Connect with us

Kota Banjarbaru

Video. Berbagi Semangat Hadapi Wabah COVID-19

Diterbitkan

pada

Grafis Kalsel Lawan Corona!

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) di Kalimantan Selatan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Data terbaru pukul 10:00 WITA, jumlah ODP se Kalsel berjumlah 362 orang.

“Per jam 10:00 Wita, sudah ada 362 orang masuk dalam ODP,” Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Kalsel M Muslim kepada awak media, di Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Minggu (22/3/2020) sore.

Hari ini redaksi kanalkalimantan.com menerima kiriman video berbagi semangat dari warga Banua, bahkan ada satu video dari kawan kami warga Singapura. Dalam video ini kita diajak untuk tetap optimis, tidak panik dan ikuti imbauan pemerintah dalam hadapi wabah corona atau COVID-19 ini. (kanalkalimantan.com/andy)

 

https://youtu.be/jcl93AHEc_w

 

Editor : Andy

 

Kota Banjarbaru

Jokowi Minta 25 Kabupaten/Kota Dijaga TNI-Polri, Termasuk Banjarmasin dan Banjarbaru!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Jokowi minta 25 kabupaten kota di Indonesia dijaga TNI-Polri Foto: suara

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin aparat TNI-Polri ada di setiap keramaian-keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Corona (Covid-19).

Penjagaan aparat ini dilakukan di empat provinsi, serta 25 kabupaten/kota. Termasuk dua kabupaten/kota di Kalsel, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Batola.

Pendisiplinan protokol kesehatan akan dilakukan di 4 provinsi, 25 kabupaten/kota, dan 1.800 objek. Objek tersebut meliputi mal-mal, pasar-pasar rakyat, dan tempat pariwisata.

“Pada hari ini, telah dimulai TNI dan Polri menggelar pasukan dan aparatnya di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota. Di Sumatera Barat, DKI Jakarta, di Jawa Barat, dan di Gorontalo. Di kota-kota ada 25; di Surabaya, di Malang. dan lain-lainnya,” kata Jokowi di Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020) dilansir detik.com.

Masyarakat diminta selalu menjalankan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Kebijakan ini akan dievaluasi dalam seminggu ke depan. Jokowi mengatakan ada rencana pendisiplinan dilakukan ke semua wilayah di Indonesia. Jokowi berharap, dengan pendisiplinan oleh TNI dan Polri itu, laju penyebaran kasus virus Corona akan terus menurun.

“Kita ingin sekali lagi bisa masuk ke normal baru, ke tatanan baru. Dan kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul kedisiplinan yang kuat, sehingga R0 nya bisa terus kita tekan di bawah 1,” kata Jokowi.

Berikut 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota yang diminta Jokowi:
Provinsi:

1. DKI Jakarta
2. Jawa Barat
3. Sumatera Barat
4. Gorontalo

Kabupaten/Kota:
1. Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kabupaten Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoarjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjarbaru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala
25. Kabupaten Buol
(Kanalkalimantan.com/detik)

 

Editor : Cell

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Empat Penderita Asal Banjarmasin Meninggal, Positif Covid-19 di Kalsel Bertambah 27 Orang

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel, Muhamad Muslim Foto: Fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sempat melandai, temuan kasus baru positif Covid-19 di Kalimantan Selatan kembali melonjak. Hingga Selasa (26/5/2020) sore tercatat ada 630 kasus positif Covid-19 atau naik sebanyak 27 kasus dibanding sehari sebelumnya yang tercatat 603 kasus.

“Penambahan kasus positif Covid-19 hari ini sebanyak 27 orang,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalimantan Selatan Muhamad Muslim, Selasa (25/5/2020) sore.

Dari 27 kasus baru ini, mayoritas tercatat dari Kabupaten Tanahbumbu sebanyak 10 kasus. Disusul Kota Banjarmasin sebanyak delapan kasus, Kabupaten Tanahlaut sebanyak lima kasus, Kabupaten Banjar sebanyak dua kasus, serta masing-masing satu kasus dari Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin.

Saat ini, lanjut dia, dari 630 kasus positif Covid-19 yang tercatat, 483 kasus di antaranya menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun menjalani karantina khusus.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini menyebut ada penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Sehingga kini tercatat sebanyak 67 kasus kematian akibat Covid-19 di Kalsel, atau sebesar 10 persen.

“Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada hari ini sebanyak empat orang, yang semuanya berasal dari Kota Banjarmasin,” ujar Muslim.

Namun demikian, tidak ada laporan kasus sembuh dari Covid-19 tercatat pada hari ini, yang saat ini tercatat sebanyak 77 kasus.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel tercatat sebanyak 910 orang. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) melonjak menjadi 162 pasien.(kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : dhani

 

Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Satu di Antaranya Kasus Korupsi, 631 Warga Binaan Lapas Banjarbaru Terima Remisi Idul Fitri

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kegiatan di Lapas Klas II B Banjarbaru. Foto: Petugas Lapas

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia memberikan remisi khusus kepada warga binaan atau narapidana (napi) beragama Islam yang berada di Lapas Kelas II B Banjarbaru, Minggu (24/5/2020) pagi.

Adapun penerima remisi Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini sebanyak 631 warga binaan.

Jumlah tersebut merupakan warga binaan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan masa hukuman. Dalam hal ini, mereka mendapatkan pengurangan masa hukuman 15 hari, satu bulan, bahkan ada juga yang sampai dua bulan.

Mereka yang menerima pengurangan masa hukuman ini telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Salah satunya, telah menjalani setengah dari masa hukumannya di Lapas Banjarbaru.

Lebih rinci lagi, 631 napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman ini tergolong dari berbagai tindak pidana kejahatan. Yakni, 473 napi dari tindak pidana umum (pidum), 157 napi dari kasus Narkotika, dan satu napi kasus korupsi.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliyadi, mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa warga binaan yang juga menerima RK II atau bisa langsung bebas. Hanya, mereka yang menerima RK II tersebut masih harus menjalani hukuman subsider (hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda).

“Ada tiga napi yang mendapatkan remisi khusus untuk langsung bebas. Tapi ketiganya masih menjalani hukuman subsider. Seorang napi menjalani subsider selama enam bulan dan dua napi lainnya menjalani subsider selama tiga bulan. Intinya, pada hari ini tidak ada napi yang dibebaskan,” katanya, saat dijumpai kanalkalimantan.com.

Sesuai arahan dari Dirjen Kemasyarakatan, kata Herliyadi, pemberian remisi bukan hanya implementasi pemberian hak yang diberikan negara. Tetapi lebih jauh merupakan apresiasi yang diberikan negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas di selama berada di Lapas/Rutan.

“Yang patut digarisbawahi bahwa para napi yang berada di dalam Lapas ini bukanlah untuk menjadi orang jahat. Mereka di sini karena kehendak yang Maha Kuasa. Mereka kami bina agar nantinya saat kembali ke lingkungan masyarakat, mereka bisa diterima kembali,” pungkas Kepala Lapas Banjarbaru.

Tercatat hingga hari ini, jumlah napi yang menghuni di Lapas Banjarbaru ada sebanyak 1.709 orang. Namun, ada 100 napi yang masih tertahan di sel tahanan Polres Banjarbaru dan belum bisa dipindahkan akibat kondisi yang disebabkan pandemi Covid-19. (kanalkalimantan.com/rico)

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->