Connect with us

Kab. Barsel

Waspada Jika Ada Oknum Catut Nama Kejaksaan Barsel

Diterbitkan

pada

Kasi Intel Kejari Barsel Rama Riza Parlevy Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BUNTOK, Kejaksaan Negeri Barito Selatan (Barsel) mengimbau kepada masyarakat untuk waspada bila ada oknum bermodus meminta atau memeras catut nama kejaksaan setempat.

Kepala Kejari Barsel melalui Kasi Intel Rama Riza Parlevy mengatakan, untuk masyarakat Barsel jangan asal terima atau percaya bila mana ada oknum yang meminta-minta mengatasnamakan kejaksaan Barsel. “Teliti dulu kebenarannya jangan asal percaya, kapan perlu tanyakan langsung ke kami apa memang benar kenyataannya,” kata Rama kepada Kanalkalimantan.com, di kantornya Kamis (16/5).

Ia juga mengatakan, bahwa baru beberapa waktu yang lalu ada oknum yang meminta-minta kepada salah satu Kades di Barsel, dan mengaku atas nama Kasi Pidsus dari Kejari Barsel. “Beruntung dari Kades yang dihubungi langsung melaporkan ke kita untuk mengetahui kebenarannya,” ucap Rama.

Lebih lanjut olehnya setelah mengetahui kejadian tersebut dan nomor juga mengantongi nomor dari oknum yang mencatut nama kejaksaan Barsel. “Kita langsung menghubungi nomor tersebut, sempat ngobrol sedikit lewat telpon namun oknum tersebut langsung menutup telpon dan nomor langsung tidak aktif lagi,” ungkap Rama.

Ditambahkan olehnya bahwa pada intinya pihaknya sekali lagi menghimbau kepada seluruh perangkat Pemkab Barsel, Desa dan baik pengusaha dan masyarakat lainnya untuk terus waspada. Jangan mudah percaya bilamana ada oknum yang meminta-minta apa lagi sampai memeras mengatasnamakan kejaksaan Barsel.

“Bila memang kami ada memanggil, kami tidak mungkin memanggil hanya lewat telpon pasti akan ada surat panggilan jelas dari pihak kejaksaan,” tandas Rama sekaligus mengakhiri.(digdo)

Reporter: Digdo
Editor: Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Kab. Barsel

Disnakertran Barsel-BLK Buntok Gelar Pelatihan Menjahit, 15 Peserta Diberi Mesin Jahit

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Disnakertran Barsel menggelar pelatihan menjahit kerjasama dengan UPT BLK Buntok. Foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertran) Barito Selatan (Barsel) bersama UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Buntok menggelar pelatihan menjahit untuk wilayah Buntok dan sekitarnya.

Kepala Disnakertran Barsel Agus Im’Yulius mengatakan, pihaknya bersama UPT BLK Buntok menggelar pelaksanaan pembukaan pelatihan menjahit yang diikuti sebanyak 15 orang.

“Pelatihan menjahit ini dilaksanakan di UPT BLK Buntok,” kata Agus kepada Kanalkalimantan.com, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini walau dilaksanakan di BLK Buntok, untuk anggaran dana program pelaksanaan melalui serapan dana program Disnakertran Barsel.

 

Disnakertran Barsel menggelar pelatihan menjahit kerjasama dengan UPT BLK Buntok. Foto: digdo

Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Disnakertran Barsel, dan untuk pelaksanaan tahun lebih diutamakan untuk kota Buntok dan sekitarnya.

“Yang lebih diutamakan warga kota Buntok dan sekitarnya, mungkin tahun depan akan dilaksanakan untuk kecamatan lain,” terang Agus.

Ditambahkan oleh sekaligus berharap dengan adanya pelatihan ini kiranya bisa memberikan skill bagi para peserta yang ikut pelatihan. Sehingga saat selesai pelatihan nanti mereka sudah mempunyai skill dan mampu untuk bersaing membuka lapangan kerja.

“Saat selesai pelatihan ini selain memberikan sertifikat kelulusan juga diberikan mesin jahit dan lain-lain. Untuk modal atau alat untuk peserta ini nanti bisa mandiri dalam bersaing di lapangan,” pungkas Agus. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Buntok Dicek Kesehatan  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cek kesehatan rutin warga binaan pemasyarakatan Rutan Buntok. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin di ruang klinik, Selasa (7/7/2020).

Kepala Rutan Kelas IIB Buntok Mastur mengatakan, pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan bertujuan untuk mengetahui keluhan yang dialami. Pemeriksaan kesehatan merupakan tindakan pencegahan yang baik terhadap potensi penyakit bagi.

“Jadi sebagai wujud antisipasi Rutan Buntok, terhadap para warga binaan pemaysrakatan selalu dilakukan pengecekan kesehatan, sehingga bila ada potensi penyakit yang membahayakan dapat dideteksi lebih dini,” kata Mastur kepada Kanalkalimantan.com.

Ia mengatakan, kesehatan merupakan salah satu hak yang harus dipenuhi oleh negara bagi WBP. Jadi selain antisipasi sejak dini kegiatan pengecekan kesehatan ini merupakan hak yang harus dipenuhi.

“Oleh itu setiap WBP berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan pemeriksaan kesehatan dilakukan paling sedikit sekali dalam sebulan, rutin selalu kita laksanakan di Rutan Buntok ini,” ujar Mastur.

Sementara itu, Kepala Pengolah Data Kesehatan Rutan Buntok Budy Santoso mengatakan, setiap WBP yang mempunyai keluhan mengenai kesehatan dapat menyampaikannya kepada petugas atau pelayanan kesehatan.

“Minimal kita lakukan pengecekan tekanan darah, kemudian kita beri anjuran dan nasehat serta obat bagi WBP yang sakit,” ucap Budy. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. Barsel

Soal Kades Tersangkut Narkoba, DSPMD Barsel Tunggu Putusan Hukum

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Plt Kepala DSPMD Barsel H Akhmad Haitami. foto: digdo
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BUNTOK – Pasca penangkapan Kades Marawan Baru Kecamatan Dusun Utara terkait kepemilikan narkoba jenis sabu, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Barito Selatan menunggu putusan akhir pengadilan.

Plt Kepala DSPMD Barsel H Akhmad Haitami mengatakan, status penangkapan Kades Marawan Baru beberapa waktu lalu, hingga saat ini pihak dinas masih menunggu proses hukum yang bersangkutan.

“Bila memang oknum Kades tersebut sudah inkrah secara hukum bersalah, maka kita akan lakukan pemberhentian Kades tersebut,” kata Haitami kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (7/7/2020).

Karena sesuai aturan yang berlaku DSPMD belum bisa mengambil keputusan, karena untuk saat ini oknum Kades tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Jadi kita masih menunggu proses dari kepolisian, setelah inkrah atau ada keputusan resmi baru kita bisa mengambil keputusan terkait status pemberhentian Kades tersebut,”  jelas Haitami.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga sudah menerima surat dari Kecamatan Dusun Utara, bahwa untuk saat ini sudah ada yang mengisi posisi Kades tersebut yakni Sekdes sebagai Plt Kades Marawan Baru.

“Jadi untuk melanjutkan proses pemerintahan di Desa Marawan Baru, pihak kecamatan setempat sudah menunjuk Sekdes untuk jadi Plt Kades,” beber Haitami.

Status Kades yang tersangdung hukum saat ini masih belum diberhentikan, karena proses yang bisa membuat Kades itu diberhentikan ada 3 yakni meninggal dunia, mengundurkan diri dan tersangkut hukum.

“Sementara untuk oknum Kades saat ini masih menjalani proses hukum dan jika sudah ada keputusan nanti terkait status oknum Kades tersebut maka kita sudah bisa memberhentikannya,” pungkas Haitami. (kanalkalimantan.com/digdo)

Reporter : digdo
Editor : bie



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->