Connect with us

Kota Palangkaraya

VIDEO PERNYATAAN GUBERNUR KALTENG TERKAIT STATUS TANGGAP DARURAT CORONA

Diterbitkan

pada

Gubernur Kalteng menaikkan status siaga menjadi tanggap darurat Foto: merdeka.com

KANALKALIMANTAN COM, PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menyatakan saat ini di wilayahnya ada 2 orang positif corona atau Covid-19. Menyusul ditemukannya dua kasus positif, Pemprov Kalteng pun menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat corona!

Hal tersebut disampaikan Sugianto usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Jamil Nurulhuda, Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (20/3/2020). Dalam siaran langsung melalui akun Facebook pribadinya dengan durasi 7,07 menit, Gubernur menyatakan baru saja mendapatkan informasi dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalteng, bahwa saat ini di Kalteng ada 2 orang positif Covid-19.
Berikut video pernyataan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.(Kanalkalimantan.com)

 

Kota Palangkaraya

Kurang 24 Jam, Pencuri 6.000 Masker di Gudang Farmasi Dinkes Kalteng Berhasil Dibekuk!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi berhasil meringkus pelaku pencurian masker di Dinkes Kalteng. Foto : polres

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA– Kasus pencurian 6.000 masker bedah milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Sabtu (11/4/2020), akhirnya terungkap. Kurang dari 24 jam, polisi akhirnya berhasil membekuk pelaku pembobol gudang farmasi milik Dinkes Kalteng di Jl Yos Sudarso, Palangkaraya, tersebut.

Subnit Resmob Polres Palangkaraya bersama dengan Resmob Polsekta Pahandut dibantu Dit Intelkam Polda Kalteng, berhasil mengamankan terduga pelaku pada Minggu (12/4/2020) pukul 01.30 WIB. ” Minggu dini hari tadi, terduga pelaku Deny Primasta (28), yang merupakan warga Palangkaraya berhasil diamankan beserta barang bukti,” kata Kapolresta Palangkaraya Kombes Tunggal Jaladri.

Pelaku sebelumnya menggasak masker bedah sebanyak 120 box (isi 50 lembar per box) dan masker N95 sebanyak 2 box (isi 20 lembar per box). Awalnya, tersangka masuk ke dalam Ruang Instalasi Farmasi Dinkes Provinsi Kalteng dengan cara membongkar kunci pintu harmonika menggunakan kunci 10.

Setelah berhasil masuk, pelaku kembali merusak pintu kaca dengan cara dicongkel. Selanjutnya ia mengambil barang berupa masker bedah sebanyak 120 box dan Masker N95 sebanyak 2 box. Akibat kejadian ini Dinkes Provinsi Kalteng diperkirakan menderita kerugian sebesar Rp 45.000.000. “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, pelaku dan barang bukti selanjutnya diamankan Satreskrim Polresta Palangkaraya,” jelas Jaladri.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantara nya 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z Nopol KH 5264 AD, 1 (satu) buah kunci 10, 120 (seratus dua puluh) box masker bedah merk Fresh Air, serta 2 (dua) box masker N95. Pelaku dikenakan pasal 363 KUH Pidana, pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Penangkapan ini patut kita apresiasi karena setelah mendapat laporan 1×24 pelaku sudah berhasil kita tangkap,” tegas Jaadri. (Kanalkalimantan.com/blg)

Reporter : Blg
Editor : Chell

Lanjutkan membaca

Kota Palangkaraya

Dievakuasi Pakai APD, Pria Meninggal di Depan ATM BRI Diduga Akibat Sakit Jantung

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas mengevakuasi pria yang meninggal di depan ATM BRI di Palangkaraya Foto : Polres

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA– Warga Kota Palangkaraya Kalteng sempat dibuat heboh dengan meninggalnya seorang lelaki tua di depan ATM BRI, di Jl Seth Adji, Rabu (8/4/2020). Khawatir yang bersangkutan meninggal karena kasus corona atau Covid-19, ternyata pria yang diketahui bernama Abdul Mataha (62) tersebut meninggal jarena diduga sakit jantung.

Hal ini sebagaimana disampaikan Kapolresta Palangkaraya Kombes Dwi Tunggal Jaladri, kepada wartawan.

“Pria paruh baya yang ditemukan meninggal meruapakan warga Jalan Cendana 22 Kota Palangkaraya. Almarhum meninggal diduga karena sakit jantung,” kata Kombes Jaladri.

Mataha ditemukan meninggal di depan unit ATM Bank BRI oleh warga sekitar pukul 11.00 Wita. Tidak lama petugas dari RSUD dr Doris Sylvanus dan anggota kepolisian dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke kamar jenazah untuk dilakukan lakukan visum.

“Jadi yang bersangkutan ini bukan korban akibat COVID-19, melainkan meninggal karena penyakit yang dideritanya,” tegasnya.

Saat ini jenazah pria tersebut kini masih berada di kamar jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Bahkan ditegaskan Jaladri, saat dievakuasi yang yang bersangkutan bukan masih hidup melainkan sudah meninggal dunia karena penyakitnya. “Jadi yang bersangkutan sudah meninggal saat dilakukan evakuasi petugas,” bebernya.

Sebelumnya, karena khawatir corona warga yang berada di sekitar lokasi penemuan itu takut untuk mendekat dan memberikan pertolongan.

Di sisi lain, Tania (60) istri dari Abdul Mataha mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut diberitahu oleh anggota kepolisian. Sehingga dirinya langsung datang ke rumah sakit untuk melihat suaminya tersebut. Dia menceritakan, suaminya tidak ada sakit yang aneh-aneh yang bersangkutan, bahkan terlihat sehat dan tidak pernah ke luar kota.”Dia tidak ada ke luar kota, bahkan tadi malam suami saya itu kelihatan sehat-sehat saja,” ungkapnya. (antara)

Reporter : Antara
Editor : Chell

Lanjutkan membaca

Kota Palangkaraya

KABAR BAIK. 2 Pasien Positif Covid-19 di Kalteng Dinyatakan Sembuh

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas medis sedang meneliti foto rontgen dada pasien. Foto: Dream

KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA – Kasus positif corona atau Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus bertambah. Hingga Rabu (1/4/2020) pukul 16.00 Wita tadi, jumlah pasien postif menjadi 10. Dari jumlah tersebut, delapan orang dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya dan dua orang lainnya dinyatakan sembuh.

“Puncak pandemi virus corona di Kalteng kami perkirakan terjadi pada April 2020,” kata Perwakilan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Yayu Indriaty.

Berkaitan dengan puncak pandemi Covid -19, hingga saat ini tim epidemiologi terus mendata ulang dan perhitungan analisa sangatlah dinamis karena setiap hari terus bertambah. Menghadapi potensi puncak pandemi tersebut, pemprov terus mengkaji perkembangan virus dan berupaya memutus rantai penyebarannya. Kemudian melakukan sejumlah langkah, di antaranya membatasi orang yang datang ke Kalteng, baik melalui jalur darat, laut maupun udara, dan beberapa hal lainnya.

“Kami memastikan hingga saat ini para tenaga medis yang bekerja menangani pandemi COVID-19, semua selalu dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Untuk ketersediaan APD, pemda terus berupaya untuk selalu memenuhinya,” katanya sperti dilansir Antara.

Berdasarkan data terbaru Tim Gugus Tugas pada hari ini, jumlah pasien dengan pengawasan (PDP) di Kalteng sebanyak 34 orang, dengan sebaran di RSUD Doris Sylvanus 28 orang, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun 5 orang dan RSUD Jaraga Sasameh 1 orang.

Sedangkan berdasarkan daerah tempatnya berasal, PDP dari Palangka Raya sebanyak 21 orang, Kotawaringin Barat 4 orang, Barito Utara 3 orang, Kapuas 2 orang, serta Barito Selatan, Murung Raya, Sukamara dan Kotawaringin Timur masing-masing 1 orang.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) saat ini jumlahnya juga terus meningkat, yakni menjadi 608 orang. Jumlah ini mengalami penambahan sebanyak 53 orang dibandingkan Selasa (31/3) kemarin yang hanya berjumlah 555 orang. ODP terbanyak di Palangkaraya yaitu 209 orang. (Kanalkalimantan.com/cel)

 

Editor : Cell

 

Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->
Share via
Copy link
Powered by Social Snap