Connect with us

Politik

Wawali Hermansyah : Politik Harus Jadi Pelajaran Kaum Milenial

Diterbitkan

pada

Dialog public “Millennial Political Movement, A Solution or Not? (Pergerakan politik milennial, sebuah solusi atau bukan?, Sabtu (2/3). Foto : Mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Sebagai politisi senior yang kini telah menjabat Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengapresiasi kaum milenial yang terjun ke dunia politik dan menjadi Caleg merupakan sebuah pembelajaran untuk mereka.

“Tentu ini menjadi pelajaran, bagaimana mereka menempatkan diri saat nanti terpilih dan membawa aspirasi. Yang tidak terpilih, bagaimana nanti ia dengan sikapnya,” ungkap Hermansyah.

Terpenting saat ini, para Caleg milenial ini ia harapkan agar terus berinteraksi dengan masyarakat maupun para tokoh senior yang ada agar mendapat bekal yang cukup.

“Karena bangsa dan negara setelah Pemilu ini ada di tangan mereka,” lanjutnya.



Tak bisa dipungkiri, sebut Hermanyah, caleg milenial adalah salah satu solusi bagi pemuda untuk berkiprah dan mengambil andil dalam bernegara.

Belum lagi, di Indonesia termasuk di Kalsel dan Banjarmasin, pemilih pemuda ini hampir 40 persen.  “Oleh sebab itu tatanan kehidupan kota ini salah satunya di tangan pemuda ini yang menentukan arah,” beber Hermansyah. 

Sempat menghadiri dialog publik dengan tema “Millennial Political Movement, A Solution or Not? (Pergerakan politik milennial, sebuah solusi atau bukan?), yang diadakan Sabtu (2/3) lalu di Taher Square, Banjarmasin, Hermansyah menyampaikan bahwa dialog ini berguna untuk mendorong para pemuda berperan lebih aktif lagi dalam Pemilu. Termasuk untuk Pilkada 2020 nanti, semua bergantung dari tangan pemuda. 

“Acara ini cukup membuka wacana wawasan kita untuk berperan aktif dalam hal politik, kehidupan, membangun bangsa dan negara,”  pungkasnya.
Di sisi lain, M Syaripuddin, Ketua Taruna Merah Putih Kalsel menyampaikan, tujuan kegiatan dialog ini dilakukan guna memberika ruang publik kepada para Caleg milenial. 

Melihat kondisi saat ini bagaimana banyak anak muda yang alergi terhadap politik, menjadi salah satu alas an untuk memperbaiki kondisi tersebut. Sebab di satu sisi ia yakin bahwa para milenial adalah kaum yang mampu berjuang di ranah politik dan juga menjadi trendsetter.

“Jadi kegiatan ini kita memberikan pemahaman, dan ini akan menghasilkan rekomendasi dan akan kita sampaikan kepada pemerintah,” tutupnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Politik

Terpilih Secara Aklamasi, Ansharuddin Kembali Pimpin Golkar Balangan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel, H Supian HK menyerahkan bendera partai kepada Ketua DPD Golkar Balangan terpilih, H Ansharuddin di lantai 4 Gedung DPD Golkar Kalsel di Banjarmasin. Foto: pr
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – H Ansharuddin kembali terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Balangan untuk periode 2021-2025 pada Musda X DPD Partai Golkar Balangan yang berlangsung di gedung DPD Golkar Kalsel, Senin (11/1/2021).

Sekretaris DPD Golkar Kalsel, H Supian HK mengatakan, sesuai dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Musda di 5 kabupaten kota sudah harus diselenggarakan sebelum bulan Januari 2021 berakhir.

“Kita sudah melaksanakan Musda di dua kabupaten, yaitu di Kabupaten Tanah Bumbu dan Balangan. Sedangkan 3 kabupaten kota sisanya akan menyusul,” ujar Supian HK saat diwawancarai sejumlah awak media usai Musda X Balangan.

Dikatakan H Supian HK,  pada Musda X ini, Ansharuddin secara aklamasi terpilih kembali untuk menempati jabatan sebagai ketua untuk lima tahun kedepan. Terpilihnya Ansharuddin karena selama menjadi ketua pada periode 2015-2020 ia memiliki prestasi untuk Partai Golkar Kalsel.



 

“Golkar Balangan yang sebelumnya hanya dapat 5 kursi di masa kepemimpinannya menjadi 6 kursi di DPRD Balangan. Sedangkan pada Pilkada Kalsel, walau tipis tetapi Golkar Balangan menang,” kata Supian HK.

Oleh karena itu, tambah Supian HK, prestasi yang sudah diperoleh sebelumnya itu harus terus dipertahankan, makanya Ansharuddin masih mampu dan layak untuk memimpin DPD Golkar Kabupaten Balangan.

“Saya berharap hubungan yang baik ini harus selalu terjalin dengan baik. Namun, perlu juga dievaluasi untuk kedepannya agar menjadi lebih baik dalam menghadapi suksesi Pilkada, Pileg, dan Pilpres di masa mendatang,” pinta Supian HK.

Ketua DPD Partai Golkar Balangan terpilih, H Ansharuddin menjelaskan, mengapa Musda X Golkar Balangan digelar di Banjarmasin tidak di Paringin. Alasannya adalah karena hendak mengajak kader dan pengurus refreshing jalan-jalan dan menginap di hotel di Kota Banjarmasin.

Namun, lanjut Ansharuddin, setelah Musda ini, dirinya dalam tempo tuju hari akan melakukan pembenahan terhadap struktur organisasi Partai Golkar Balangan. Ia juga akan mengajak kaum milenial masuk dalam kepengurusan dan organisasi sayap agar partai ini menjadi lebih maju dan berkembang karena banyaknya kader orang-orang yang masih energik tersebut. (kanalkalimantan.com/pr)

Reporter : pr
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Politik

Formappi Kritisi Kinerja DPR 2020: Hasil Nihil, Kerja Tak Fokus

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Rapat Paripurna DPR. Foto: Suara.com/Novian
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti kinerja anggota DPR dalam masa sidang yang sudah berlangsung selama satu tahun sepanjang 2020. Mereka menganggap pekerjaan para anggota parlemen nihil.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) M Djadijono mengatakan DPR tidak memiliki hasil lantaran target kerja mereka yang tidak fokus dan terlihat sangat umum.

Djadijono menyebutkan target pembahasan legislasi DPR yang dianggap tidak fokus, yakni menyelesaikan pembahasan RUU Prioritas 2020. Di mana RUU Prioritas 2020 yang belum diselesaikan hingga masa sidang II berjumlah 34 RUU. Dengan jumlah RUU sebanyak itu, kata Djadijono, penentuan target yang terlampau umum akan berarti bahwa semua RUU Prioritas akan dibahas dan diselesaikan pada masa sidang II.

“Padahal waktu efektif DPR bekerja hanya 25 hari. Bagaimana bisa rencana seumum itu mampu mengarahkan proses pembahasan RUU yang berorientasi pada hasil?” kata Djadijono dalam diskusi daring Formappi, Kamis (7/1/2021).



Karena itu kemudian, Formappi menganggap DPR pada 2020 tidak membuahkan hasil atau nihil.
“Target yang tak fokus itu pun terbukti tak membawa hasil apapun alias nihil meski alokasi waktu untuk membahas legislasi sudah ditetapkan 50 persen dari waktu yang tersedia. Tak satupun RUU Prioritas yang selesai dibahas.

Bahkan daftar RUU Prioritas 2021 yang semestinya disahkan pada MS II juga gagal diselesaikan,” ujar Djadijono.
Djadijono menambahkan sebagai refleksi dapat dikemukakan pula bahwa selama tahun 2020, tercatat DPR hanya berhasil menyelesaikan pembahasan 3 RUU Prolegnas Prioritas dan 10 RUU kumulatif terbuka untuk disahkan menjadi Undang-undang.

“Antara capaian dan target masih sangat jauh, sehingga DPR perlu memperbaiki kinerja legislasinya,” ujar Djadijono. (suara)

Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->