Connect with us

Kalimantan Selatan

VIDEO. Ribuan Massa Penolak Omnibus Law Ciptaker Menuju DPRD Kalsel

Diterbitkan

pada

Massa berjalan mendatangi DPRD Kalsel menolak UU Ciptaker. Foto: Fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ribuan massa aksi mahasiswa pendemo Omnibus Law UU Ciptaker mulai berdatangan ke DPRD Kalsel, Kamis (8/10/2020). Mereka terdiri dari berbagai kampus di Kalsel, juga pelajar, dan massa yang menolak pengesahan UU penindas rakyat kecil tersebut.

 

Massa sudah mulai menuju titik kumpul halaman Masjid Sabilal Muhtadin sejak pukul 8.00 Wita. Mereka selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor DPRD Provinsi Kalsel. Sementara di lokasi, ratusan polisi sudah siaga dengan kawat berduri dan pagar betis untuk mengantisipasi massa menerobos ke gedung dewan. (Kanalkalimantan.com/cel)

Reporter : Cel
Editor : Cell

 




  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Masyarakat Terdampak Banjir Kalsel Bakal dapat Bantuan hingga Rp 50 Juta

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua DPRD Kalsel Supian HK Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM BANJARMASIN – DPRD Kalsel pastikan korban terdampak musibah banjir mendapatkan bantuan. Ketua DPRD Kalsel Supian mengatakan, sejak beberapa hari lalu seluruh pihak telah bekerja sama membantu masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat langsung untuk membuat masyarakat,” ucapnya, Selasa (26/1/2021).

Ia menjelaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung, pemerintah Pusat melakukan pendataan terhadap kerusakan tempat tinggal. “Bagi rumah yang rusak berat akan mendapatkan bantuan Rp 50 juta, setengah rusak Rp 25 juta, sedangkan terdampak Rp 10 juta,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat yang terdampak bencana banjir Kalsel, Pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan mencapai Rp 500 juta dan Pemerintah Provinsi Kalsel sebesar Rp 500 juta. “Banyak juga bantuan yang belum didistribusikan, semoga dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” harapnya.



Sementara itu, pihaknya telah melakukan berbagai macam upaya dalam menyelesaikan permasalahan banjir Kalsel.

Salah satunya dengan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, sehingga aliran air semakin lancar, dan tidak terjadi pengendapan. “Normalisasi sungai-sungai yang dangkal, lebih khusus sungai Martapura, agar siap siaga menghadapi banjir,” bebernya.

Dirinya juga menyoroti pembangunan rumah di wilayah Kota Banjarmasin, yang tidak menerapkan sistem panggung, sehingga air tidak dapat mengalir.(Kanalkalimantan/Tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

Elpiji Langka di Kalsel. Stok Banyak, Distribusinya Terhambat Akibat Banjir

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kelangkaan elpiji karena terbentur distribusi yang belum lancar pasca banjir Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pasca bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel), elpiji atau gas dalam tabung sepekan terakhir ini mendadak sulit dicari. Kalaupun ada yang menjual, harganya sudah jauh melambung tinggi.

Fenomena ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kota yang ada di Kalsel. Dinas Perdagangan yang bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan elpiji akhirnya mau- tak-mau buka suara terkait penyebabnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, menerangkan bahwa permasalahan langka dan tingginya harga gas elpiji saat ini bukan disebabkan tak adanya stok yang tersedia. Melainkan, pendistribusian gas berbentuk melon itu yang terkendala akibat akses infrastruktur terdampak banjir.

“Gas Elpiji kita banyak stoknya dan itu sudah dijamin oleh pihak Pertamina. Permasalahannya itu adalah pendistribusiannya ke masing-masing wilayah. Akibat bencana banjir ada beberapa jembatan yang putus dan jalan terendam, sehingga menghambat armada yang mendistribusikan gas elpiji ini,” terangnya, Selasa (26/1/2021).



Sulitnya pendistribusian gas elpiji, kata Birhasani, lebih dikhususkan di wilayah Hulu Sungai, mencangkup Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Hulu Sungai Tengah (HST). Sakit sulitnya, ia menyebut pihak Pertamina sampai harus menyewa kapal.

“Sebenarnya kita sudah maksimal mencarikan jalan alternatif, tapi kapasitas jalan tidak memungkinkan. Ada ruas jalannya terlalu kecil dan rawan amblas. Sampai akhirnya, Pertamina menyewa kapal feri untuk menyuplai gas elpiji ini ke wilayah Hulu Sungai,” sebutnya.

Pun dengan upaya menyewa kapal ini, pendistribusian gas elpiji nyatanya juga tak berjalan maksimal. Adanya beban muatan mengharuskan perusahaan BUMN itu membatasi jumlah tabung gas yang akan dikirim.

Birhasani mengakui pendistribusian gas elpiji melalui kapal tersebut juga memakan waktu yang cukup banyak. Dalam hal ini, jalur yang ditempuh ialah melalui Kayu Tangi menyeberang ke Mandas Tanah. Kemudian dilanjutkan ke Tanjung Puting hingga tibalah ke perairan wilayah Hulu sungai.

“Tentunya pasokan gas elpiji tidak cepat dan tetap menjadi hambatan. Semua hal ini yang mengakibatkan banyaknya ditemukan antrean panjang masyarakat di SPBU. Kami Dinas Perdagangan saat ini gencar melakukan operasi pasar untuk memastikan ketika gas elpiji datang, langsung bisa menyentuh masyarakat,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->