Connect with us

Pilgub Kalsel

Warga Kecamatan Aluh-aluh Antusias Hijrah Gasan Banua Bersama Haji Denny-Difri

Diterbitkan

pada

Haji Denny saat menyapa warga di Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Jumat (16/10/2020). Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Calon Gubernur (Cagub) Kalsel Denny Indrayana terus menyapa warga di berbagai lokasi di Banua. Kini giliran masyarakat di Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, dikunjungi cagub nomor urut 2 ini, pada Jumat (16/10/2020) pagi.

Berjalan kaki dari rumah relawan di Desa Aluh-aluh Besar, warga berebut minta foto dengan mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

M Rifai (43) warga desa setempat mengatakan, telah mengenal kiprah Haji Denny– panggilan Denny Indrayana sejak lama. Ia mengatakan, telah sering mengikuti kiprah calon gubernur kelahiran Kotabaru ini melalui saluran televisi.

“Semenjak dulu, beliau aktif melakukan pemberantasan korupsi dan pungli. Termasuk saat sidak penjara dulu, sampai sekarang pun saya masih sering menyaksikan beliau sebagai nara sumber di TV nasional,” katanya.



Rifai mengaku terharu, setelah lama malang melintang sebagai tokoh nasional, Haji Denny terpanggil untuk membangun Kalsel. Menurutnya, ini memang merupakan waktu yang tepat bagi warga Banua mendapat pemimpin seperti Haji Denny. “Beliau tegas, punya prinsip. Saya yakin dengan kepemimpinan beliau, Kalsel akan menjadi provinsi yang maju,” harapnya.

Hal sama juga disampaikan Agus, seorang pedagang di Pasar Jumat Aluh-aluh. Ia mengatakan, harapan akan adanya perbaikan ekonomi dan infrastruktur belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat kecil.

“Seperti apa saat ini, tak ada perubahan apa-apa bagi kami. Harapannya hanya pada Gubernur baru nanti untuk memperbaiki. Pokoknya kami ikut bersama Haji Denny hijrah gasan Banua lebih maju dan Islami. Capek hura-hura terus kami,” katanya.

Menyikapi berbagai keluhan masyarakat, Haji Denny berjanji akan menjalankan amanah tersebut jika kelak dipercaya memimpin Kalsel. Sebab hal itu pula yang selalu dinasihatkan para ulama, habaib, serta guru-guru di berbagai kesempatan silaturahmi.

“Pondasi pembangunan Kalsel ke depan harus dengan menjalankan amanah masyarakat. Ekonomi harus dinikmati bukan hanya oleh pemodal besar, tapi juga pengusaha kecil, pedagang, buruh, serta pelaku UMKM di seluruh Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Selain menyapa warga Aluh-aluh, pada kesempatan tersebut Haji Denny juga menyempatkan takziah ke rumah warga yang sedang berduka karena anggota keluarga yang meninggal dunia. Kepada tuan rumah Zainal, Haji Denny menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya saudaranya bernama almarhumah Ambariyah. “Semoga segala kebaikannya di terima di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi ketabahan,” kata Haji Denny. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan
Komentar

Pilgub Kalsel

Dukungan Terus Mengalir, Giliran Komunitas GCD Dukung Haji Denny di Pilgub Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Haji Denny bersama komunitas GCD di Banjarbaru Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dukungan atas pasangan Denny Indrayana-Difriadi di Pilgub Kalsel terus mengalir. Tak hanya dari tokoh agama, tokoh masyarakat, warga, tapi juga dari komunitas sosial.

Kini giliran Komunitas Gerobak Camuh Damai (GCD) yang merupakan perkumpulan wadah alumni SMPN 1, SMPN 2, dan SMAN 1 di Banjarbaru memberikan dukungan pada wamenkum HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Pada pertemuan yang berlangsung di sebuah lokasi makan di Jl RO Ulin, Kecamatan Loktabat, Banjarbaru, Kamis (22/10/2020), yang juga dihadiri Haji Denny– panggilan Denny Indrayana, Komunitas GCD menyatakan dukungannya pada calon nomor urut 2 ini.

Salah seorang pengurus GCD, Yani Hamdi, mengatakan, seluruh anggota tertarik dengan visi misi Haji Denny yang anti politik uang.



“Kami pikir ini adalah gebrakan yang luar biasa untuk memulai semangat menata Kalimantan Selatan dengan cara yang benar,” ungkapnya.

Yani mengatakan, di saat yang lain memilih cara mudah memperoleh kekuasaan, pegiat anti korupsi memilih menempuh cara berjuang menyapa warga.

” Ini yang kami suka, karana di sisi lain masyarakat juga harus diedukasi untuk berani menolak politik uang di setiap momen Pilkada,” tegasnya.

Hal sama disampaikan angota GCD Martono. Ia mengatakan, senang bisa bertemu langsung dengan Haji Denny. “Kami doakan semoga Bapak terpilih nanti. Ganti yang hanyar anum pokoknya. Dari pada begini-begini saja,” katanya.

Sementara menanggapi pernyataan komonitas GCD, Haji Denny mengatakan telah menginfakkan dirinya buat warga Banua.

“Saya meninggalkan semua kemudahan dam karier pengacara di Jakarta, semata untuk membangun Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Haji Denny merasa haru atas ketulusan dan dukungan warga. Bagaimana antusias masyarakat untuk mendapatkan sosok pemimpin baru, yang bisa membawa perubahan Banua lebih maju dan sejahtera.

“Ketulusan masyarakat inilah yang menjadikan penguat perjuangan kami. Membawa energi positis, meskipun kami bukan calon yang berlimpah logistik dengan APK (alat peraga kampanye) tersebar dimana-mana.

Saya yakin, foto saya bersama Pak Difri bukan ada di jalan-jalan, tapi ada di hati seluruh masyarakat Kalsel,” ungkapnya.

“Sejak awal, saya sudah bismillah untuk melakukan perubahan di Kalsel. Itu kita mulai dengan cara yang benar juga. Tanpa money politik, tanpa bagi-bagi sembako dan tapih (sarung).

Karena kita ingin meraih sesuatu dengan awal yang bersih,” tegasnya.

Perkumpulan GCD sebagian besar merupakan teman alamuni SMP 1, SMP 2, SMA 1, yang tersebar di wilayah Banjarbaru, Banjarmasin dan Batola. Komunitas ini berdiri sejak 2016 lalu. (Kanalkalimantan.com/ril)

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilgub Kalsel

Denny Indrayana Bersama Sejumlah Tokoh Kupas Pusaran Korupsi dan Oligarki di Kalsel

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Webinar permasalahan korupsi dan oligarki di Kalsel Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berbagai permasalahan menjadi kendala pemberantasan korupsi di tanah air. Bukannya kian melemah, korupsi justru kian mengancam di tengah pelemahan sistem dan mandulnya perangkat pemberantasan anti korupsi, pasca 1 tahun keluarnya UU KPK.

Di daerah seperti Kalimantan Selatan, korupsi bisa jadi mengakar di tengah kuatnya oligarki kekuasaan. Lalu, bagaimana nasib Banua di tengah ancaman dua hal tersebut?

Pusaran korupsi dan oligarki di provinsi yang dikenal kaya dengan sumber daya alam ini, menjadi topik menarik dalam Webinar bertema “Kalsel di Tengah Pusaran Korupsi dan Cengkeraman Oligarki?” yang digelar pada Jumat (23/10/2020) Pukul 16.30-18.00 WITA.

Acara ini menghadirkan para tokoh anti korupsi yang selama ini dikenal konsisten dalam perjuangan melawan pengeruk uang negara ini. Tampi sebagai pembicara dalam webninar yang dimoderatori oleh Mustakhim Alghosyaly dari Integrity Law Firm ini menghadirkan pembicara Denny Indrayana (calon gubernur Kalimantan Selatan), Febri Diansyah (Eks Jubir KPK), Zainal Arifin Mochtar (Pakar Hukum Tata Negara UGM), Donal Fariz (Peneliti ICW).



Webinar yang terbuka untuk umum ini, dipastikan menarik karena setiap pembicara dikenal memiliki ketajaman analisa terkait dengan kasus korupsi di tanah air. Untuk mengikuti kegiatan webinar ini bisa melalui meeting ID: 885 4329 0941 passcode: integrity. Acara ini juga akan disiarkan live di Youtube: Denny Indrayana.

Terkait korupsi di Kalimantan Selatan, Denny Indrayana yang diakrabi dengan nama Haji Denny ini, mengatakan, problematika korupsi masih mengakar pada banyak aspek. Baik bidang hukum, ekonomi, politik, hingga birokrasi.

“Salah satunya karena permasalahan yang ada sekarang ini semua dijadikan sebagai hukum pasar. Menjadi jual beli. Saat hukum menjadi pasar semua bisa dijual dan dibeli. Begitu juga birokrasi, ketika menjadi pasar, bisa dijual dan dibeli. Inilah yang menjadi problem yang juga dihadapi Kalsel. Jadi, saatnya pasar harus dikarantina di pasar, tak bisa di tempat lain,” ujarnya.

Di sisi lain, cengkeraman oligarki politik dalam politik hukum di Kalimantan Selatan, menjadi persoalan tersendiri. Apalagi, jika berdampak pada pemilu, di mana segala kepentingan berbaur di wadah kepentingan politik hukum.

Menurut Haji Denny, baik tingkat nasional maupun Kalsel, masih ada dominasi oligarki politik. Wamenkum HAM era Presiden SBY ini memaknainya sebagai sesuatu yang sangat kuat dan dapat mempengaruhi, menyodorkan, dan memasukkan kepentingan tidak hanya politik, tetapi juga kepentingan bisnis ke dalam tata pemerintahan. Kendati ia tak mau menyebut siapa saja pelakunya.

“Pemilik modal ini sekarang sudah masuk sangat dalam, tidak hanya pada level usaha tapi juga memiliki partai, dan media, sehingga pengaruhnya di pemilu menjadi sangat besar. Persoalannya adalah, pemilu kita menjadi sangat miskin dengan substansi kejujuran dan keadilan. Karena yang muncul lebih kepada demokrasi prosedural” tegasnya.

Demokrasi prosedural yang dimaksud Denny yaitu pesta demokrasi lima tahunan yang selalu dilakukan dan terlewati. Namun, substansi kejujuran dan keadilannya jadi terabaikan. Denny mengatakan, hal seperti ini sudah terjadi di PIleg 2019 dan diprediksi akan terjadi di Pilkada 2020 mendatang jika seluruh masyarakat tidak berhati-hati.

“Bagaimana cengkeraman oligarki atau pemodal sangat mewarnai pemilu kita. Baik di level nasional ataupun di level lokal di Kalsel,” papar calon nomor urit 2 di Pilgub Kalsel ini.

Haji Denny pun menegaskan, pemilu kali ini harus benar-benar meletakkan pemilu sebagai pilihan rakyat. Bukan karena pilihan tertentu atau imbalan-imbalan berupa materi yang pada akhirnya berujung pada kebutuhan finansial. “Akhirnya membackup salah satu calon. Setelah terpilih, calon itu harus mengembalikan modal itu. Itulah yang menyebabkan pembangunan kita tersandra pada perputaran uang,” tegasnya.

Denny tidak menampik, politik hukum nasional juga mewarnai politik hukum di Kalsel, karena tidak lepas dengan adanya kepentingan ekonomi. Maka pemilu harus dikembalikan ke marwahnya yaitu bukan dipengaruhi oleh materi. Tetapi, benar-benar dipengaruhi pilihan hati nurani rakyat. Karena pada dasarnya, pemilu adalah pilihan rakyat, bukan pilihan uang. (Kanalkalimantan.com/ril)

Reporter : Ril
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->