Connect with us

Pendidikan

Wahyu Perdana, Mahasiswa ULM Raih Juara 2 Lomba Esai Nasional

Diterbitkan

pada

Wahyu Perdana berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute. Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Rasa bangga digenggam Muhammad Putra Wahyu Perdana (21). Mahasiswa Unviversitas Negeri Lambung Mangkurat (ULM) yang duduk di semester 7 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini berhasil meraih juara 2 dalam lomba esai nasional yang digelar Millenial Talk Institute.

Apalagi yang mengumumkan dirinya sebagai salah satu pemenang penulisan esai bertema ‘Bangkitkan Semangat Pemuda’ ini adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo yang sekaligus hadir sebagai keynote speech.

Dalam sambutannya, Bambang Soesatyo mengaku bangga dan mengapresiasi kepada peserta lomba dan Millenial Talk Institute yang telah menyelenggarakan Lomba Esai Nasional. Pesan disampaikan kepada pemenang lomba agar bisa menjadikan batu loncatan untuk terus mengukir prestasi.

Sementara itu, Muhammad Putra Perdana yang esainya masuk dalam 30 karya terbaik yang dibukukan dalam kompetisi tersebut mengatakan, awalnya tak percaya jika berhasil menjadi juara 2. Lomba tersebut dimulai pada Rabu (10/6/2020) lalu, yang d selenggarakan secara online.



 

Ditemui di rumahnya di Martapura, Kabupaten Banjar, Putra mengatakan terharu bisa dikasih rezeki untuk menjadi juara 2 diajang lomba esai nasional. “Apalagi yang mengumumkan pemenangnya adalah salah satu pejabat negara yakni Bapak Bambang Soesatyo selaku Ketua MPR RI,” katanya.

Putra mengatakan, melalui esainya yang berjudul ‘Mengasah Potensi Youngpreneur di Indonesia dalam Menyongsing Bonus Demografi.’ “Ya, karena hobi saya suka menulis. Saya sangat senang menulis tentang keresahan saya terhadap suatu fenomena yang sedang terjadi. Kemudian saya menyampaikan argumen saya lewat tulisan saya tersebut,” ungkapnya.

Atas prestasinya itu, ia bangga bisa ikut mengharumkan nama kampusnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan

Buntut Polemik POP, Jokowi Didesak Ganti Nadiem  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Mendikbud Nadiem Makarim.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera mengevaluasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim atas kinerjaya memimpin Kemendikbud.

Saleh menilai, evaluasi harus dilakukan lantaran Nadiem belum menorehkan satu prestasi pun selama menjabat. Padahal, kata dia, seharusnya Nadiem dapat membuktikan dirinya mampu memimpin Kemendikbud. Apalagi saat masa pandemi Covid-19, di mana kesempatan untuk menunjukan program dan inovasi di bidang pendidikan terbuka lebar.

Saleh juga menyoroti latar belakang pendidikan dan pekerjaan Nadiem yang diketahui tidak ada yang berkaitan dengan keahlian dirinya di bidang pendidikan.

“Alih-alih mencatatkan prestasi selama memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, justru Nadiem sering menimbulkan kontroversi, polemik dan perdebatan,” kata Saleh kepada wartawan, Jumat (24/7/2020)



 

Termutakhir, Kemendikbud yang dipimpin Nadiem menuai kontroversi terkait proses seleksi Program Organisasi Penggerak (POP) yang meloloskan dua yayasan terafiliasi perusahaan besar, yakni Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto. Selain itu, masih banyak organisasi dan entitas baru yang juga diloloskan.

Baca juga: Setu Curi Ribuan ‘CD’ Wanita, Dipasangkan ke Boneka untuk Fantasi

Diketahui, akibat dari munculnya polemik tersebut, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan LP Ma’arif PBNU yang terdaftar POP justru memilih mengundurkan diri. Saleh mengatakan, pengunduran diri sebagai bentuk protes dari dua organisasi besar dan tertua di Indonesia tersebut terhadap sikap Nadiem.

“Nadiem tidak peka. Tidak memahami sejarah pergerakan ormas di Indonesia secara utuh. Sikap dan kebijakan Nadiem ini tentu sangat tidak baik. Banyak pihak yang tersinggung. Kebijakan ini pasti tidak sesuai dengan arahan dan keinginan Presiden Jokowi. Apalagi selama ini, presiden sangat dekat dengan Muhammadiyah, NU, dan ormas-ormas keagamaan lain di Indonesia,” tutur Saleh.

Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, Kasus Sembuh Covid-19 Kalsel Lampaui Temuan Kasus Baru

Karena polemik tersebut, Saleh meminta Jokowi untuk segera memanggil dan meminta penjelasan Nadiem. Menurutnya, sebagai presiden, Jokowi dituntut menggunakan hak prerogatif mengganti Nadiem dengan seseorang yang lebih mengerti dan menguasi pendidikan untuk memimpin Kemendikbud.

“Insyaallah, tidak sulit mencari pengganti Nadiem ini. Ada banyak sosok dan tokoh yang jauh lebih menguasai persoalan pendidikan. Gendangnya sekarang ada di presiden. Semua pihak sekarang menunggu kapan gendang tersebut akan ditabuh,” imbuh Saleh. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Tanpa Anak-anak, Begini Cara Pengajar TK Idaman Banjarbaru Peringati Hari Anak Nasional

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Hari Anak Nasional  di Taman Kanak- kanak (TK) Idaman Banjarbaru diperingati tanpa kehadiran anak-anak. foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Lewat tayangan live streaming YouTube para pengajar tampil di hadapan anak-anak yang menyaksikannya dari rumah masing-masing. Acara peringatan Hari Anak Nasional ini berlangsung di halaman TK Idaman Banjarbaru, Kamis (23/7/2020) pagi.

Kepada Kanalkalimantan, Murdiana, Kepala TK Idaman Banjarbaru mengatakan, perayan peringatan Hari Anak Nasional kali ini sangat jauh berbeda dari tahun lalu, kalau tahun dulu merayakan Hari Anak Nasional bersama anak dan orangtua, perayaan kali ini cuma diikuti tenaga pengajar dan staf TK Idaman Banjarbaru.

 

“Kita dihadapkan pandemi Covid-19, untuk menjaga protokol kesehatan dalam merayakan Hari Anak Nasional jadinya dengan cara live streaming YouTube tidak bersama anak- anak,” paparnya.  Sesuai dengan tema Hari Anak Nasional 2020 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.  “Tema ini disesuaikan dengan pandemi Covid-19 yang dihadapi sekarang,” katanya.



 

 

Acara peringatan pun disiapkan khusus, para orangtua diminta masuk ke live streaming YouTube yang sudah dikirimkan, agar anak-anak bisa mengikuti di rumah masing-masing.

 

Hari Anak Nasional di Taman Kanak- kanak (TK) Idaman Banjarbaru diperingati tanpa kehadiran anak-anak. foto: putra

“Perayaan Hari Anak Nasional dengan  cara virtual ini diikuti sekitar 45 pengajar di TK Idaman Banjarbaru dan peserta yang berhadir dalam aplikasi live streaming YouTube sekitar 200 anak bersama orangtua,” kata Obi, ketua panitia penyelenggara peringatan Hari Anak Nasional 2020 TK Idaman Banjarbaru.

Kegiatan diisi dengan menyanyikan lagu nasional, pelepasan balon dan spanduk Hari Anak Nasional 2020 dipimpin Kepsek TK Idaman Banjarbaru Murdiana.

Baca juga :

‘Sakit Kepala’ Petarung Independen di Pilkada 2020, Calon Parpol Mulai Lobi Limpahan Suara!

Baca juga: ‘Sakit Kepala’ Petarung Independen di Pilkada 2020, Calon Parpol Mulai Lobi Limpahan Suara!

Murdiana mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 ini tidak diperbolehkan pembelajaran secara tatap muka, itu kenapa pihak sekolah menerapkan pembelajaran dengan cara membuat video tutorial yang dikirimkan kepada orangtua peserta didik.

“Pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini, dilakukan dengan menyampaikan materi pembelajaran melalui orangtua anak,” katanya.  (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->