Connect with us

Lifestyle

Warga Banua Juga Lagi ‘Demam’ Sepeda Lipat

Diterbitkan

pada

Sepeda Lipat dengan magnet (ilustrasi). Foto: Sepeda.me
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Di masa pandemi Covid-19 ini ada satu benda yang tengah trend, yakni sepeda, baik jenis sepeda gunung maupun sepeda lipat.

Hampir di semua daerah di Kalsel, tak terkecuali Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar lagi ‘demam’ sepeda, khususnya sepeda lipat. Walhasil, penjualan sepeda lipat pun naik drastis.

Hampir di semua sudut kota, entah itu malam ataupun siang banyak ditemui orang bersepeda. Bersepeda ramai-ramai yang banyak ditemui.

Sepeda lipat adalah kendaraan roda dua dengan pedal, yang dapat dilipat sehingga menghasilkan bentuk yang lebih kecil dan praktis untuk dibawa atau disimpan.

Triangle Hinge APEX 16″ Folding Bike Shimano 6 Speed. Foto: sepeda.me

Sepeda lipat atau kerap juga disebut ‘Seli’ dianggap praktis digunakan.

Sepeda lipat menjadi jenis sepeda yang paling berkembang pada industri sepeda. Dari 100 juta unit sepeda yang diproduksi global dalam setahun, 10 juta (10 persen) adalah jenis sepeda lipat.

Sepeda lipat dapat ditemui dalam banyak bentuk, sepeda dengan roda kecil, sepeda gunung, sepeda balap, sepeda city, sepeda BMX, bahkan sepeda listrik, tetapi semuanya dikenal sebagai sepeda lipat. (kanalkalimantan.com/andy)

Reporter : Andy
Editor : Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Lifestyle

Biker RVC Banjarbaru Solo Touring, Tempuh Rute Banjarbaru ke Asam-asam

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Touring seorang diri menempuh jarak sekitar 130 km dengan rute start dari Banjarbaru dan finish di desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. foto: likin for kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 membuat aktivitas touring anak motor terhenti. Lebih dari tiga bulan lamanya, komunitas pengguna roda dua tidak ‘mengaspal’ di jalanan.

Hal ini juga dirasakan Ahmad Sholikhin, rider V-ixion Club (RVC) Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin. Untuk mengobati rasa kangen akan touring, pria yang akrab disapa Likin ini pun memutuskan melakukan solo touring.

Kegiatan touring seorang diri ini menempuh jarak sekitar 130 km dengan rute start dari Banjarbaru dan finish di desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

“Solo touring ini memang mengambil rute yang tidak terlalu jauh. Paling tidak ini sebagai pelepas rindu setelah lebih dari tiga bulan tidak melakukan touring,” cerita Likin.

Dalam melakukan solo touring, Likin mengedepankan protokol pencegahan Covid-19. Karena itu, Likin melengkapi diri dengan masker, hand sanitizer, vitamin C, tisu basah, tisu kering, hingga sapu tangan.

“Saya tetap menerapkan protokol kesehatan saat solo touring ini karena bahaya Covid-19 masih mengancam kita. Jika harus mampir ke suatu tempat, saya juga tetap jaga jarak dan rajin cuci tangan,” imbuh Likin.

Ahmad Sholikhin, Rider V-ixion Club (RVC) Banjarbaru, saat touring solo Banjarbaru-Tanahlaut. foto: RVC Banjarbaru

Di luar hal tersebut, persiapan dilakukan seperti biasanya. Diantaranya tubuh harus dalam kondisi fit, lalu kondisi motor juga harus optimal, seperti tekanan ban, rem, lampu, air radiator, dan klakson harus dicek. Selain itu oli mesin dia ganti lebih dulu sebelum menjalani touring.

Likin mengisahkan solo touring yang ia lakukan ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. Jalanan yang dilewati pun bervariasi, mulai dari jalan datar, naik turun perbukitan, hingga jalur ekstrim. Ia juga gembira bahwa aktivitas masyarakat mulai menggeliat.

Likin pun sempat ngobrol dengan pengelola salah satu toko. “Kondisi memang sulit, tapi para pedagang ini mengaku tetap optimis kondisi akan segera membaik. Ini hal positif yang bisa saya dapatkan selama solo touring ini,” ungkapnya.

Begitu tiba di Asam-asam, Penasehat RVC Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin ini langsung bersilaturahmi dengan beberapa rekan sesama Bold Riders dari RVC Asam Asam dan Rider V-ixion Borneo (RVB).

“Solo touring ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi saya dengan teman-teman dari RVC Asam-asam dan RVB. Teman-teman di sini juga sudah lama sekali tidak melakukan touring. Rencananya April lalu, kami ada acara kopdar gabungan,” terang Likin.

Sementara itu Agus, salah satu anggota RVC Asam-asam menyambut antusias solo touring yang dilakukan Likin. Menurutnya, solo touring ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi persaudaraan sesama bikers atau biasa disebut brotherhood.

“Kami sangat respek dengan apa yang dilakukan Mas Likin. Sebagai brotherhood, kami semua menyambutnya dengan tangan terbuka karena kami sudah lama sekali tidak bertemu. Semoga ke depan kami bisa kembali melakukan touring bareng dengan teman-teman dari RVC Banjarbaru yang merupakan bagian dari Bold Riders Banjarmasin,” tuturnya. (kanalkakimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Lifestyle

Lebih Mahal dari Avanza, Harga Sepeda Ini Bikin Geleng-geleng Kepala

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sepeda Ferrari SF0. foto: Ferrari
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Pengguna sepeda akhir-akhir ini melonjak begitu tajam. Hal ini membuat toko-toko sepeda mendadak diserbu konsumen.

Bahkan konsumen tak tanggung-tanggung mengucurkan dana untuk menebus sebuah sepeda impiannya.

Namun apakah konsumen yakin jika ingin menebus sebuah sepeda yang satu ini? Sebuah sepeda khusus yang dibuat oleh pabrikan mobil Ferrari.

Dikutip dari Autoevolution, sepeda bernama Ferrari SF01 ini dijual terbatas hanya 12 unit saja. Kenapa hanya 12 unit saja yang dijual?

Ternyata angka 12 ini mengacu pada ulang tahun pendiri Ferrari yang ke-120 yakni Enzo Ferrari.

Ferrari SF01 ini dijual terbatas hanya 12 unit saja. foto: ferrari

Sepeda ini dirancang khusus untuk penyuka balap. Dengan desain ala road bike, sepeda ini diharapkan mampu menarik perhatian konsumen.

Sepeda ini diproduksi dengan menggandeng sebuah perusahaan sepeda terkenal, Bianchi. Kolaborasi All Italian ini, menggunakan frame berbahan karbon yang entengnya cuma 780 gram saja.

Tak hanya ringan, sepeda ini dibekali dengan teknologi bernama Countervail yang diklaim mampu mengurangi getaran hingga 80 persen. Jadi tak perlu takut lagi ketika ada getaran yang disebabkan kendaraan lewat.

Sepeda ini dijual hanya melalui Scuderia Ferrari Online Store. Namun setelah ditelusuri ternyata sepeda ini statusnya sudah sold out alias terjual habis.

Padahal harga untuk satu unit sepeda ini bikin geleng-geleng kepala. Menurut situs resmi, sepeda ini dibanderol setara 18,8 ribu Dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 260 juta.

Harga tersebut ternyata mampu menyaingi sebuah mobil sejuta umat yakni Toyota Avanza. Harga Toyota Avanza di Indonesia sendiri dibanderol Rp 230 juta untuk tipe tertinggi yakni tipe 1.5G M/T.

Kalau stok masih ada, apakah kalian rela mengeluarkan uang segitu untuk membeli sepeda ini? (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Lifestyle

Lepas Stres Akibat Pandemi dengan ‘Journaling’

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Beberapa jurnal milik Ardi Purnamaningtyas. (foto: courtesy)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Ketidakpastian di tengah pandemi virus corona menyebabkan banyak orang merasa stres. Para psikolog merekomendasikan berbagai mekanisme untuk mengatasinya, termasuk menulis journal atau journaling.

“Aku paham bahwa letting go is a process…“

Inilah sebait tulisan Ardi Purnamaningtyas dalam jurnalnya. Dia mulai menulis jurnal sejak mengikuti pelatihan ‘journaling therapy’ beberapa bulan lalu.

“…tetap saja ketika ada kejadian menyenangkan yang terjadi, tidak mudah untuk bisa let go…”

Ardi Purnamaningtyas, rutin menulis jurnal atau journaling untuk lebih mengenali diri sendiri. (foto: courtesy)

Ada banyak alasan yang mendorong perempuan 39 tahun di Jakarta ini untuk menuangkan isi hati dan pikirannya di jurnal. Mulai dari upaya penyembuhan untuk mengatasi trauma masa lalu, sampai melepas stres di tengah pandemi virus corona.

“Karena pandemi COVID menimbulkan banyak ketidakpastian, ada rasa khawatir, takut, bahkan mungkin marah. Ketiga emosi itu kuat banget ke aku. Cemas, takut, marah dengan keadaan,” ujarnya.

Seperti banyak orang, Ardi merasa cemas dengan virus corona dan khawatir tertular. Dia sempat memendam rasa marah dengan orang-orang yang tak disiplin menggunakan masker di ruang publik. Pekerja lepas di sebuah kantor pengacara ini juga takut kehilangan pekerjaan di tengah perekonomian yang memburuk.

Para psikolog mengatakan perasaan semacam itu wajar muncul di tengah pandemi virus corona yang penuh ketidakpastian.

“Be kind to yourself, don’t beat yourself up…”

Psikolog Pita Wardani yang berbasis di Bethesda, negara bagian Maryland, mengatakan kepada VOA menulis jurnal seperti yang dilakukan Ardi, bisa membantu meringankan beban mental.

Psikolog Pita Wardani yang berbasis di Bethesda, negara bagian Maryland. (foto: courtesy)

“Misalnya kita tahu ‘hari ini rasanya berat banget dan biasanya bisa sabar tapi hari ini berat banget.’ Itu bisa ditulis di jurnal. Nanti kita bisa lihat lagi misalnya dalam tiga hari pas kita lihat ke belakang, ‘oh kayanya sudah membaik,’ jadi bisa lihat kan, ada perkembangan kah? Atau ‘belum membaik dan rasanya perlu ngomong sama orang tentang ini.’”

Self-awareness atau kesadaran diri semacam ini penting untuk mencegah diri ke arah negatif, tambah Pita.

Setelah melakukan journaling selama beberapa bulan belakangan, Ardi mengatakan kepada VOA dia merasakan banyak hal positif, terutama jadi lebih mengenali diri sendiri.

“Kaya kemarin saya baru sadar bahwa saya segitu ngga sukanya sama tulisan sendiri. Lalu ada muncul kemarahan, emosi ingin robek-robek kertas. Setelah selesai nulis saya coba renungkan, kenapa seperti ini ya? Hal-hal kaya gitu yang mungkin perlu digali lagi,” ujar Ardi.

Bagi perempuan yang gemar yoga ini, journaling bisa menjadi semacam meditasi tidak formal dimana dia bisa fokus menulis dan fokus pada diri sendiri.

Journaling berbeda dari menulis diari yang biasanya berisi kegiatan sehari-hari. Journaling dipicu dengan ‘prompt’ atau dorongan menulis.

Misalnya; “Apa yang paling disukai dari diri sendiri?,” “Tulislah surat cinta untuk diri sendiri!,” atau “Kapan terakhir kali Anda menangis dan apa pelajaran yang dipetik?”

Meski terdengar sederhana, journaling membutuhkan ketekunan, supaya kita bisa merasakan manfaatnya. (vm/jm)

 

Reporter : Vina
Editor : VOA

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->