Connect with us

Ekonomi

Workshop Wartawan Ekonomi, Hadirkan OJK, Bank Kalsel dan Jamkrida

Diterbitkan

pada

Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel menggelar workshop sehari pelatihan Wartawan Ekonomi Kalsel 2019, Sabtu (9/2/2019) Foto : Arief Rahman.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Meningkatkan kompetensi wartawan desk liputan ekonomi menjadi perhatian serius Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel.

Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel menggelar workshop sehari pelatihan Wartawan Ekonomi Kalsel 2019, Sabtu (9/2/2019) di aula kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara sekaligus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Wilayah Kalimantan, Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel.

“Kami berharap melalui kegiatan workshop kali ini, para jurnalis Kalsel yang rutin melakukan peliputan di desk ekonomi bisa lebih up to date terhadap perkembangan industri jasa keuangan di Banua. Agar mereka bisa lebih jeli lagi dalam menggali isu-isu terkini untuk menghadirkan berita yang berkualitas bagi pembaca,” tegas Ketua FWE Kalsel M Firdaus.



Selain itu dari tiga narasumber yang dihadirkan, Firdaus berharap peserta dapat mengambil kesempatan memperoleh istilah-istilah di industri jasa keuangan yang belum dipahami oleh rekan jurnalis.

“Kami melihat banyak sekali kawan-kawan jurnalis yang belum memahami berbagai istilah dalam industri jasa keuangan. Nah ini juga bisa sekalian ditanyakan agar bisa lebih memahaminya,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan melalui Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank Abidiri Rahman memberi materi terkait tugas dan wewenang OJK dan memberikan gambaran tentang kondisi industri keuangan di Kalsel pada tahun 2018 lalu.

Nara sumber dari Bank Kalsel langsung Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabaruddin. Ia lebih banyak sharing bagaimana upaya Bank Kalsel mendorong bisnis usaha syariah melalui sistem spin off dan membangun goverment bisnis eko sistem sebagai terobosan baru dalam pengembangan bisnis Bank Kalsel.

“Kami berharap melalui workshop ini, rekan-rekan jurnalis sekalian bisa ikut membantu dalam menyampaikan terobosan dan gagasan baru kami untuk bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bank Kalsel kedepannya,” tegas Agus Syabaruddin.

Dari Jamkrida Kalsel oleh Suyanto lebih banyak menceritakan perkembangan Jamkrida yang terus meningkat karena sudah memiliki kurang lebih 16.427 debitur dengan total tenaga kerja mencapai 25.169 orang dan penjaminan tembus hingga Rp1.206.354.486.036.

Sekadar diketahui, kegiatan kali ini didukung sepenuhnya Bank Kalsel, OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan dan Jamkrida Kalsel. Juga didukung Alfamart, Pelindo III Cabang Banjarmasin, Asuransi Astra, Telkomsel dan Honda Trio Motor. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Lion Air Group Sediakan Layanan Rapid Test Penumpang Sebesar Rp 95 Ribu

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Maskapai Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menawarkan metode uji kesehatan skrining awal dan cepat atau Rapid Test Covid-19 khusus kepada penumpang. Foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Maskapai Lion Air Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air menawarkan metode uji kesehatan skrining awal dan cepat atau Rapid Test Covid-19 khusus kepada penumpang perusahaan penerbangan tersebut.

Biaya Rapid Test Covid-19 yang dikenakan sebesar Rp 95.000 (bersih/nett), sudah termasuk surat keterangan sesuai hasil dengan masa berlaku 14 hari. Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 bekerja sama dengan Klinik Lion Air Medika.

“Kehadiran layanan Rapid Test Covid-19 diluncurkan bertepatan momentum 20 tahun Lion Air (2000 – 2020), sekaligus sebagai wujud komitmen Lion Air Group dalam upaya mengakomodir kebutuhan setiap penumpang seiring mempersiapkan rencana perjalanan udara di kondisi saat ini,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya pada Senin (29/6/2020).

Danang menjelaskan, fasilitas Rapid Test Covid-19 ini berdasarkan rekomendasi yang diberikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Surat Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI Nomor AJ.001/1/12 PHB 2020 tentang Peningkatan Pelayanan Perjalanan Orang.



Layanan dijadwalkan mulai Senin, 29 Juni 2020. Pada tahap awal, layanan Rapid Test Covid-19 tersedia di Jakarta pada 4 lokasi dengan jadwal pelayanan, Kantor Pusat Lion Air Tower, Kantor Lion Air Group, Cipinang, Kantor Pusat Lion Parcel Pusat, Kedoya, dan Kantor Lion Operation Center (LOC), Tangerang.

Tahap berikutnya, layanan Lion Air Group Rapid Test Covid-19 akan segera dan terus dikembangkan dan dilaksanakan di kota-kota lain, antara lain di kantor penjualan tiket (Ticketing Sales Office) serta bandar udara – bandar udara di wilayah Indonesia.

Adapun, untuk mendapatkan fasilitas itu penumpang harus memenuhi ketentuan yang diantaranya, penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group.

Kemudian, Pembelian voucher Rapid Test Covid-19 dapat dilaksanakan dan diperoleh secara langsung pada saat melakukan pembelian tiket (issued ticket).

Selanjutnya, bagi penumpang yang sudah memiliki tiket pesawat Lion Air Group dan belum melaksanakan Rapid Test Covid-19, maka dapat membeli voucher Rapid Test Covid-19 dengan menunjukkan kode pemesanan (booking code) melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan Lion Air Group, online travel agent, www.lionair.co.id , www.batikair.com, agen perjalanan dan lainnya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Garuda Indonesia Kecolongan Angkut Penumpang Positif Corona ke Sorong

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Shutterstock
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Manager Garuda Indonesia cabang Sorong, Ranto Situmeang mengaku belum mendapat laporan dari pusat bahwa ada penumpang yang dalam dokumen kesehatan dinyatakan positif Covid-19 naik pesawat GA 682 dari Jakarta menuju Bandara Dimine Eduard Osok Sorong.

“Setahu saya, di bandara maskapai tidak melakukan pemeriksaan berkas-berkas protokol kesehatan. Itu kewenangan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan di Bandara,” kata Ranto Situmeang ditulis Senin (29/6/2020).

Menurut dia, maskapai hanya melakukan pemeriksaan tiket pesawat sedangkan yang melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan penumpang sesuai protokol Covid-19 adalah Karantina Kesehatan Pelabuhan.

Maskapai hanya melakukan pemeriksaan KTP, apakah sesuai tiket penumpang saat boarding. Surat rapid test dan surat pemeriksaan laboratorium tentang Covid-19 merupakan kewenangan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan.



Koordinator Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, dr Farida Tariq yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa ada penumpang berinisial WY, siswa program Adem asal Sorong Selatan diketahui positif Covid-19 saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan saat turun dari pesawat Garuda Indonesia GA 682 pada Sabtu (27/6/2020) pukul 06.20 WIT.

Dia mengatakan bahwa setelah diketahui hasil tes usap positif, penumpang tersebut langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok Sorong untuk ditangani lebih lanjut. Penumpang tersebut kemudian dijemput tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong untuk di karantina.

Dia menjelaskan bahwa setiap penumpang yang naik dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tetap dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

Menurutnya, mungkin karena banyak penumpang dan petugas kesehatan Karantina Kesehatan Pelabuhan di sana terbatas sehingga petugas kewalahan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan sehingga bisa lolos.

“Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pesawat sebelum menaikkan penumpang dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong,” kata dia. (antara/suara.com)

Reporter : antara/suara.com
Editor : kk

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->