial Rp 42,44 triliun.

Pemerintah telah melakukan kebijakan relaksasi defisit anggaran di atas batas 3% untuk memenuhi kebutuhan belanja dan pembiayaan di sektor prioritas. Ini diatur melalui UU Nomor 2 tahun 2020 sebagai acuan dalam mengambil langkah-langkah cepat dan luar biasa serta terkoordinasi untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Melalui berbagai diskusi intensif serta dengan pertimbangan yang matang dan terukur, presiden telah menetapkan Perpres Nomor 54/2020 tentang Perubahan APBN dengan defisit anggaran mencapai 5,07% dan selanjutnya Perpres Nomor 72/2020 tentang Perubahan APBN dengan defisit anggaran mencapai 6,34%.

Di sisi lain, pemerintah tengah berencana menerbitkan surat utang yang khusus ditujukan untuk masyarakat Indonesia di luar negeri atau Diaspora Indonesia yang terdiri dari eks WNI, anak eks WNI, dan WNA yang orang tuanya WNI atau lebih dikenal dengan Diaspora Bonds.

Diaspora Bonds memberikan peluang bagi investor Diaspora Indonesia untuk turut serta berpartisipasi dalam pembangunan negara dan menjadi salah satu alternatif investasi yang dapat digunakan dan bermanfaat bagi diaspora atau anggota keluarga yang ada di Indonesia.

Selain itu, pemerintah dan BI telah bersepakat untuk melakukan pembagian beban alias burden sharing agar penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dapat terealisasi dengan baik. (katadata/Agatha)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Bisnis

Ketua Dekranasda HSU Optimis Kerajinan Purun Bisa Bangkit

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah Wahid meyakini kerajinan purun asal HSU bisa bangkit di masa adaptasi kebiasaan baru.

Purun merupakan tumbuhan rawa yang banyak yang dijumpai di Kabupaten HSU karena hampir 80% di seluruh wilayah HSU dikelilingi rawa, sehingga tumbuhan purun mampu di manfaatkan oleh sebagian masyarakat HSU.

Anisa menjelaskan, kerajinan purun merupakan salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM) dari Kabupaten HSU yang telah banyak dikenal baik di dalam daerah hingga nasional.

Purun sampai kini menjadi sumber ekonomi selain bertani bagi sebagian masyarakat desa di HSU karena sudah membudaya dikalangan masyarakat HSU.



“Tanpa harus dipaksa, banyak tangan yang terampil membuat kerajinan khas alam ini,” kata Anisah.

Anisah menambahkan dari purun berbagai kerajinan dapat dihasilkan oleh para pengrajin diantara seperti tas, tikar, topi, bakul, hiasan dinding, aksesoris lainnya bahkan sedotan yang kini diekspor sampai ke luar negeri.

Selain itu, kata Anisah tak jarang kerajinan purun asal kabupaten HSU ini mengikuti ajang di pameran-pameran nasional untuk dipromosikan.

Anisah mengakui, meski pada masa pandemi covid 19 ini pemasaran kerajinan menurun hampir 30% yang disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, kenaikan biaya produksi. Serta terhambatnya distribusi produk, namun hal itu tidak serta merta membuat para pengrajin berhenti sama sekali.

Karena segala permasalahan tersebutlah Dekranasda HSU semakin berupaya kembali untuk meningkatkan kembali produksi kerajinan, antaralain melalui pelatihan digital marketing kepada pelaku IKM. Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga untuk pemasaran produk di antaranya dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

“Di era saat ini pemasaran produksi kerajinan meningkat  20%, Alhamdulilah kenaikan sudah terlihat signifikan untuk pemasaran produksi dan pemasaran produk kerajinan,” kata Ketua Dekranasda HSU.

Lebih jauh, Anisa menghimbau kepada masyarakat HSU untuk bersama-sama menggunakan produk buatan kabupaten HSU sembari berharap agar produk kerajinan asal HSU dapat kembali normal dipasarkan seperti biasanya baik di dalam negeri maupun keluar negeri. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Besek Purun Ramah Lingkungan, Pengrajin Kebanjiran Order Jelang Idul Kurban

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kelompok Pengrajin Purun “Berkat Ilahi” Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU kebanjiran order pembuatan tempat besek untuk daging kurban. foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Kelompok Pengrajin Purun “Berkat Ilahi” Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kebanjiran order pembuatan tempat besek untuk daging kurban.

Pengemasan daging kurban harus menggunakan bahan yang ramah lingkungan tanpa menggunakan kantong plastik.

Pengrajin “Berkat Ilahi” mendapatkan pesanan sebanyak 2.000 buah, besek merupakan tempat berbentuk kotak setinggi sekitar 10 hingga 15 cm, terbuat dari anyaman purun dilengkapi dengan tutup.

Untuk panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban yang ingin lebih ramah lingkungan, biasanya menggunakan besek ini untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.



 

“Pembuatan besek hampir sama dengan pembuatan bakul hanya saja berbeda dalam bentuk dan ukuran menggunakan cara disusuk,”  ungkap Sekretaris Kelompok Kerajinan Berkat Ilahi, Siti Rahmah kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (30/7/2020). Untuk pembuatan satu besek bisa dikerjakan antara 1 hingga 1,5 jam dengan bahan yang sudah tersedia.

“Dalam 1 hari pengrajin biasanya bisa mengerjakan antara 5 hingga 6 buah besek, tergantung kecepatan pengrajinnya, kelompok kerajinan ini juga menerima berbagai jenis macam kerajinan seperti bakul dan tas,”kata Siti Rahmah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerajinan Ahmad Baihaqi mengatakan, kelompok usaha bersama “Berkat Ilahi” ini awalnya hanya diikuti sekitar 20 pengrajin, saat ini sudah sekitar 50 pengrajin.

Kelompok kerajinan “Berkat Ilahi” saat ini sudah berusia hampir 2 tahun dan akan terus dikembangkan dengan membangun jaringan ke desa sekitar. “Untuk memaksimalkan hasil hasil kerajinan baik secara jumlah maupun kualitas,” kata Baihaqi.

Ia mengharapankan semakin banyaknya pengrajin yang ikut terlibat, maka semakin banyak pula warga yang mendapatkan keuntungan dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga.

Jelang Idul Adha 1441 H Bupati HSU H Abdul Wahid HK sendiri mengeluarkan surat edaran nomor 660/431/DISPERKIM-LH/2020 tentang imbauan pelaksanaan Idul Adha tanpa kantong plastik di Kabupaten HSU. Ini juga merupakan tindak lanjut Surat Edaran yang dikeluarkan tahun 2018 dengan nomor 660/496/Disperkim-LH/2020 tentang Himbauan untuk Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik yang Tidak Ramah Lingkungan.  Ditambah dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia MUI Nomor 41 Tahun 2014 terkait tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->