Connect with us

Kota Palangkaraya

Vaksin Sinovac Didistrubusikan ke 10 Puskesmas di Palangkaraya

Diterbitkan

pada

Petugas Puskesmas saat mengambil vaksin Covid-19 Sinovac di gudang farmasi Dinkes Kota Palangka Raya. Foto: tri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Ada 4.400 vial vaksin Sinovac tahap pertama diterima Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, sebanyak 1.328 dosis telah didistribusikan ke 10 Puskesmas.
Sedangkan 3.072 dosis masih disimpan di gudang farmasi untuk penyuntikan tahap kedua.

“Hanya untuk Puskesmas Rakumpit baru besok didistrubusikan jam 9,” kata Kepala Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Ahmad Sofian, Rabu (13/1/2021).

Namun untuk vaksin diambil oleh masing-masing petugas Puskesmas dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Sebanyak 2.200 tenaga kesehatan menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi tahap pertama. Nantinya, satu orang penerima vaksin mendapat dua dosis.

“Kalau hari ini disuntik, 14 hari kemudian disuntik lagi. Sisanya tetap disimpan sampai pelaksanaan suntik kedua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama disimpan di gudang farmasi, vaksin harus disimpan pada suhu 2-8 derajat celsius dan disimpan dalam lemari pendingin.



Begitu juga saat vaksin dibawa keluar dari gudang, selama dalam perjalanan hingga tiba di Puskesmas, suhu yang sama harus tetap terjaga. “Makanya petugas Puskesmas, masing-masing membawa cold box,” ucapnya. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter : Tri
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Kota Palangkaraya

PPKM di Kota Palangka Raya Dimulai, Ini 9 Aturan yang Diterapkan!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menerapkan PPKM untuk menekan Covid-19. Foto: tri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA — Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengajak masyarakat berjuang bersama menekan penyebaran Covid-19 dengan semangat Isen Mulang.

“Maju terus, pantang mundur dan tidak kenal menyerah untuk Kota Cantik Palangka Raya yang kita cintai, kita tata, kita bangun dan kita jaga selalu,” kata Fairid, Minggu (17/1/2021).

Hal ini disampaikannya saat apel Satgas dan launching surat edaran (SE) Wali Kota Palangka Raya nomor 80 tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan, di halaman Balai Kota, Minggu (17/1/2021) sore.

Selama dua minggu Kota Palangka Raya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejak 17-31 Januari 2021. PPKM diterapkan mengingat perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya yang cenderung meningkat.



PPKM mengacu berdasarkan Peraturan Wali kota Palangka Raya nomor 26 tahun 2020, instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 01 tahun 2021 dan SE Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/193/Satgas Covid-19.

Wali Kota meminta kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya serta para pihak terkait untuk melaksanakan hal-hal penting sebagai berikut:

1) Membatasi tempat/kerja perkantoran pemerintah maupun swasta dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work from Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat dan disiplin.
Pengaturan persentase WFH dan WFO dapat dikecualikan untuk perkantoran di sektor pelayanan publik dan/atau perkantoran yang telah mendapat asistensi dari Satgas dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat dan disiplin.

2) Sewaktu-waktu akan diberlakukan kepada pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi umum darat akan dilakukan tes acak (random check) rapid test antigen/rapid test antibody oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya.

3) Pemberlakuan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan yang dilaksanakan dalam beberapa pembatasan kegiatan.

4) Seluruh Kepala Keluarga dan/atau anggota keluarga, Ketua RT/RW dan lurah/camat terlibat aktif dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak/tidak berkerumun. Dimulai dari lingkungan terkecil di dalam rumah/lingkungan keluarga ataupun lingkungan RT/RW dan kelurahan/kecamatan.

5) Kegiatan lomba dalam bentuk apapun yang mengumpulkan massa tidak diperbolehkan.

6) Penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan yang dilaksanakan secara serentak di wilayah Kota Palangka Raya dalam beberapa pembatasan kegiatan ini, dapat diperpanjang sesuai dengan hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya.

7) Pembelajaran tatap muka di semua satuan pendidikan belum dapat dilaksanakan dan tetap melaksanakan secara daring (online), sampai dengan adanya penurunan kasus Covid-19 yang signifikan.
8) Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku baik sanksi pidana dan/atau sanksi administratif.

9) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya berwenang melakukan pembubaran paksa seluruh kegiatan masyarakat yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter : Tri
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Palangkaraya

Dokter Probo Ungkap Alasan Wali Kota Fairid Tetap Divaksin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin usai divaksin. Foto: humas pemko palangkaraya
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Pemkot Palangkaraya melakukan pencanangan vaksinasi Covid-19, di RSUD Doris Sylvanus Kota Palangkaraya, Kamis (14/1/2021).

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac, meski pernah terpapar virus corona.

Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kota Palangka Raya, dr Probo Wuryantoro menjelaskan alasan Fairid tetap divaksinasi, sebab terpapar virus corona 6 bulan lalu.

“Kita tidak pernah tahu, jumlah partikel virus yang waktu itu menginfeksi wali kota, sudah diukur dalam penelitian uji klinis, telah memberikan kekebalan beberapa waktu.



Menurutnya, sehari sebelum disuntik vaksin Sinovac, wali kota sudah dilakukan cek rapid antibodi, IGG dan IGM, dan hasilnya sudah negatif.

Kemungkinan lanjutnya, antibodi yang sudah terbentuk saat terpapar virus, Mei lalu, tidak memberikan kekebalan optimal. Oleh sebab itu diberikan vaksin, karena sebagai pelayan masyarakat.

Sehingga tetap diperbolehkan secara klinis dan keilmuan, untuk memberikan kekebalan yang optimal.

“Jadi dosis virus yang diaktifkan ke dalam vaksin, sudah diukur sesuai masing-masing orang yang divaksinasi,” ujarnya.

Dengan vaksin yang diberikan, dapat memberikan booster kembali, karena memang perlu ditingkatkan kembali atau tepatnya jika terpapar tidak memberikan angka kesakitan yang lebih berat.

“Intinya sudah terpapar lebih 6 bulan dan sudah melakukan rapid antibodi serta IGG negatif,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/tri)

 

Reporter : Tri
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->