Connect with us

Kalimantan Selatan

VIDEO. Ribuan Massa Penolak Omnibus Law Ciptaker Menuju DPRD Kalsel

Diterbitkan

pada

Massa berjalan mendatangi DPRD Kalsel menolak UU Ciptaker. Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ribuan massa aksi mahasiswa pendemo Omnibus Law UU Ciptaker mulai berdatangan ke DPRD Kalsel, Kamis (8/10/2020). Mereka terdiri dari berbagai kampus di Kalsel, juga pelajar, dan massa yang menolak pengesahan UU penindas rakyat kecil tersebut.

 

Massa sudah mulai menuju titik kumpul halaman Masjid Sabilal Muhtadin sejak pukul 8.00 Wita. Mereka selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor DPRD Provinsi Kalsel. Sementara di lokasi, ratusan polisi sudah siaga dengan kawat berduri dan pagar betis untuk mengantisipasi massa menerobos ke gedung dewan. (Kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : Cel
Editor : Cell

 




  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Kalimantan Selatan

Sejahterakan Pekebun Karet, Disbunnak Kalsel Terget Bentuk 650 UPPB dalam 5 Tahun

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan adalah memaksimalkan peran dan fungsi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Foto:Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Salah satu program prioritas Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan adalah memaksimalkan peran dan fungsi Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

Unit tersebut merupakan sarana bagi para petani karet untuk meningkatkan mutu karet serta meningkatkan kesejahteraan para petani melalui jaminan harga jual bahan olah karet (bokar) yang tinggi di pabrikan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan Suparmi, mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar memberikan imbauan kepada dinas terkait di seluruh kabupaten/kota untuk merangkul para petani karet yang belum tergabung dalam UPPB.

“Dengan bergabungnya para petani ke UPPB ini, kita harapkan dapat menyejahterakan. Kita menyadari bahwa peran perkebunan karet luar biasa bagi perekonomian di banua maupun nasional,” katanya.



 

Dipaparkan Suparmi bahwa hingga saat ini jumlah pekebun yang telah membentuk UPPB mencapai 151 UPPB. Dirinya sendiri optimisi jika jumlah itu UPPB di Kalsel itu akan terus bertambah dengan target sebanyak 650 UPPB dalam waktu lima tahun ke depan.

“Khusus di 2020 ini sudah ada 31 UPPB baru yang telah terbentuk dan terintegrasi. Kita memiliki target dalam 5 tahun ke depan jumlah UPPB di Kalsel mencapai 650 UPPB. Sebagai upaya merealisasikan target itu, kita meningkatkan pembinaan, bimtek dan sosialisasi serta menghimbau Kabupaten/Kota untuk mengajak para petani karet bergabung atau membentuk UPPB,” paparnya.

Tak hanya itu, Suparmi juga menjelaskan, untuk syarat dalam permohonan pembentukan UPPB terdiri dari data UPPB seperti nama UPPB, alamat, bagan struktur organisasi, daftar nama, alamat, anggota UPPB, serta AD dan ART UPPB.

Sedangkan syarat teknis pembentukan UPPB, yaitu memiliki luas kebun minimal 100ha/produksi lateks minimal 800 kg per 3 hari selanjutnya memiliki dan menerapkan dokumen sistem mutu dari penyadapan, pengolahan dan penyimpanan sampai dengan pemasaran bokar.

Hingga saat ini, sebanyak 151 UPPB di Kalsel telah bermitra dengan perusahaan/pabrik crumb rubber dengan harga karet (minggu ke empat bulan Oktober) sebesar Rp 11,8 ribu – Rp 12,5 ribu dengan kondisi Kadar Karet Kering (K3) 62% – 65%. Untuk harga karet ditentukan sesuai dengan harga jalan pabrikan dengan K3 100 persen pada saat penjualan. Saat ini harga jalan pabrikan berkisar Rp 19 ribu – Rp 19,5 ribu.

“Apabila harga karet naik maka kesejahteraan petani akan meningkat. Untuk itu, pengembangan UPPB harus terus digenjot dan merawat UPPB yang sudah ada,” lugas Suparmi. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Pengunjung Terus Turun, Eksistensi Museum Lambung Mangkurat Harus Diinformasikan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Dialog bersama wartawan pengelola Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Selasa (27/10/2020). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Memperingati Hari Museum Indonesia ke-5 yang jatuh pada 12 Oktober 2020, Museum Lambung Mangkurat mengadakan berbagai rangkaian kegiatan bertajuk Gerakan Cinta Museum (GCM) 2020.

Di antara acara yang diselenggarkan museum yang berlokasi di kota Banjarbaru itu melaksanakan kegiatan orientasi permuseuman dengan merangkul awak jurnalis di Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/2020) siang.

Menurut Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Abdul Rahim melalui Pamong Budaya, Zailani, media adalah satu di antara banyak cara yang bisa meningkatkan kunjungan ke museum yakni melalui publikasi positif dan menarik.

“Ini juga merupakan salah satu upaya kita membantu pemerintah memasyarakatkan museum sekaligus media informasi,” ujarnya. Bagi Zailani, publikasi yang dilakukan para jurnalis melalui karya tulisnya di dalam isi berita ataupun artikel, mampu memajukan museum di Kalsel. Dirinya memberikan isitilah bahwa media adalah corong informasi kepada masyarakat.



“Di zaman yang serba canggih saat ini, kita akui bahwa pengunjung di museum menurun. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya, agar bisa menarik perhatian masyarakat. Salah satunya dengan peliputan dan penerbitan berita tentang Museum Lambung Mangkurat kami harap semakin menambah eksistensinya di kalangan masyarakat,” tambahnya.

Orientasi permuseuman dibalut dengan diskusi antara pihak museum dan puluhan jurnalis yang turut serta mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu jurnalis yakni Irwansyah, Ketua Presroom Kalsel, menuturkan bahwa wartawan turut bertanggung jawab ikut mengekspose terkait budaya yang ada di Kalsel.

“Musem adalah tempat dimana kita bisa melihat kebudayaan dan kesenian di Kalsel sejak jaman dahulu. Di era yang serba canggih, perlu adanya dorongan dari teman-teman wartawan untuk menginformasikan apa saja yang menjadi daya tarik di musem. Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Selain acara yang melibatkan para jurnalis, Museum Lambung Mangkurat juga mengadakan serangkaian acara Gerakan Cinta Museum (GCM). Antara lain, seminar sasirangan dan dialog kebudayaan seputar perawatan benda pusaka bersama komunitas wasi pusaka banua.

Dalam perjalanannya, Museum Lambung Mangkurat terus berupaya membangun jejaring dengan berbagai komunitas dan kalangan, sejalan dengan fungsi museum sebagai ruang publik. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->