Connect with us

HEADLINE

Wisuda di Puncak Gunung Marapi, Sabet Rekor Muri

Diterbitkan

pada

Wisuda di puncak gunung. Foto: Instagram/@mountnesia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Jika biasanya puncak gunung identik dengan pemandangannya yang indah karena sunrise, kabut dan kesejukannya, sebuah foto yang dibagikan oleh akun @mountnesia memperlihatkan pemandangan yang berbeda.

Dalam beberapa foto yang diunggah itu, sejumlah orang sedang melakukan prosesi wisuda. Ya, wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi (STIKBA Jambi) di puncak Gunung Marapi.

“Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi (STIKBA Jambi) dan Ketua STIKBA Jambi Filius Chandra raih rekor Muri atas pelaksanaan prosesi wisuda dari atas gunung Marapi, Sumbar,” tulis akun tersebut dikutip Suara.com, Jumat (20/11/2020), Melansir dari situs stikba.ac.id, pada Kamis 12 November 2020 lalu sebanyak 224 orang telah diwisuda, di Abadi Convention Center Jambi oleh Ketua STIKBA Jambi Dr Filius Chandra SE MM dari Puncak Gunung Marapi.

Meski terpisah ruang diharapkan seluruh wisudawan dapat menjadi insan yang dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat luas. Atas wisuda unik tersebut, STIKBA Jambi memperoleh penghargaan Rekor Muri.



 

“Prosesi Wisuda hari ini menjadi sangat istimewa karena pihak Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan 2 (dua) sertifikat penghargaan, 1 sertifikat diberikan kepada institusi STIKBA Jambi dan 1 sertifikat kepada Ketua STIKBA Jambi secara pribadi atas rekor prosesi wisuda pertama dari puncak gunung,” seperti tertulis di situs tersebut. “Selamat kepada Ketua STIKBA dan tim atas semangat dan perjuangannya,” sambungnya.

Prosesi wisuda dari puncak gunung setinggi 2.891 mdpl itu diwakilkan oleh Ketua STIKBA Jambi, perwakilan Senat, dan 1 orang perwakilan mahasiswa.

Sementara 223 mahasiswa lainnya berada di Gedung Abadi Convention Center Jambi.

Dalam kesempatan itu, Andi Muhammad Iqbal Mangkau menjadi perwakilan mahasiswa dalam prosesi wisuda tersebut.

Prosesi wisuda tersebut dibuka Ketua STIKBA Dr Filius Candra SE MM melalui daring dari Puncak Gunung Marapi, Sumatra Barat.

Wisuda yang dilakukan dari puncak gunung Marapi tersebut langsung mendapat aprisiasi dari berbagai pihak.

Proses wisuda tersebut dinobatkan sebagai perguruan tinggi pertama di dunia oleh Muri sekaligus berhak meraih rekor Muri yang dibacakan Yusuf Nasri dari Muri.

Pihak Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) memberikan dua Sertifikat Penghargaan, satu sertifikat diberikan kepada Institusi STIKBA Jambi dan satu lainnya sertifikat kepada Ketua STIKBA Jambi.

Setelah wisuda dari puncak gunung itu viral, unggahan @mountnesia langsung dibanjiri komentar-komentar dari warganet.

“Asli mau banget gue kaya gitu,” tulis wargenet dengan nama akun @mr.han****

“Keren ini si bapaknya. Bisa jadi entar bikin open trip sambil wisudaan digunung,” sambung warganet lainnya @wahanapen***

“Kereeeen bakalan jadi moment yang gak bisa lupa,” timpal akun @sevrian****. (suara.com)

Reporter : Suara
Editor : KK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Kasus Covid-19 Naik di Banjarbaru, Izin Rekomendasi Kegiatan Tak Dikeluarkan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Upaya Satgas Covid-19 Banjarbaru menegakkan protokol kesehatan di titik-titik keramaian. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tren kenaikan kasus Covid-19 di Banjarbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru memutuskan menangguhkan seluruh izin rekomendasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.

Sebagaimana diketahui, surat izin rekomendasi dari Satgas Covid-19 menjadi syarat utama dalam menyelenggarakan kegiatan atau membuka usaha yang sifatnya dapat mengumpulkan orang banyak. Namun, kebijakan ini telah ditanggugkan sementara waktu oleh pemerintah.

Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu menyatakan, pihaknya telah melakukan pertimbangan atas keputusan ini. Diakuinya bahwa pemerintah harus memilih aspek kesehatan masyarakat sebagai prioritas yang didahulukan.

“Sebenarnya kita tidak enak hati dengan masyarakat yang sudah mengajukan rekomendasi kegiatan. Namun kita memilih untuk mendahulukan keamanan kesehatan dari 200 ribu masyarakat Banjarbaru,” tegas Bernhard yang juga Ketua Satgas Covid-19 Banjarbaru.




Artinya tanpa adanya surat izin rekomendasi yang dikeluarkan Satgas Covid-19, masyarakat tak lagi bisa menyelenggarakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang. Contohnya, menggelar resepsi pernikahan.

Termasuk pula bagi para pelaku usaha yang akan membuka kembali tempat usaha mereka, seperti cafe dan tempat hiburan.
Lantas, bagaimana dengan surat izin rekomendasi yang telah dikeluarkan November lalu, namum pelaksanaan acara digelar di Desember ini?

Menjawab hal itu, Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Banjarbaru Zaini Syahranie, menyatakan kegiatan tetap boleh dilaksanakan. Namun, ditegaskan tetap akan mendapatkan pengawasan ketat dari personel satgas.

“Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan izin rekomendasi dari kami, tetap dipersilahkan menggelar kegiatan. Namun saya meminta agar protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Untuk memastikan itu, personel kami juga akan melakukan monitoring saat hari pelaksanaan kegiatan nanti,” ujar Zaini.

Zaini menerangkan bahwa penangguhan seluruh surat izin rekomendasi ini terus berlaku seiring dengan lajunya kurva angka kasus Covid-19 di Banjarbaru. Bahkan, ia memprediksi kebijakan ini tetap akan diterapakan hingga 2021 mendatang.

“Melihat tren kenaikan angka kasus Covid-19 di Banjarbaru, apalagi menjelang momen libur panjang akhir tahun. Sangat mungkin jika surat izin rekomendasi tidak akan dikeluarkan sampai 30 Desember nanti. Tapi kami dari Satgas Covid-19 tetap membuka ruang bagi masyarkat, untuk konsultasi ke kantor sekretariat Satgas,” lugasnya.

Kasus Covid-19 di Banjarbaru mengalami tren kenaikan sejak 2 pekan terakhir. Penambahan kasus terkonfirmasi dengan belasan hingga puluhan kasus, membuat kota Idaman kembali masuk dalam zona merah.

Misalnya saja pada 1 Desember kemarin, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banjarbaru mencatat ada penambahan 19 kasus dalam sehari.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Rizana Mirza menjelaskan, salah satu faktor utama terjadinya tren kenaikan kasus Covid-19 disebabkan pasca libur panjang November lalu.

“Lonjakan kasus ini memang sudah kami prediksi. Penyebab utamanya karena libur panjang kemarin dan baru sekarang ditemukan adanya kasus-kasus baru ini,” sebutnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sudah 9 Bulan, Masih Ada 9 Daerah Belum Terinfeksi Covid-19, Ini Daftarnya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi sebaran pandemi covid-19. Foto: pexels.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan tersisa sembilan daerah di Indonesia yang belum ditemukan kasus Covid-19 setelah pandemi berlangsung selama sembilan bulan. Tercatat sudah 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota yang terinfeksi virus corona.

Dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19, kesembilan daerah tersebut berada di Indonesia bagian timur. Antara lain: Pegunungan Arfak di Papua Barat; Yahukimo, Dogiyai, Deiyai, Mamberamo Raya, Nduga, Puncak, dan Intan Jaya di Papua, serta Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Kesembilan daerah ini masuk dalam kategori zona hijau yang tidak terdampak atau 1,75 persen.

Zona hijau tidak ada kasus baru juga hanya enam kabupaten/kota atau 1,17 persen, antara lain Tolikara, Yalimo, Boven Digoel, Waropen di Papua; serta Alor dan Manggarai Timur di NTT.



Sementara zona merah bertambah dua kali lipat dari pekan sebelumnya menjadi 50 kabupaten/kota (9,73 persen).

Kemudian zona resiko sedang atau oranye juga meningkat menjadi 374 kabupaten/kota (72,76 persen), dan zona resiko rendah menjadi 75 kabupaten/kota (14,59 persen).

“Keadaan ini harus menjadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri, bagi masyarakat jangan pernah abai. Karena cepat atau lambat, anda akan menjadi penderita Covid-19, jika lengah dalam memproteksi diri, lingkungan ataupun keluarga anda,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Pemerintah daerah diminta lakukan evaluasi terhadap kedisiplinan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta penegakan kedisiplinan protokol kesehatan harus dimasifkan, dan pelaksanaan 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) di berbagai tatanan kesehatan di daerah.(suara)

Editor: Suara.com


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->