Connect with us

Kanal

Warga Mandastana Ingin Jembatan Pengganti Dibangun Sama

Diterbitkan

pada

Jembatan Mandastana yang ambruk pada 17 Agustus 2017 lalu. Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARABAHAN, Warga di Kecamatan Mandastana menyambut gembira pembongkaran jembatan Mandastana senilai Rp 17 miliar yang ambruk. Pasalnya, akses lalu lintas ke beberapa desa seperti Desa Tanipah, Desa Sungai Ramania, Desa Tatah Alayung, dan Desa Antasan Segera pasca runtuh tak bisa dilewati.

“Setelah ambruk jembatan itu kami kesulitan untuk menuju beberapa desa di sana, terlebih untuk roda empat,” kata Prabu Seno, warga di Kecamatan Mandastana, Selasa (3/12).

Ditambahkannya, saat ini aktivitas pasar di sekitar jembatan Mandastana pun tersendat karena mobil angkutan barang tak bisa masuk ke pasar. Diharapkan dengan adanya pembongkaran jembatan itu nantinya setelah melalui beberapa tahapan, jembatan kokoh akan segera dibangun kembali, sehingga mobil tidak lagi mengeliling dengan jarak yang sangat jauh.

“Kita berharap jembatan serupa dapat dilalui roda empat akan dibangun kembali, walaupun membutuhkan waktu dan proses terlebih dahulu,” pintanya.



Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batola memastikan dana pembangunan kembali jembatan Mandastana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana yang runtuh pada 17 Agustus 2017 silam akan memakai dana APBD 2021.

“Pembangunan kembali jembatan Mandastana itu memakai dana APBD 2021. Bukan memakai dana hasil lelang sitaan H Rusman Adji direktur utama PT Citra Bakumpai Abadi terpidana korupsi pembangunan jembatan Mandastana di Desa Bangkit Baru,” tegas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batola Saberi Thannor dikutip dari Banjarmasin Post.

Baca: Tempo 75 Hari, PUPR Batola Bongkar Reruntuhan Jembatan Mandastana

Menurut Saberi, dalam masalah pembangunan jembatan Mandastana harus dibedakan uang masuk dan uang keluar. Sebuah instansi yang boleh menggunakan uang masuk itu hanya seperti rumah sakit atau Puskemas dengan status badan layanan unit daerah (BLUD).

“Dengan status sistem BLUD, maka jika ada pasien berobat, uangnya dicatat dan bisa digunakan membeli obat. Tapi, selain sistem BLUD, maka tidak diperbolehkan. Seperti memakai dana hasil lelang harta H Rusman untuk membangun kembali jembatan. BLUD sudah di atas perusahaan daerah (PD),” katanya.

Saberi memastikan hasil lelang dari harta Rusman Adji oleh Kejari itu nanti akan diserahkan ke kas daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau masuk rekening Pemkab Batola. Dinas PUPR tidak boleh langsung memakai dana hasil lelang harta Rusman Adji untuk membangun jembatan Mandastana.

“Duit hasil lelang harta Rusman Adji akan dikategorikan sebagai pendapatan daerah dan dikeluarkan sebagai belanja pembangunan. Jadi kita merencanakan penganggaran pembangunan jembatan Mandastana dari APBD murni. Bukan dari hasil lelang,” katanya.

Ditambahkan Saberi, nantinya hasil lelang Kantor Pelayanan Kekayaaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin dari harta Rusman Adji terpidana korupsi Rp 16,3 miliar pembangunan jembatan Mandastana akan dicatat dulu, dan masuk perhitungan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa), dana APBD murni atau APBD perubahan.

“Jadi hasil lelang H Rusman itu masuk pendapatan atau lain-lain dan tidak boleh digunakan langsung. Informasinya, kejaksaan Negeri (Kejari) Marabahan, Kabupaten Batola sudah mengajukan lelang ke harta H Rusman ke KPKNL Banjarmasin,” katanya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

Polisi Kirim Sampel Kebakaran Plaza Beringin Buntok ke Puslabfor

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Puing kebakaran 24 kios yang terbakar di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Pasca kebakaran yang menghanguskan 24 kios di Plaza Beringin Buntok pada Minggu (12/7/2020) dini hari, Polsek Dusun Sulatan (Dusel) mengirim sampel dugaan asal titik api ke Puslabfor Polri di Jakarta.

Kapolres AKBP Devy Firmansyah SIK melalui Kapolsek Dusel Iptu Suranto mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung menghubungi SOPD terkait dalam hal ini Damkar Barsel sehingga bisa segera memadamkan api.

“Sekitar pukul 03:15 api sudah besar dan pada pukul 04:00 WIB api sudah berhasil dipadamkan oleh Damkar Barsel dibantu Damkar Plaza dan warga setempat,” kata Suranto kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (12/7/2020).

Lebih lanjut olehnya usai api berhasil dipadamkan pihaknya langsung mengamankan TKP dengan memberi police line di area TKP, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



 

Kapolsek Dusel Iptu Suranto (kanan). foto: digdo

“Kita sudah berikan police line mengamankan TKP untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kebakaran,” jelas Suranto.

Ia mengungkapkan terkait penyebab kebakaran pihaknya juga telah mengambil sampel yang diduga asal titik pusat api, sampel ini langsung dikirim ke Puslabfor Polri.

Baca juga: Lelap Dini Hari Warga Buyar, Api Lumat 24 Kios di Plaza Beringin Buntok

“Jadi terkait penyebab kebakaran sementara masih dilakukan penyelidikan sambil menunggu hasil kiriman sampel ke Jakarta, mudah-mudahan secepatnya kita mendapatkan hasilnya,” beber Suranto.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan untuk 24 pemilik kios yang menjalani pemeriksaan, sekaligus pendataan apa saja kerugian mereka akibat kebakaran ini.

“Terkait kerugian kita masih melakukan pendataan, namun untuk sementara pasca kebakaran ini untuk korban jiwa tidak ada hanya kerugian materi saja,” pungkas Suranto. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Pendidikan di Tengah Pandemi, Disdik HSU Siapkan Metode Guru Kunjungi Murid

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sekretaris Disdik HSU: Metode Daring Banyak Kelemahan, Contoh Jaringan Internet di Kota dan Desa Berbeda

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Metode tatap muka di kelas tidak akan dipergunakan dalam pembelajaran pada tahun ajaran baru di Kabupaten HSU
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2020-2021 menggunakan metode pengajaran guru mendatangi siswa, dimulai dilaksanakan pada Senin 13 Juli 2020 besok.

Hal tersebut dikemukakan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani saat mengisi dialog interaktif secara live streaming melalui televisi lokal KominfoTV, Sabtu (11/7/2020) malam

Amberani menuturkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, kesehatan dan keselamatan bagi anak merupakan hal utama dengan tidak mengenyampingkan hak anak untuk memperoleh pengajaran. Karenanya Disdik HSU berupaya mencari solusi yang tepat untuk proses belajar mengajar dimasa Pandemi.

Salah satunya dengan menggunakan mitode daring atau guru yang mengunjungi murid (siswa) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.



 

“Keadaan (proses belajar mengajar) kita balik, yang mana dulunya anak (siswa) datang ke sekolah, sekarang guru yang akan ke rumah  yang akan membagikan buku-buku paket selama semester pendidikan ditempuh,” jelas Amberani

Menurut Amberani, kebijakan ini diambil setelah sebelumnya mengambil berbagai pertimbangan yang ada, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami daerah sekarang ini.

“Proses belajar mengajar akan dilakukan dengan metode seorang guru akan mengunjungi peserta didiknya (Siswa) dirumah sekaligus guru memberikan penjelasan tentang pola pelajaran di semester ini,” sambung Amberani.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani. foto: dew

Amberani menuturkan, meski sistem pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 sepertinya menjadi prioritas yang tepat, namun ia berpendapat sistem pembelajaran daring tersebut banyak memiliki kelemahan. Diantaranya kesiapan sarana prasarana yang sepenuhnya tidak semua peserta didik bisa memenuhinya, ditambah lagi persoalan lain seperti pengadaan kuota internet, jaringan internet yang tidak merata di kota dan desa.

“Karena pendidikan itu harus merata, baik orang yang berpunya maupun orang yang tidak berpunya, orang kaya atau miskin, di kota maupun di desa harus sama mendapatkan layanan, karenanya semester yang akan datang kita traspormasikan antara sistem pengajaran daring dan luring,” bebernya

Meski kedepan berencana memadukan antara mitode pengajaran daring dan luring, namun Amberani menekankan metode pengajaran luring tidak serta merta tatap muka saja. “Akan tetapi para guru diharapkan lebih menitikberatkan pada membangunkan karakter dan skill anak di masa Covid-19, sehingga ada kedekatan emosional antara guru dan murid,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->