Connect with us

kriminal banjarbaru

Wahyudi Ayunkan Parang ke Adik Kelasnya Karena Dikeroyok di Gedung Kampus Uniska

Diterbitkan

pada

Wahyudi Saat Dikeroyok Adik Kelasnya di gedung kampus Uniska Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Pasca kasus perkelahian mahasiswa di Uniska pada Senin (14/10), Wahyudi (26) mahasiswa asal Kabupaten Tapin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini lantaran aksinya yang coba ‘menghabisi’ adik kelasnya H menggunakan parang.

Terungkap, awalnya Wahyudi awalnya dikeroyok  sebelum aksi pembalasannya di halaman parkir. Sebelumnya, sudah beredar video berdurasi 11 detik yang menayangkan pengeroyokan di dalam gedung Kampus terhadap salah satu mahasiswa

Kakak Wahyudi, Herma, menerangkan bahwa dalam video tersebut, adiknya awal berkelahi satu lawan satu melawan H. Namun, teman-teman H ikut membantu perkelahian sehingga Wahyudi kalah telak dan mengalami luka memar.

“Adik saya tidak terima dikeroyok begitu. Dia (Wahyudi) pulang ke rumah mengambil senjata tajam dan kembali ke kampus Uniska. Sampai akhirnya melakukan tindakan nekat tersebut. Saya saat itu tidak di rumah, sedang bekerja. Tahu kejadian ini, setelah adik saya di amankan,” terang Herma.

Herma sendiri mengaku, dirinya mendampingi adiknya sampai malam hari di Mapolres. Rencananya, pihak keluarga Wahyudi akan melaporkan secara resmi ke kepolisian, terkait kejadian penyerokokan adiknya Selasa (15/10) ini.

Meski dikeroyok, dalam kasus perkelahian ini Wahyudi telah melanggar hukum yang berlaku. Pihak kepolisian sendiri menyangkakan  UU Darurat No 12 Tahun 1951 kepada Wahyudi tentang menguasai atau memiliki dan atau menyimpan senjata tajam tanpa dilengkapi surat ijin yang sah dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, halaman parkir Uniska di Banjarbaru, Senin (14/10) sekitar pukul 14.17 wita dibuat geger. Penyerangan Wahyudi menggunakan parang, membuat jam perkuliahan sempat terganggu.

Dari keterangan yang didapat,  keributan tersebut ulah Wahyudi saat menyerang adik kelasnya sendiri yakni H. “Saat tiba di tempat kejadian kerumunan mahasiswa lainnya cukup banyak dan petugas gabungan dari Polres Banjarbaru berhasil mengamankan pelaku beserta senjata tajam jenis parang dengan panjang 41 cm dengan gagang warna coklat yang dibawanya,” ucapnya Kasubag Humas Polres Banjarbaru, AKP Siti Rohayati. (Rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepala Cyber Kanal Kalimantan

Advertisement

kriminal banjarbaru

Cekcok Tuduh Pasangan Selingkuh, NM Habisi Istri Sendiri Hingga Tewas

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Hd yang dihabisi suami sendiri di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Foto: Polresta Banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Konflik dalam rumah tangga seharusnya dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun, tak terjadi pada pasangan suami istri di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 04.00 Wita, NM, seorang suami tega menghabisi nyawa istri sendiri, lantaran menduga sang istri telah melakukan perselingkuhan. Korban ialah Hd, 27 tahun, warga Jalan Mistar Cokrokusumo RT 28 RW 09, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, kota Banjarbaru

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasubbag Humas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati mengatakan, aksi menghilangkan nyawa tersebut awalnya dipicu cekcok adu mulut antara suami dan istri itu. Saat itu, sang suami menuduh sang istri telah selingkuh.

“Awalnya cekcok. Karena sudah gelap mata, pelaku membunuh istrinya sendiri dengan menggorok leher bagian kanan menggunakan parang,” kata AKP Siti.

Usai melakukan aksi sadisnya tersebut, pelaku melarikan diri. Dalam hal ini, Hd dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Adapun informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, pelaku bernisial NM, 37 tahun.

AKP Siti mengatakan bahwa saat ini tim gabungan Satuan Reskrim Polsek Banjarbaru Timur dan Polres Banjarbaru sedang melakukan pengejaran terhadap NM. Dalam kejadian ini, petugas mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis parang.

“Saat ini masih kita lakukan pengejaran. Kita juga akan mendalami motif pelaku yang menduga istri selingkuh. Semoga secepatnya bisa kita tangkap,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

Grebek Judi Sabung Ayam di Kecamatan Landasan Ulin, 8 Orang Diamankan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Polisi mengamankan peserta sabung ayam di Landasan Ulin Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru berserta Polsek jajaran terus menggelar patroli di tengah pandemi covid-19. Giat patroli yang dilaksanakan oleh Polsek Banjarbaru Barat, Senin (11/5/2020) sore, menciduk adanya praktik judi sabung ayam.

Adapun praktik judi itu berlolasi di gudang barang bekas di Jalan Batu Besi, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru.

Berawal dari laporan masyarakat, Personel Polsek Banjarbaru Barat dan personel Satuan Sabhara Polres Banjarbaru yang dipimpin oleh Kapolsek Banjarbaru Barat AKP Andri Hutagalung, menggerebek praktik judi sabung ayam.


“Saat kita sedang melakukan patroli untuk mengimbau masyarakat yang kumpul-kumpul, ada laporan bahwa sedang adanya praktik perjudian sabung ayam dan meminta bantuan dari Satuan Sabhara Polres Banjarbaru,” kata AKP Andri.

Tak membuang-buang waktu, pihak Kepolisian gabungan secepatnya menuju lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Walhasil, saat dilakukan penggerebekan di lokasi, polisi berhasil mengamankan barang bukti 10 ekor ayam jago, 23 unit sepeda motor, 1 unit mobil dan 8 orang yang diduga pemain judi sabung ayam.

“Untuk barang bukti dan pelaku kami amankan di Polsek Banjarbaru Barat guna proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

kriminal banjarbaru

Sempat Duel dengan Korban, Aksi Begal ini Akhirnya Dibekuk Warga Jalan Budi Waluyo

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelaku MR alias Amad (23). foto: polres banjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Resmob Polres Banjarbaru meringkus seorang pria diduga begal di jalan Budi Waluyo, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Banjarbaru, Selasa (7/4/2020) malam. Pelaku begal tersebut ialah MR alias Amad (23), warga jalan Tambun Bungai, Kecamatan Selat, Kabupaten, Kapuas, Kalimantan Tengah.

Berawal saat pihak kepolisian mendapati informasi dari masyarakat ihwal terjadinya aksi begal. Tak menunggu lama, pihak kepolisian pun langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Setibanya petugas di lokasi, rupanya tersangka telah diamankan oleh warga sekitar. Menghindari terjadinya aksi massa, petugas langsung membawa pelaku ke Mapolres Banjarbaru.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah, menceritakan kronologis aksi begal ini saat pelaku berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk diantar ke tempat ibadah (langgar). Lalu, saat berada di tengah jalan yang kondisinya gelap dan sepi, pelaku meminta korbannya untuk menghentikan laju kendaraan.

“Saat itulah pelaku langsung melakukan aksi begalnya dengan cara membanting korbannya ke jalan. Tapi, korban melakukan perlawanan dengan menendang pelaku sampai pelaku terjatuh. Korban lalu berteriak hingga warga sekitar berdatangan dan berhasil mengamankan pelaku,” cerita Kasat Reskrim.

Namun begitu, korban sempat mendapati beberapa kali pukulan dari pelaku. Korban mengalami luka pada bagian tangan dan kepala.

Setelah menjalani interogasi oleh pihak kepolisan, diketahui Amad merupakan residivis kasus pencurian di wilayah Kabupaten Banjar. Amad baru dibebaskan dari balik jeruji besi pada akhir tahun 2019 lalu.

Pelaku MR alias Amad (23) bersama barang bukti di Mapolres Banjarbaru. foto: polres banjarbaru

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbaghumas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati SAp menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga sekitar yang dengan sigap menolong korban bahkan berhasil mengamankan pelaku begal tersebut.

“Untuk pelaku saat ini kami lakukan proses hukum dan akan kami jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 9 tahun penjara,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->